Ini lima tahun kemudian. Park Jihoon dan Lai Guanlin sudah tak pernah terpisahkan lagi.
Di upload tiap pekan. Nantikan mereka tiap hari rabu.
A Panwink Fanfiction by @matchamashita
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang pertama adalah Park Jihoon.
Ia adalah seorang penyanyi yamg cukup dikenal. Umurnya dua puluh lima tahun. Hobinya adalah makan. Park Jihoon penggila makanan enak, ia tidak peduli dengan berat badannya saat makan. Meski setelah makan, ia akan diet lagi. Apa boleh buat, yakan? Visualnya manis dan ramah dengan pipi yang chubby, namun memiliki suara yang indah.
"Tuan Lai Guanlin yang akan kelar jam lima nanti, jam tujuh jangan lupa jemput aku, ya!" Kata Park Jihoon di telepon.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lalu ada Lai Guanlin.
Tiga tahun lebih muda dari Jihoon, umurnya sudah menginjak dua puluh dua tahun. Di umurnya yang masih terhitung muda, karirnya sudah diatas rata-rata. Ia seorang model, juga merangkap aktor yang bermain di drama dengan rating yang selalu tinggi. Dengan proporsi tubuh yang semampai dan visual yang menawan, Lai Guanlin tak mudah terlepas dari kamera para wartawan juga tetap setia di dalam hati para penggemar.
"Iya Tuanku Park Jihoon, supir pribadimu ini akan menjemputmu jam tujuh tepat." Jawab Guanlin sambil memakai dasinya. Di ujung sana Jihoon tertawa terkikik.
Hubungan mereka? Yep, mereka berpacaran.
Tentunya tidak ada yang tahu mereka berpacaran. Setidaknya, tidak untuk orang luar.
Hubungan mereka selalu manis layaknya gulali dan bercahaya layaknya gemintang.
Semesta saja iri.
Dengan latar belakang kehidupan industri hiburan yang gemerlap, terekspos sekaligus tertutup, ada banyak dari hidup mereka yang menarik untuk diceritakan. Bagian demi bagian. Potongan demi potongan.
Ini jam setengah sembilan, Jihoon sudah menunggu Guanlin satu setengah jam.
Satu setengah jam.
Pesannya tak dibalas, teleponnya tak diangkat.
Mulai kesal, Jihoon menghela napas kasar. Kakinya dihentak-hentakan ke lantai lobi, banyak orang berlalu lalang pulang. Sebenarnya Jihoon bisa saja pulang sendiri, tapi diluar sedang hujan angin sangat lebat. Ini saja Jihoon sudah kedinginan.
Lai Guanlin, sebaiknya kau bersiap, sebab kau akan dapat masalah.
Nantikan mereka setiap rabu, ya!
a/n: Hallo semuanya! It's the authormatchamashita is talking! Ini kali pertama aku nulis panwink (dan literally di upload di suatu media) Cerita ini akan di update tiap rabu, waktunya tidak tentu tapi ya, hehehe.
Fanfiction ini dibuat dalam rangka 'Write or Die First Fanfiction Project' bersama beberapa author lainnya.
Karena aku baru dalam dunia begini, tolong berikan aku dukungan ya hehehe. Dan mohon kalo ada yang tidak berkenan jangan jahat-jahat hehe.
Dadah! Sampai jumpa rabu depan dengan chapter pertama!