0 [Unexpected]

150 11 1
                                        

Bagaimana kehidupan Taehyung ketika bangun dari koma dan mendapati bahwa takdir begitu kejam padanya disaat dia mati-matian berusaha untuk merangkai keajaiban untuk sang adik?


Adiknya pergi meninggalkannya di tengah usaha Taehyung yang justru rela menukar bagian pendongkrak hidupnya hanya untuk menebus perpanjangan umur untuk sang adik.

Taehyung hancur.

Ia terluka.

Hidupnya hampa.

Usahanya sia-sia.

Kini ia hidup sendiri.

Bahkan ketika selangkah lagi untuk meraih, kenapa begitu berat?


Tak ada harapan lagi untuknya hidup.


Perlahan kakinya melangkah menaiki satu per satu palang besi pembatas.

Tak mempedulikan angin dingin yang merasuk sampai ke tulang, terutama bagian kakinya yang telanjang.

Hanya kemeja tipis yang telah robek di bagian lengan dan pinggang, tentu angin begitu mudahnya masuk membelai kulitnya.

Seolah tak peduli dan memang Taehyung tak peduli. Sudah cukup dia dipermainkan oleh nasib kesekian kalinya.

Malam ini saja, dia ingin mengakhiri semuanya. Mungkin dengan menyusul adiknya, dia akan menemukan kebahagiaan yang tak pernah dia raih selama ini.



Hanya dengan satu lompatan saja, dan semua akan berakhir sebentar lagi.

Ya, Taehyung. Kau akan bisa kembali bersama dengan adikmu. Mungkin, jika Tuhan berbaik hati padamu. Atau justru kau akan terlempar di neraka dan membusuk disana.

Taehyung sedikit menyunggingkan senyum remeh pada bibir pucatnya yang membiru, menertawakan pembicaraan konyol yang terlintas dalam pikiran kacaunya.


Sudah sudah. Taehyung lelah untuk hanya sekadar berpikir lagi. Matanya memejam, bersiap untuk menyerahkan diri pada derasnya air sungai yang mengalir di bawah sana.





Aku siap.



Aku siap.



Semua akan berakhir.



Sebentar lagi.




Tidak ada kepedihan lagi.




Tidak akan ada ketidakadilan.


























"Semua akan berakhir, bukankah begitu?"

















Tunggu!

Taehyung dengan cepat menoleh ke samping, pada sosok yang entah sejak kapan telah berdiri  di sampingnya.

Pemuda itu, menatapnya dengan senyuman dan mata yang bersinar,  yang hanya berpegangan pada pembatas besi jalan, sama seperti Taehyung. Bedanya pemuda itu tak diam saja dan jutru mengayunkan tubuhnya ke depan dan belakang.

Sinting, batin Taehyung.


Taehyung memalingkan wajah dari pemuda itu dengan memasang wajah datar seolah enggan menyahut interaksi yang coba dijalin oleh pemuda gila di sampingnya.




"Aku tak sengaja melihatmu saat aku sedang berjalan disini. Kupikir kau akan bunuh diri. Bukankah aku benar?"

"Bukan urusanmu!" Sahut Taehyung cepat.

Dia sudah jengah dengan omongan tak penting dari pemuda gila ini. Siapa dia saja Taehyung tidak tahu. Untuk apa sok kenal dan tiba-tiba mengajaknya berbicara.

"Mari mati bersama."

Konyol! Apa Taehyung tidak salah dengar? Pemuda itu mengajaknya apa? Mati bersama?

Masih tak memahami bagaimana jalan pikiran pemuda sinting ini hingga tiba-tiba tangan pemuda itu secara cepat menarik tangan kiri Taehyung lalu semua terjadi begitu saja.


Pemuda itu, menariknya ikut melompat, memasrahkan diri pada air dingin yang mengalir di bawah jembatan.

Dalam sekali napas saat tubuh keduanya melayang, Taehyung dan pemuda itu saling menatap. Taehyung dengan tatapan terkejutnya, dan pemuda itu, dengan senyuman serta teriakannya.





"Selamat tinggal dunia."





------------- 0 --------------



Hai suha disini.... Long time no see with this orange world. Sorry malah update cerita baru
Wkwk

Aku pasti masih ngelanjutin work aku yang lain kok. Cuman timingnya aja sih. Kerjaan lagi banyak, jadi belum bisa ngetik lanjutannya.

Semoga kalian suka dengan work baru aku ini.

See yaa on chapter 1 💜

Btw happy birthday buat my baby taetae

Btw happy birthday buat my baby taetae

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gemes banget ama bapak dan anak ini. Uuhhh♥


EVANESCENTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang