Hari ini, hari senin yang lumayan cerah. Seorang gadis terburu-buru menaiki angkutan umum. Ia melirik arloji yang bertengker di pergelangan tangannya menunjukan pukul 06.40, artinya dua puluh menit lagi gerbang sekolah akan di tutup.
"Bisa kesiangan ini," batinnya.
Untung saja dia masih kebagian tempat duduk dalam angkutan umum jadi kakinya tidak akan pegal karena berdiri. Ia duduk di kursi dekat jendela.
Bel pulang sekolah telah berbunyi setengah jam yang lalu, semua siswa telah berhamburan keluar dari sekolah. Tapi tidak dengan Riana dan Haykal, mereka masih berada di perpustakaan sibuk membereskan buku-buku SAINS yang tadi digunakan untuk berlatih, karena besok mereka akan mengikuti olimpiade SAINS.
"Ri, kok Pak Reno ngedadak banget gitu ya ngasih tau olimpiade SAINS nya, bukan dari sebulan yang lalu kek, atau enggak dua minggu yang lalu, ini mah besoknya mau lomba baru dikasih tau," Haykal yang dari tadi diam kini memecah keheningan.
Kini mereka sedang berjalan di koridor sekolah menuju parkiran.
"Mm..iya ya..dadakan banget," Jawab Riana gugup. Bagaimana tidak gugup? maklumlah namanya juga bicara sama doi.
"Kaya tahu bulat ya..dadakan," jawab Haykal polos dan diiringi cengiran oleh Riana.
"Oh yaa..Btw lo pulang bareng siapa, Ri? ini udah sore banget," tanya Haykal ketika mereka sudah sampai diparkiran sekolah. "Lagian ini juga udah sepi," lanjutnya.
"Mm..Gue juga belum tau Kal, kayanya sih sendiri," Riana yang celangak celinguk sambil melirik kiri kanan siapa tau sahabatnya belum pulang. Tapi benar kata haykal sekolah sudah sepi.
"Ya udh bareng gue aja. Kebetulan gue juga bawa motor," tawar Haykal.
"Emangnya ga ngerepotin?"
"Ya enggak lah, sans aja kali. Ayo buruan naek!"
***
" Stop Kal, udah sampe," Ucap Riana sedikit berteriak ketika sudah sampai di depan rumahnya. Lalu Haykal memberhentikan motornya.
"Ma..makasih ya Haykal. Udah anterin gue," lanjutnya, jantungnya masih berdegup kencang.
"Ga usah canggung gitu, sans aja kali," Jawab Haykal.
Dan ketika itu mata mereka saling bertemu. Menatap satu sama lain, hanya beberapa detik hingga ucapan Haykal membuyarkannya.
"Ya udah gue balik dulu, langsung istirahat biar besok fresh,"
"Iya, ga mampir dulu?" Tawar Riana.
"Lain kali aja. Keep Spirit for tomorow Riri, dah..." Haykal kembali menjalankan motornya. Ucapnya kini berhasil membuat pipi Riana memerah. Sedangkan Riana hanya bisa membalasnya dengan senyum dan lambaian tangan. Hari ini hatinya sangat berbunga-bunga. Bagaimna tidak? Siapa yang tidak senang dianterin pulang sama doi.
Setelah motor yang dikendarai Haykal benar-benar sudah tak terlihat lagi, Riana memasuki rumah dengan berteriak-teriak saking senangnnya.
"Ya Ampunnn..Mimpi apa gue semalem? bisa lomba SAINS bareng Haykal, dianterin pulang, dan..dia ngucapin semangat ke gue, uhh senengnya ga ketulungan hari ini,"
Sampai masuk kamarnya pun Riana masih senyum senyum tak jelas.
"Woyy, lo mau jadi kenek bus?, ayo cepet bangun! udah mau sampe sekolahan ini," ucap seorang laki-laki sedikit berteriak.
"Hah, Haykal kok lo balik lagi? Mau mampir ke rumah gue dulu?" Riana masih diambang kesadarannya.
"Heh bangun! tidur di angkutan umum, pake ngigo senyum-senyum sendiri lagi," lanjut lelaki itu sambil bergidik ngeri dan sudah bangkit dari duduknya.
"Hoammm...Hah apa? Jadi gue cuman mimpi?" Kini kesadarannya sudah kembali sempurna. Dia baru menyadari bahwa iya tertidur di bus selama perjalanan ke sekolah.
"Cepet turun nanti telat! Ini udah depan sekolahan," titah laki-laki itu sedikit emosi.
"Iya iya,"
Riana pun bangkit dari duduknya dan melihat arloji di tangannya, jam mununjukan pukul 06.55.
"Mampus gue." Cicitnya sambil menepuk jidat dan jalan terburu-buru memasuki sekolah.
"Makanya lain kali jangan tidur di bus," ucap lelaki itu, sontak membuat Riana berhenti dan menoleh. "Untung ada gue yang bangunin lo, kalo engga abis lo kena hukuman," lalu pergi meninggalkan Riana.
Riana yang masih mematung di tempat, entah apa yang merasukinya hari ini. Ada rasa malu dan kesal pada lelaki tadi, malu karena dia mengigau dihadapannya dan kesal karena lelaki tersebut terus mengejeknya gara-gara tidur di bus.
"Kok gue bisa tidur di bus ya? Pake acara mimpi dianterin pulang sama Haykal lagi," Tanyanya pada diri sendiri "Tunggu laki-laki tadi kok bisa duduk disebelah gue, padahal kan tadi pas gue naek bus sebelah gue kosong?" lanjutnya dalam hati.
"Heh itu siapa yang berdiri disana? Cepat ke lapangan! ucapacara akan segera dimulai," teriak seorang guru perempuan dari kejauhan.
Namun sepertinya Riana tidak mendengarnya.
"Sebentar..lelaki tadi kayannya aku kenal deh, dia kan..." ucapnya dalam hati.
"Riana cepat kelapangan! atau mau saya hukum," teriak guru perempuan itu lagi. Akhirnya Riana berlari kelapangan.
---***---
Baru prolog nih, gimana?
Jan lupa vote, komen sm share yaa😁.
Kalo ada typo typo jan lupa juga kritik dan sarannya😂.
YOU ARE READING
Senja Kelabu
RandomSuasana perpustakaan kali ini sangat sepi, hanya ada satu atau dua orang yang rela mengorbankan jam istirahatnya untuk berada di sini, seperti gadis ini. Dia duduk dibangku dekat jendela yang lansung menghadap ke lapangan, sembari membolak balikan h...
