Pertemuan

20 0 0
                                        

Senja adalah sebuah ketenangan, yang dapat mengkoneksikan hati dan pikiran menjadi tenang

#1

Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, hari ini adalah hari pertama seorang Ranu Wijaya Kusuma atau sering disapa RANU menjadi seorang mahasiswa di salah satu Universitas Swasta didaerah ibu kota. Ranu adalah anak satu-satunya dari pasangan Ibu Karmila dan ayahnya yang bernama Rasid. Ranu memiliki sifat yang cuek tapi sangat peduli kepada orang yang membutuhkan.

Terdengar suara alarm yang berasal dari Hp Ranu yang bertujuan untuk membangunkannya, bukannya ia terbangun dari tidurnya malahan suara tersebut membuat Ranu semakin terlelap.

"Ranu bangun!!!" terdengar suara lantang dari balik pintu kamar. ibunya memanggil nama Ranu berkali-kali agar segera bangun dari tidurnya.

Beberapa lama kemudian Ranu terbangun dan menjawab "Ia bu, Ranu sudah bangun" jawab Ranu dengan nada pelan

Ketika ia terbangun ia tersadar bahwa jam ding-ding kamarnya sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Ranu pun segera bergegas menyiapkan dirinya untuk menjadi mahasiswa baru.

Beberapa saat kemudian.

"Bu, Pak, Ranu berangkat" ucap Ranu.

"Eh kok ga sarapan dulu Ranu..." ucap ibunya

"Gampang bu, Ranu sudah telat ini" jawab Ranu dengan terburu-buru

Terdengar suara motor tua di kebut sekencang mungkin.

Sesampainya di kampus Ranu segera mencari kelas yang akan ia masuki, di perjalanan menuju kelas Ranu menjumpai sorang wanita yang berparas cantik. saat Ranu memperhatikan wanita tersebut, tanpa sadar wanita itu mendatangi Ranu.

"Maaf, mau tanya kalo kelas 7.4.5 di sebelah mana ya?" ucap wanita tersebut

Ranu pun terdiam sesaat "Kok kelasnya sama ya" ucap Ranu dalam hatinya

"Halo..." sapaan wanita tersebut menegaskan kembali kepada Ranu yang terdiam tadi.

Ranu pun menjawab "Gua gak tahu, gua juga lagi cari kelas itu"

"Oh kamu juga MABA ya (mahasiswa baru)" ucap wanita itu

"Ia, kenalin nama gua Ranu" ucap Ranu sambil mengulurkan tangannya yang mengisyaratkan berjabat tangan.

"Namaku Rini" Rini pun menjabat tangan Ranu.

"Salam kenal Rini" Ucap Ranu

"Oh ia tadi kamu juga mau cari kelas 7.4.5 ya?" tanya Rini

"Ia betul, jangan-jangan kita satu kelas, mending kita tanya pegawai kampus sini saja" ajak Ranu

Setelah bertanya dengan pegawai kampus tersebut mereka berdua bergegas menuju kelas yang akan mereka tempati. Sesampainya dikelas, semua tatapan orang-orang dalam kelas menuju pada Ranu dan Rini karena mereka datang pada saat kelas sudah dimulai.

"Haduh baru hari pertama kuliah kok telat, sini dulu kalian berdua" ucap dosen dengan nada seperti orang batak.

Dosen tersebut memerintahkan kepada Ranu dan Rini untuk memperkenalkan diri mereka. Setelahnya Ranu dan Rini duduk dan mendengarkan dosen yang bernama Bapak Samosir berbicara.

Oh ia sampai lupa mengenalkan sosok seorang Rini, Rini Arianti nama lengkapnya dia lahir di Bandung, 16 Agustus 2001. Rini memiliki wajah yang cantik dan manis, mungkin manis karena ada gingsul di giginya, ia bertempat tinggal dikos-kosan yang tidak jauh kampus.

Tiga jam pun berlalu hari pertama kuliah sudah berakhir. Betul yang sudah diperkirakan oleh Ranu bahwa hari pertama kuliah itu pasti hanya mendapatkan ceramah dan kata-kata motivasi saja dari dosen.

Setelah mendengarkan kalimat motivasi dari pak Samosir, Ranu menghampiri tempat duduk Rini. "Rin, pulang kuliah ke mana?" tanya Ranu

"Kayanya langsung pulang, kenapa memang?" tanya balik Rini pada Ranu

"Bagaimana kalau pulang kuliah kita jalan-jalan" ajak Ranu

"Mmm, boleh juga tawarannya. Aku juga bosan dikosan" balas Rini

"Ya sudah kita naik motorku saja ya" ajak Ranu

Rini hanya mengangguk saja pertanda bahwa ajakan Ranu diiakan.

Sesampainya di parkiran Ranu segera menyalakan motor tuanya itu. Lalu mereka berdua menembus angin ibu kota. Rini bertanya di tengah perjalanan "Ranu kita mau ke mana?" sepertinya Rini khawatir akan dirinya terlihat wajah Rini dari kaca spion. Bagaimana Rini khawatir baru pertama kenal langsung pergi berdua saja.

"Tenang saja gak usah khawatir, gua ga apa-apain lu kok" ucap Ranu menegaskan bahwa kepada Rini agar tidak khawatir.

Sesampainya di tujuan "kok kita kesini Ran" tanya Rini pada Ranu dengan nada cemas

"Sudah tenang saja" ucap Ranu yang membuat Rini semakin khawatir,

Rini pun berjalan mengikuti Ranu, sesampainya di atas Ranu mengucapkan Selamat datang, Taraaaaaaa

"wow bagus sekali di sini nu, kok kamu tahu tempat kaya gini si?" tanya Rini

"Ia tahu lah pokoknya, di sini lu bisa melihat pemandangan Ibu Kota. Gua si biasanya datang kesini kalo sore hari, biar bisa ngeliat senja" ucap Ranu

"Oh anak senja kamu nu" ucap Rini

"Ngaco, gua anaknya Ibu Karmila yang dibuat bersama bapak Rasid" jawab Ranu sambil tertawa

"Hehe... bisa aja kamu." Jawab Rani sambari tertawa
"kenapa kamu suka senja?" tanya Rini
"Gua suka senja karena......... Nungguin yak? Hahah"  jawab Ranu

"Ih... nanya serius juga nu" jawab Rini nada sebal

"hehe maap maap"

"Au ah" ucap Rini dengan muka juteknya

"bagi gua senja itu ketenangan" jawab Ranu

"Kok bisa ketenangan?" tanya Rini lagi

"Karena saat melihat senja pikiran gua dan hati gua terkoneksi menjadi satu, beban yang ada hilang begitu saja" jawab Ranu

Rini pun terdiam saat Ranu menjelaskan jawaban dari pertanyaannya

"Woyy...." teriak Ranu

"eh apa si nu" Ranu

"Elu kenapa jadi bengong" ucap Ranu

Rini hanya tersenyum, lalu ia berkata "Sudah sore ini, pulang yuk nu"

Ranu pun mengiyakan permintaan Rini. Mereka berdua kemudian menembus angin sore ibu kota. Kemudian Rini berkata pada Ranu dia meminta tolong turunkan dirinya di depan Gg saja. Sesampainya di depan Gg tujuan Ranu menghentikan motonya. Sebelum Rini pergi menuju kosannya Ranu meminta Nomor WhatsApp Rini. Rini pun memberikannya dengan senang hati.

"Makasih ya nu. Hati-hati, sampai jumpa besok" ucap Rini

Ranu hanya membalas dengan senyuman.

Malam pun tiba, seperti anak muda bisanya. Mereka berdua saling membalas pesan singkat hingga larut malam.

Halo semua...
Ini karangan pertama saya. Mohon maap jika jalan cerita yang disajikan kurang bagus. Pembaca mencapai 100 Ranu dan Rini #2 akan segera dipublikasikan. Terima kasih sudah membaca. 😊

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 27, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Ranu dan RiniWhere stories live. Discover now