Hai teman-teman perkenalkan saya Meilani ayu hao,aku akan menceritakan pengalaman pribadiku tentang bagaimana keegoisan menguasai kehidupanku
Masa kejayaan
Malam hari pada tanggal 4 mei 1996,aku lahir kedunia ini aku berasal dari keluarga campuran antara darah china dari ayahku dan darah sunda dari ibuku keluargaku memiliki kekuatan finansial yg memadai,ayahku seorang juragan beras yg membeli hasil panen didesaku sekaligus pemilk tokoh kelontong terbesar didaerahku sedangkan ibuku membantu ayahku mengelola berbagai bisnis tersebut
selama masa bayiku kelurga hidup dalam kemewahan semua pakaian,makanan,bahkan mainanku pun adalah barang-barang yang Mewah
Bahkan ketika usiaku genap 2 tahun keluargaku mengadakan kenduri yg besar dan mengundang seluruh warga desa guna merayakan ulang tahunku.Dalam kenduri tersebut aku bak putri raja yg memakai pakaian mewah
Awal trauma
namun semua kemewahan tersebut tak bertahan lama beberapa hari setelah kenduri diadakan ayahku mendapat kabar dari kakekku yg berada didesa lain bahwa sedang terjadi kerusuhan rasial terhadap ras ayahku,mendengar kabar tersebut ayahku langsung memberitahu ibuku untuk mempersiapkan barang-barang dan meninggalkan desa tersebut karena takut keselamatan kami sekeluarga terancam,dengan tergesa-gesa ibu mengambil semua barang-barang yg kiranya kami butuhkan untuk memulai hidup baru,sedangkan ayahku membangunkanku ditengah tidurku aku yg kebingunan pun hanya diam menuruti perintah ayah untuk mempersiapkan diri ke rumah kakekku,dalam gelap gulita kami membela kehiningan malam dengan mobil kodok milik ayahku,dari kejauhan ku lihat sekumpulan warga sedang membakar rumah kami,aku yg bingung melihat tersebut hanya diam dan menangis dalam pelukan ibuku
menjelang pagi akhirnya kami sampai dirumah kakekku,namun betapa terkejutnya kami melihat rumah kakekku sudah rata dengan tanah ayahku pun bergegas mencari kakekku didalam puing-puing bekas rumahnya,namun tidak ada kakekku disana setelah mencari keberadaan kakekku disekitar rumahnya tetep kakekku tidak ditemukan dan akhirnya ibu mengajak ayah dan aku memakan roti yg ibu sediakan didalam tas yg ibuku bawa,setelah makan kami mendapat kabar bahwa kakekku beserta nenekku masih selamat dan berada dirumah rahasia yg hanya diketahui oleh keluarga ayahku setelah memacu mobil kesuatu wilayah terpencil kami sampai dirumah tersebut,
Awal baru
kami pun berdiskusi mengenai bagaimana cara melanjutkan hidup kami dan disepakati bahwa untuk beberapa waktu hingga kondisi memungkinkan kami untuk kembali berbaur lagi dengan warga,hari demi hari berlalu rutinitas keluargaku hanya diisi dengan kegiatan seputar pertanian dan perkebunan dari hasil panen komoditas itulah keluargaku menghasilkan pendapatan,setelah panen hasilnya akan ibuku jual ke pengepul dan uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian digunakan untuk membeli lagi bibit tanaman.
Masa sekolah
2tahun berlalu sejak tragedi mengerikan itu keluargaku membulatkan tekad untuk kembali membaur dengan warga dengan harapan kami bisa diterima lagi
Setelah beberapa tahun hidup dengan damai damai dengan warga sekitar aku memasuki usai 5 tahun dan ayah memasukkan ku kesekolah dasar didesaku,hari pertamaku bersekolah aku diantar oleh ibuku dihari pertama tersebut diriku sangat gugup hal tersebut cukup normal mengingat aku memiliki trauma melihat sekumpulan orang-orang,hari demi hari berjalan seperti biasa hingga tiba waktu pembagian rapot semester ganjil dan syukurnya aku mendapatkan peringkat pertama diantara teman-temanku,orang tuaku sangat seneng mendengar kabar tersebut dan menyuruhku memilih barang yg aku inginkan sebagai hadiah atas kesuksesanku tersebut sebagai anak kecil yg polos tentu aku meminta mainan sebagai hadiahku dan ayahku pun menyanggupi permintaanku tersebut,
Awal prestasi
keesokan harinya selepas pulang dari pasar aku melihat ayah membawa sebuah kantung kresek yg sangat besar dan akupun sangat senang melihat hal itu,sesampainya didalam ruang tengah
akupun bertanya kepada ayah.
'Apa itu ayah?' tanyaku pada ayah,
'ini?'(sambil memegang sebuah papan)
'iya'jawabku lagi
'ouch,ini papan catur' jawab ayahku.
'catur?,apa itu?' tanyaku dengan penasaran
'catur itu permainan yg melatih kemampuan berpikir pemainnya' jelas ayah terhadap diriku
'ayah bisa memainkannya?' tanyaku
'tentu,ayah jago mainnya' jawab ayah dengan nada optimis
'bisakah ayah ajari aku cara bermainnya' pintaku kepada ayahku
'tentu bisa,ayah akan ajari kamu bermain catur hingga kamu jadi atlit profesional'jawab ayahku
'hehe'tawa kecilku mendengar jawaban ayahku tadi.
apakah meilani mampu mempertahankan peringkat pertamanya disemester genap?
apakah meilani mampu menjadi atlit catur profesional?
Mau tahu jawabannya?
tungguin part selanjutnya ya teman-teman
Saran anda semangat bagi kami :)
Salam warm talk er el
YOU ARE READING
Egosentris
RandomSebuah cerita tentang wanita yg terlalu egois untuk memahami tentang orang lain
