Pemuda bersurai jingga itu masih setia di atas pohon, memandangi langit malam. Manik birunya berbinar melihat hal-hal yang berkilauan di langit.
"Aku serius, aku membencimu."
"Uh ...." Anak itu memegang kepalanya. Terputar memori yang sangat ingin ia lupakan. Mood-nya yang sedang baik langsung berubah.
"Kenapa?"
"Karena kau ada disini. Aku sudah bilang, jangan mengikutiku. Dan kau muncul lagi disini."
Itu salahnya, ia sangat tahu akan hal itu.
"Awaas!"
Anak itu—Subaru tersentak. Sebuah bola melesat ke arahnya. Bruk! Bola itu tepat mengenai wajahnya. Bukan itu saja, ia juga terjatuh karena kaget.
"Akehoshi-senpai!" Seorang anak berambut hitam dengan beberapa helai dicat kuning berlari ke arahnya. "Maaf! Apa kau tidak apa-apa?" Shinobu mengulurkan tangannya.
"Ahaha, iya ...." Subaru menerima uluran tangan itu dan berdiri. "Terimakasih."
"Ada apa Akehoshi? Kau terlihat murung," kata ketua klub basket. "Sudah kubilang, kan? Panggil kami, Ryuseitai, jika dalam masalah!"
"Iya, kami akan membantu sebisa kami," kata Kanata sambil tersenyum lembut.
"Eh? Gak, gak ada apa-apa, kok! Aku baik-baik saja, terimakasih!" balas Subaru. Mereka baik sekali.
"Kalau begitu, kami akan pergi!" kata. "Ayo semuanya!"
Kemudian tiga anggota Ryuseitai itu pergi ke dua orang yang menunggu mereka untuk bermain lagi. Subaru tersenyum, mereka terlihat sangat bahagia.
Malam ini, ada acara menginap akhir bulan setelah Trickstar memenangkan SS beberapa pekan lalu. Selama 7 hari mereka akan tinggal di sekolah. Mereka tidur di kelas masing-masing, entah bagaimana caranya. Sekarang agendanya bebas, kebanyakan berkumpul dengan anggota grupnya masing-masing.
Tapi, tidak dengan Trickstar. Subaru tidak tahu dimana teman-temannya sekarang. Bahkan sejak waktu bebas dimulai, ia tidak melihat satupun dari mereka.
Cring! Sebuah koin dilempar ke arah Subaru.
"Tangkap!"
Subaru menangkap dan memerhatikan koin itu. Berkilau, koin itu berkilau memantulkan cahaya bulan, entah bagaimana bisa. Ia terpana.
"Akehoshi, darimana saja kau?"
Subaru mendongak, Hokuto berdiri di depannya.
"Kami mencarimu daritadi, kau tahu?" lanjut Hokuto.
Subaru terdiam sejenak sebelum merespon. "Ehehe, maafkan aku. Aku kira kalian sedang sibuk dengan yang lain," balasnya.
"Bukan dengan yang lain! Kami sibuk mencarimu, tahu!" kata Makoto dari belakang Hokuto.
"Ya ampun, karena kita sudah menemukan Subaru ... ayo kita main!" kata Mao sambil menepuk bahu Subaru.
"Un ...."
Mereka berjalan pergi darisana.
"Hei, Akehoshi-kun. Tadi kau sedang apa?" tanya Makoto.
"Melihat bintang," jawab Subaru. "Coba lihat, malam ini bintangnya banyak sekali, kan? Bukan itu saja, aku menemukan empat bintang yang bersinar paling terang! Disana!" Dengan riang, Subaru menunjuk ke langit.
"Kau benar!" seru Makoto.
"Mungkin itu kita, haha," kata Mao.
"Hehe! Iya, kan?!"
YOU ARE READING
Nightmare
FanfictionBelakangan ini, Subaru bermimpi buruk. Ia menjadi tidak terlalu aktif dan juga membuat latihan Trickstar terhambat. Subaru tak tahan dengan mimpinya dan berusaha menghilangkannya. Tapi, bagaimana caranya? *** -For Subaru's Birthday- Maafkan kalo OOC...
