Prolog : For Ending

15 2 0
                                        

<Perhatian! Gunakan earphone atau headphone untuk mendapatkan pengalaman membaca yang lebih baik!>

Saat itu semua memimpikan masa depan yang penuh dengan kebahagiaan, dan mereka sangat menantikan itu. Nyatanya setelah masa itu datang, hanya ada air mata yang terus berjatuhan serta lirihan doa disetiap harinya. Masa depan? Masa itu sudah hancur.

-o0o-

Tokyo, 29 April 2023

Kekacauan terjadi dimana-mana, Tokyo saat itu terlihat seperti kota 'KIAMAT'. Monster membunuh seluruh manusia, tidak peduli tua atau muda, tidak peduli pria atau wanita, dan tidak peduli kaya atau miskin. Tidak ada manusia yang bisa bersembunyi dari para monster , mereka harus terus berlari dan berlari. Dan disaat seperti ini manusia menjadi tidak peduli akan sekitarnya dan akan berusaha agar diri mereka selamat, dan itu disebut rasa 'EGOIS'. Namun, seorang pemuda tengah berlari di tengah kota, terkadang ia harus bersembunyi agar tidak terlihat oleh para monster. Ia berlari untuk mencari adiknya yang hilang dan terpisah darinya. Ia melihat ke sekelilingnya, namun ia tetap belum menemukan adiknya. Setelah cukup lama mencari ia akhirnya menemukan adiknya, berdiri di hadapannya dengan tubuh yang penuh luka lecet. Matanya sembab dan nafasnya tesengal-sengal, keadaannya membuat pemuda tadi menangis. Pemuda itu berlari mendekati adiknya, adiknya pun ikut berlari ke arah pemuda tadi. Tiba-tiba seekor monster muncul entah darimana, dan saat itu juga pemuda tadi melihat tubuh adiknya yang terpotong-potong. Pemuda tadi berhenti dari larinya dan jatuh terduduk, saat itu pula potongan kepala adiknya terlempar tepat dihadapannya. Seketika pandangannya kabur dan matanya pun terpejam, ia berpikir ia telah tewas sampai ia membuka mata dan melihat ke sekelilingnya.

-o0o-

Fukuoka, 18 Februari 2023

<beberapa menit sebelum kehancuran>

Saat itu matahari masih bersinar seperti biasanya, dan semua orang bangun lebih awal agar bisa mendapat lebih banyak berkat di pagi hari. Di gerbang sekolah X0X semua siswa dan siswinya mlai berdatangan, dan saat itu senyuman masih terukir di wajah mereka. Seorang pemuda muncul dari balik pintu gerbang, dan itu mengundang perhatian semua orang yang ada disana saat itu. Ketika pemuda tadi melewati sekelompok gadis yang menatapnya dengan lapar, pemuda tadi tampak acuh dan mulai memakai earphonenya. Ia terus berjalan hingga seorang gadis menepuk bahunya keras, ia menoleh ke arah gadis tadi yang kini memberikan wajah polosnya. Ia merotasikan matanya malas, dan berjalan kembali menuju kelasnya. Gadis tadi masih mengikutinya, dan menatapnya terus-menerus. Lalu bertanya "Kalo aku tewas saat ini, apa kau akan tetap mengabaikanku senpai?" Lalu melihat ke arah jendela. "Pertanyaan bodoh apalagi ini? Kali ini sumbernya darimana?" Jawab pemuda itu acuh. Gadis tadi terdiam, lalu menggenggam tangan si pemuda dengan erat. Setelahnya ia bawa tangan tersebut ke arah dahinya, sontak wajah pemuda tadi berubah menjadi merah padam. "Aku serius! Bagaimana kalau aku tewas hari ini?" Tanya gadis itu lagi. Wajah pemuda tadi berubah, wajahnya merah padam menahan amarah dan rahangnya mengeras. "Apa maksudnya kau terus bicara tentang kematian mu, hah!? Kalau pun hari ini waktunya, aku akan berusaha sekuat tenaga supaya kau selamat!" Ucap pemuda itu tegas. "Syukurlah..."lirih si gadis, "Baiklah, ayo ke perpustakaan" Ucap gadis itu lantang sambil menarik tangan si pemuda. Mereka baru beberapa langkah keluar dari kelas, namun sesuatu yang aneh terjadi. Saat itu entah kenapa suasana sekolah menjadi kacau, namun mereka tidak menemukan siswa/siswi yang berkeliaran sama sekali. Kali ini si gadis langsung menarik tangan si pemuda agar segera keluar dari sekolah, mereka terus berlari hingga tanah di belakang mereka mulai runtuh. Mereka berlari sekuat tenaga, dan mereka berhasil keluar dari tempat itu. Namun saat sampai di luar, mereka di kepung 3 monster. Mereka kini harus berlari lagi, lumayan jauh dari tempat itu. Saat sampai di persimpangan kota, mereka dapat melihat kota yang juga diserang oleh para monster. Si pemuda tiba-tiba mendorong si gadis ke sebuah lubang di jalan, lalu melihat sinis ke arah si gadis. "Dasar gadis BODOH" Ucap si pemuda sambil berjalan menjauh. Si pemuda tadi berlari sangat kencang berusaha meninggalkan si gadis tadi, hingga ia melihat seekor monster menuju ke arahnya. Monster tersebut membunuhnya, dan ia tewas saat itu. "Maaf Ari-chan".

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 30, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

4.0 Area GameaStories to obsess over. Discover now