Tidak biasanya Vanessa atau yg biasa disebut Nessa itu bangun sepagi ini. Tentu karena ia akan masuk ke sekolah barunya, Nessa tidak ingin memberikan citra buruk karena keterlambatannya di awal masuk sekolah. Semua perlengkapan sudah siap , sambil menenteng tas oren nya ia berjalan mendekati meja makan.
"wih nyam nyam" Mata Nessa berbinar saat makanan kesukaannya yaitu nasi goreng special tersaji dimeja makan. Dengan lahap nessa memakan nasi goreng tersebut.
"Kita bareng berangkatnya " Ujar sang kakak yaitu Agam yang barusaja duduk berhadapan dengan nessa.
"Ogah. " jawab Nessa ketus
"yakin? " Agam menaikan sebelah alisnya.
"iya dong , gue bukan anak kecil lagi yang harus dikawal sama abangnya!" ucap nessa sambil memeletkan lidahnya.
"okei. Album exo obsession melayang ya" Jawab Agam santai
Mata Nessa terbelak sempurna . Demi apa? sang kakak mengingkari janjinya sebulan lalu gara² ia tidak mau berangkat dengan kakaknya. Bocah banget jalan fikirnya.
Memang , Nessa sangat menyukai boyband exo. Exo merupakan salah satu boyband korea yang sangat populer di dunia. Pantas saja nessa seringkali mengorbankan uang jajannya demi membeli perintilan perintilan exo. Bahkan ia rela melakukan apa saja sesuai perintah sang kakak agar ia dibelikan album album exo oleh kakaknya.
"i iya iya gue berangkat bareng lo" Ucap nessa terpaksa . " I lose.."
Alasan nessa tidak ingin berangkat bersama kakaknya, karena ia tahu bahwa Agam merupakan most wanted disekolah. Agam sangat terkenal dikalangan ciwi ciwi sekolahnya bahkan guru perempuan pun seringkali dibuat takjub oleh pesona Agam. Nessa yang awalnya enggan satu sekolah dengan Agam , sekarang ia satu sekolah dengan kakaknya itu. Tentu saja karena iming iming akan dibelikannya album exo terbaru.
Mereka berdua sudah sampai disekolahnya. Vanessa langsung memasuki kelas baru bersama dengan walikelas.
"Pagi anak anak" Sapa bu nisa
"Pagi bu" Jawab murid kelas 11 ips2 serentak.
"Pagi ini kita kedatangan murid baru, silakan perkenalkan diri kmu"
"Halo , nama saya Vanessa kalian bisa panggil saya nessa , saya pindahan dari Sma bakti bangsa . Semoga kita bisa berteman dengan baik" Vanessa menebarkan senyum manisnya.
semua pria dikelasnya pun terpukau dengan kecantikan yang vanessa punya, kecuali Arga.Ia hanya berdecak pelan saat melihat senyuman nessa.
Setelah dipersilahkan duduk oleh Bu nisa, vanessa clingak clinguk mencari tempat duduk. Hanya ada satu bangku kosong, yaitu di bangku Arga. Dengan perasaan enggan , vanessa berjalan menuju bangku Arga.
"boleh dduk disini?" Tanya nessa ragu
"duduk aja " jawab Arga ketus.Vanessa langsung duduk disebelah Arga tanpa peduli dengan jawaban Arga yg terlihat seperti ogah memberikan tempat dduknya pada nessa.
Jam belajar pun dimulai, daritadi beberapa murid laki laki curi curi pandang melihat vanessa. Vanessa yang menyadari akan hal itu menjadi risih dan selalu merubah posisi dduknya karena tidak nyaman.
"Lu bisulan?" Tanya arga saat melihat vanessa yang gelisah.
"eh e en engga" Vanessa tak percaya dengan pertanyaan Arga. Bagaimana mungkin Arga bisa langsung menyimpulkan bahwa nessa bisulan?
"Nih obat bisul" Arga menyodorkan salep pada nessa.
Vanessa menganga dibuatnya. Bukankah sudah dikatakan bahwa dia tidak bisulan. Dan apa?! Arga membawa obat bisul ke sekolah? itu sih dia yang bisulan-_-
"Gue ga bisulan ! " Ucap nessa penuh penekanan.
"Apa perlu gue panggil pmr buat nanganin bisul lo?" Arga kembali bertanya hal hal bodoh yg bisa membuat nessa menjontos ginjalnya.
"STOP!! sekali lagi kata bisul keluar dari mulut lo, gue kutuk lo jadi tai!" Nafas nessa tersenggal senggal karena amarahnya. Ia tak habis fikir dengan ucapan Arga yg sperti merendahkannya.
Bel istirahat pun berbunyi. Murid SmA nusantara berhambur menyerbu kantin sekolah. Tak terkecuali dengan Nessa . Nessa yg berjalan mengikuti teman sekelasnya menuju arah kantin dengan rasa kesal yg masih memuncak , Ia masih kesal dengan Arga.
.......
Vote sama komennya ya!❤
YOU ARE READING
Fangirls love story
RomanceVanessa , seorang perempuan yang gila Korea, bertemu dengan laki² yang seringkali menghina idolanya. Mereka selalu ribut jika bertemu. Tapi makin lama, perasaan itu muncul. Bagaimana kisahnya? Yu kita simak.
