Tak setiap perjalanan adalah tentang meraih keinginan.
Beberapa diantaranya justru adalah tentang merelakan kehilangan, mencoba mengikhlaskan, dan memahaminya sebagai bentuk pembelajaran.
Sementara itu, diantara tiap sekat waktu, ada konspirasi masif antara aku dan alinea.
Semacam tak ingin melepaskan isi fikiran secara sia-sia.
Seperti tak mau membuang hikmah yang terlintas di kepala secara percuma.
Aku menulisnya.
Aku mengurungnya dalam alinea.
Aku membacanya.
Aku begitu menikmati tiap rangkaian kata yang menyusunnya.
Lalu tak ada yang tersisa selain mensyukuri hikmahnya, tak peduli pahit atau manis yang kurasa..
Maka jangan heran, selain tentang percikan semesta, ada banyak tentangmu dalam alinea yang tercipta. Karena bagiku, alinea terindah adalah tentang kita, tak peduli bagaimanapun ujung kisahnya..
YOU ARE READING
Alinea Baru
Poetry"Jika pergimu adalah agar kau punya alasan untuk kembali, maka pergilah." - Semoga aku masih di sini hingga nanti..
