PERTEMUAN

4 0 0
                                        

Ramadhan telah tiba. Bulan yang telah di nanti oleh umat muslim di penjuru dunia. Semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang suci itu. Termasuk Sinta. Perempuan Berkulit putih berambut lurus yang mempunyai tinggi 150cm.

"Nek, bulan puasa nanti Sinta liburan dimana? Kita ke Sengkang yah biar Sinta bisa ketemu dan ngaji bareng temen" tanyaku

"Iya, Nenek sudah kabari Om kamu disana. Besok terakhir sekolah kan? Siapkan baju kamu, lusa kita berangkat" ujar wanita lansia yang sedang menyulam Benang.

*******

Ke Esokkan hari Di Sekolah.

"Risma ..." teriakku mengejar perempuan bertubuh tinggi itu.

"Duh, ngagetin aja sih ta," muka masam.

"Siapa suruh kamu budeg, dari tadi aku teriak gak di dengerin" celotehku

"Aku kan pake heandset sin, mana denger" Jawabnya meyakinkan

"Oh, hehe ... Btw, kamu mau liburan kemana besok?" tanyaku sambil berjalan memakan roti yang baru saja kubeli.

"Aku kayaknya Gak Keluar kota deh, kalo kamu?" tanyanya

"Kalo Sinta sih, pasti Di Sengkang-lah, secara Dia kan Punya Temen banyak disana. Apalagi Cowo-cowo Ganteng" kata Ummul yang tiba-tiba datang memotong pembicaraanku.

"Dih, ini anak kayak jalangkung aja. Datang tak diundang, pergi tak diantar" ledekku

"Apaan sih Sin, tega bener" masang muka Mewek

"Cup, cup ... Sayangnya akoh, jangan sedih" sahut Risma

"Haha, Drama korea Dadakan Sudah dimulai" ujarku

Hari ini adalah hari Terakhir bersama Mereka. Karna besok aku harus Berangkat Ke luar kota. Puasa Disana Itu seperti kewajiban tiap tahun. Semenjak aku kecil sampai sekarang.
Kota Yang Penuh dengan Kenangan Masa kecil yang sangat indah.

***************

Sengkang, 13 Mei 2016

"Akhirnya Sampai juga" Kataku sambil menurunkan Barang-barang dari Mobil.

"Aunty ... !!!! I'm Coming"

"Salam dulu Sinta," Sahut Nenek

"Hehe, iya Nek. Assalamualaikum! Aku Datang ... Apa ada orang di dalam. Haloo ... Kalian dimanaaaa... Aaa" Suaraku Menggema Memenuhi ruangan.

"Waalaikumsalam, Kalian sudah tiba. Ayo, masuk, Aunty sudah masak makanan kesukaan kamu" Sambut Aunty sambil membawa Barang bawaanku

"Wah, kebetulan banget Perut aku udah pada Demo Minta Makan hehe,"

Selepas Makan, aku ke langusng Naik ke Atas Lantai 2. Biasanya sih, kalo naik disana niatnya untuk liat pemandangan kota. Kalo bukan itu, yah ... Pemandangan Hati. Heeh.

"Dugaanku benarkan, Pandu lagi duduk di teras Rumahnya" Ucap dalam hati.

Pandu adalah teman kecilku, setiap Ramadhan Pasti aku Menghabiskan waktu Bersamanya. Setiap Makan sahur, dia membangunkanku setelah itu kita Ke Mesjid untuk sholat subuh dilanjutkan dengan "jalan-jalan Subuh" menjelajahi kota dengan berjalan kaki. Pandu sedikit lebih tua dariku. Sekarang, dia telah Menduduki bangku kelas 11 SMA. Sedangkan Aku Masih Kelas 9 SMP.
Bisa Dikatakan, pandu adalah teman cowo terdekat. Bahkan, semua tetangga mengira bahwa kita telah pacaran. Nyata-nya tidak. Sampai saat Pandu mengutarakan Cintanya Kepadaku.

"Sinta, Aku suka sama kamu. Will you be Mine" tulisnya di telapak tanganku.

Apa Yang harus kulakukan? Sejujurnya, aku mencintainya. Selama berteman dengan pandu, Rasa itu telah ada.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 29, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

A lost loveWhere stories live. Discover now