Wah, author durhaka ya?? Cerita satu belum kelar, malah buat cerita lagi .. Haha ..
Oke lah, happy reading, guys .. :))
>>>@@@<<<
"Jangan sampe lo jatuh cinta sama gue." Katanya dengan PD tingkat kecamatan.
"Gak. Gak bakal gue jatuh cinta ama lo. Adanya lo yang jatuh cinta sama gue. Gue mah profesional ya .. " Semprotku tak mau kalah darinya.
"Halah, nggak mungkin lo gak jatuh cinta ama gue. Kece kek gini juga .." Kata spesies dihadapanku ini lagi dengan mengangkat kerah seragamnya.
"Serah lo. Gue punya dunia sendiri. Lo juga punya dunia sendiri. Nggak usah ngurusin kehidupan gue." Aku membalas kata-katanya tadi dengan omongan pedasku.
Bodo amat, mau sakit hati juga bukan urusan gue.
"Oke. Kita jalanin sendiri-sendiri. Lo dijalan lo sendiri, gue dijalan gue sendiri. Tapi awas aja kalau lo jadi pindah haluan ke jalan gue." Cowok geje yang menjadi teman sebangkuku ini masih dengan gaya ke-PD-annya.
"Oke!"
"Oh, oke!"
>>>@@@<<<
Oke, masih prolog. Jadi masih dikit. Ntar kalau udah masuk ceritanya, aku panjangin kok. Tenang aja. Haha ..
Oke, vote and coment, please .. :))
YOU ARE READING
Aira
RomanceSaat logika yang bermain Saat ego yang menentang Hanya hati yang akan menang
