prolog. pulang

1.5K 132 4
                                        

Ditengah jalan yang kumuh seorang anak berusia 7 tahun berlari dikejar oleh anjing jalanan. Pakaian anak itu compang-camping, wajah imutnya penuh dengan debu, terlihat beberapa luka goresan dan darah menghiasi tubuh kecilnya.

"Tolong.. Tolong.. " Teriaknya sambil menangis dan berlari meminta pertolongan tanpa ada balasan. Tanpa sadar dirinya menabrak sesosok pria tampan dengan baju putih berhias api yang menyala. Tanpa pikir anak itu segera menggenggam erat baju pria itu, menyembunyikan tubuh kecilnya dari anjing yang telah menjadi teror yang paling menakutkan bagi dirinya.
"sekarang anjing itu sudah pergi" kata pria yang telah menolongnya dengan nada dingin. Dengan sedikit takut anak itu pun menoleh kearah anjing yang sebelumnya mengejarnya.

Setelah melihat bahwa anjing itu benar-benar sudah tak ada anak itupun bernafas lega.

"Terima kasih paman telah menyelamatkan a- ying dari anjing jahat" kata anak itu sambil tersenyum pada pria yang telah menolongnya. Senyum itu begitu tulus seakan sinar mentari yang menerangi siang hari. Melihat senyum itu pria itu terdiam sesaat seakan mengingat sesuatu.

"nama kamu a- ying? " tanya pria sambil menatap anak itu dalam-dalam. "iya" jawab anak itu singkat "maukah kamu pulang kerumah paman? " tanya pria itu lembut. "pulang? " "iya kamu tak perlu takut akan anjing dan kelaparan lagi. Apakah kamu menjadi anak paman" tanya pria itu, wajah yang semula dingin mulai melembut "iya" jawab a-ying dengan memberikan senyuman yang jauh lebih cerah dari sebelumnya. "paman, siapa nama paman? " tanya a-ying "wen rouhan, mulai sekarang nama kamu wen ying" kata wen rouhan sambil menggenggam tangan mungil wen ying.

Tangan itu begitu hangat untuk pertama kali setelah meninggalnya orang tuanya akhirnya a-ying bisa merasakan kehangatan dan rasa aman.

MINEWhere stories live. Discover now