1 🧩

11 5 0
                                        

Banyak sekali tugas yang begitu mendesak, dan belum satupun dikerjakan.
Aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kampus hanya menghilangkan suara-suara gaduh dari kost tingkat dua itu.

"mau keluar?"
"iya, bu. Mau ke perpus"
Sangat tumben ibu kost yang terkenal cuek menyapaku yang sedang memanaskan sepeda motor. Apakah hari ini akan berjalan baik, kenapa tiba-tiba ia perhatian. Ntahlah...

Udara hari ini sangat segar, setelah beberapa pekan diselimuti pekatnya kabut asap yang melanda kota ini. Dari jauh terlihat parkiran yang penuh ternyata sudah banyak pengunjung perpus. Mungkin karena mahasiswa baru yang sudah diberi banyak tugas di awal semester.

"Fira!"
"ehh.. Kanya, ke perpus juga"
"iya nih tugas kelompok banyak banget, gilak sih masa kami dikasih waktu cuma dua hari doang"
"sabar ya, calon bu dokter" sambil menepuk pundaknya aku tertawa melihat temanku satu ini. Ya.. dia merupakan mahasiswa kedokteran yang dikenal super sibuk dan hanya bisa ditemui ditempat-tempat seperti ini.
"Ra, aku duluan ya. Kapan-kapan kita ngafe. Ok!"
"ayok-ayok aja, kamunya emang bisa"
"insyaallah, Ra"
"Ok."

Aku bergegas juga untuk masuk ke perpus karena waktuku hanya bisa dua jam diperpus setelah ini ada jadwal masuk.
Untungnya aku menemukan satu meja kosong disudut menghadap jendela.

Setelah menemukan beberapa buku yang kubutuhkan, aku langsung mengerjakan beberapa tugas deadline. Biasanya aku belajar sambil mendengar music.

2 . . h o u r s a g o 🕐

Mejaku bergetar akibat alarm dari hpku. Ini berarti waktuku habis, akupun membereskan buku dan alat-alat tulisku.

"awwh.." kakiku tertimpa buku yang sangat tebal. Ini sangat menyakitkan, mengapa ada buku setebal itu/
Tapi ini bukan saatnya menyalahkan buku, disini aku yang bersalah menabrak seseorang dan menyebabkan buku yang dibawanya jatuh semua.

"maaf"
"maaf"
Kami terdiam beberapa detik karena terkejut. Dan betapa terkejutnya aku bisa melihat namja ini lagi. Lamunanku pecah akibat suara staf perpus, padahal sedikit lagi aku menemukan namanya di ingatanku yang sangat payah ini..
"Maaf, tolong bereskan segera adik-adik"
"baiklah, maafkan saya pak" ucap namja itu
"Ahh.. Aku lupa, matkul pak Anton"
"Apa kau tidak ingin membantuku nona"
aku langsung berjongkok membantunya
"Sekali lagi aku minta maaf karena menabrakmu, aku harus segera pergi"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 26, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Light Stories to obsess over. Discover now