Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Chapter 1

49 8 0
                                        

"Hnnggghh!!! Hah..." aku merenggangkan badanku setelah selesai bekerja, aku melihat jam tanganku. Itu menunjukkan pukul 5 sore

"Vien, ke klub yuk!" Ajak seorang temanku bernama Acel

"Siapa aja yang ikut?" Tanyaku

"Gue, Rie, sama Inco" jawab Acel

"Terus mereka mana?" Tanyaku lagi

"Mereka udah di lobby duluan"

"Oh... leh boleh. Kuy, tapi beberes dulu"

~~~

Setelah beres-beres, akupun naik lift bersama Acel.

"Betewe, ke klub naik apa dah?"

"Naik mobil gue"

"Sejak kapan lu punya mobil, Cel?" Aku terkejut saat Acel menyebutkan mobilnya

"Punya presdir, hehe"

"Kok? Bisa?"

"Bisa dong"

~~~

Setelah sampai lobby aku langsung menunggu Acel bersama Rie dan Inco.

~~~

20 menit perjalanan kami ke klub. Setelah sampai di klub kami duduk di meja depan bartender, dan memesan minum.

"Hm... aku pesan sebotol soju" ucapku kepada bartender

"Soju doang? Yakin?" Tanya Acel

"Hmhm" aku hanya bergumam, lalu bartender itu memberikanku sebotol soju beserta gelas kecil

"Betewe, Cel. Kok lu kuat sih jadi sekretarisnya sih kulkas 6 pintu?" Kulkas 6 pintu yang dimaksud olehku adalah presdir dari perusahaan kami. Presdir adalah orang yang sangat dingin, mungkin orang yang tidak tahan dingin bisa beku didekatnya.

"Sikap dinginnya gak penting, yang penting itu gaji sama bonusnya, gurl."

"Dasar mata berduit" ledekku

"Eh, ganteng gak? Mantan gue" tiba-tiba Acel menanyakan sesuatu, lalu ia menjelaskan bahwa sang bartender merupakan mantan pacarnya.

Aku melirik ke arah bartender,

"Hm... biasa aja ah" jawabku

"Lumayan. Kok bisa putus?" Acel menghela nafasnya saat ditanyakan oleh Inco

"Syarat jadi sekretaris, harus jomblo"

"Oh-"

Saat Acel mengangkat telpon, aku menoel Rie yang ada di sebelahku.

"Acel serius putusin pacarnya demi jadi sekretaris doang?" Tanyaku

"Gue rasa gak deh. Ganteng gitu masa diputusin" jawab Rie

"Tapi tadi dia nyebut 'mantan'"

"Gengs, gue balik duluan, ya. Biasa, presdir nyuruh gue ke penthousenya. Inco, tolong bayarin dulu, besok gue ganti dua kali lipat" saat Acel ingin pergi, bartender yang namanya... jongkok? Tadi memanggil Acel. Acel menoleh ke arah bartender tersebut, lalu ia diberikan segelas kopi

"Enak banget dikasih minum gratis" ucapku

"Minumnya emang gratis, tapi yang bayar kan aku," gerutu Inco

"Terus... berarti aku dibayarin juga?" Tanyaku

"Akhirnya haha" Rie terlihat senang ketika mengetahui Inco akan membayari pesanan kami

"Gak, ya. Kalian berdua."

"Ih pelit!" Ledekku

~~~

Setelah beberapa jam kami menghabiskan waktu di dalam klub, kami pun pulang ke rumah masing-masing.

~~~

"Dek, udah nyampe nih" ucap bapak supir taksi menyadarkanku

"Oh iya!" Aku langsung merogoh dompetku mengeluarkan uang, dan menyerahkannya kepada bapak itu

"Kembaliannya ambil aja, pak."

"Dek, ini bukan lebih, ini kurang. Adek kasih saya 5 ribu doang."

*plak!

Aku menepuk jidatku

"Maaf, pak. Kurang berapa?"

"45 ribu"

"Oh 5 ribunya balikin, pak. Nih 50 ribu"

"Nah! Baru bener. Makasih, dek!"

"Ya. Makasih juga, pak!" Aku langsung keluar dari mobil.

Aku berjalan sambil memegangi kepalaku yang sakit.

~~~

Aku memasukkan kode kunci untuk masuk ke apartemenku

"Meong..."

"Hai, Vian. Laper ya? Tunggu sebentar." Aku langsung melepas sepatu yang kupakai, dan berjalan ke arah dapur untuk memberi makan Vian.

"Vian!" Aku memanggil Vian, lalu berjongkok menaruh mangkuk Vian yang berisi makanan dan air di lantai

"Meong!" Vian berlari menghampiri mangkuk yang telah aku taruh

Vian adalah kucingku, dia jantan. Aku memungutnya saat dia masih sangat kecil. Aku menemukannya di pinggir jalan, awalnya aku kira hanya sebuah bulu-bulu yang di buang, namun saat itu bergerak aku menyadari kalau itu makhluk hidup.

"Vian, maaf ya, aku pulang telat. Sepertinya aku harus mulai menitipkanmu di penitipan hewan besok." Aku mengusap-usap kepala Vian, namun, Vian menghiraukanku dia asik dengan makanannya

"Hm... sudah malam, besok sajalah mandinya. Aku cuci muka dan ganti baju saja" saat aku ingin berdiri aku merasakan kepalaku sakit kembali

"Hadeh... padahal cuma minum 3 botol, udah sakit kepala"

Aku mengambil baju ganti dan langsung pergi ke kamar mandi mencuci wajahku, dan tidak lupa untuk menggosok gigi

"Vian, anak baik... aku tidur dulu ya. Selamat malam."

Sesampainya aku di kamar, aku langsung menjatuhkan diriku ke atas kasur, dan menjelajah di alam mimpi.



~TBC~

Working & LyingStories to obsess over. Discover now