Pagi itu, masih kuingat langkah kakiku yang begitu bersemangat menghampirimu. Senyum sumringah tak lepas dari bibirku. Dengan percaya dirinya ku percepat langkahku agar dapat berdiri berdampingan bersamamu.
Tapi, belum selesai langkahku menghampiri mu, kamu bergegas pergi menjauh. Seakan-akan memang menghindariku. "Apa lagi ini? Apa aku ada salah?" Pikirku dalam hati. Dengan tertunduk sedih, kulanjutkan langkahku yang sempat terhenti. Biarlah aku menjadi sebatas bayangmu.
Pagi itu, mood ku langsung berubah drastis. Memikirkan berbagai kemungkinan penyebab kamu menghindariku. "Sebegitu pentingnya kah kamu bagiku, sampai hal kecil yang kamu lakukan sangat berdampak besar untukku?" Tanyaku.
Tidak apa kamu menghindariku. Untuk sekarang, aku sedang berperan menjadi pengamatmu dari jauh. Jika kamu butuh pundak, menolehlah kebelakang. Temui aku dibelakangmu yang sedang berdiri menjadi bayanganmu. Aku lebih memilih lelah karena menjadi pundakmu daripada berdiam diri menjadi bayanganmu yang jauh tertinggal dibelakang.
Nanti kalau sudah tidak ada yang peduli padamu lagi, segera beritahu aku ya. Aku masih menunggumu untuk berbalik. Menunggu keluh kesah mu tentang betapa melelahkannya hal yang kamu hadapi didepanmu.
STAI LEGGENDO
Klandestin
PoesiaArti klandestin adalah secara diam-diam. Seperti aku yang secara diam-diam menjadikanmu duniaku. Jika kamu lupa, disini ada jutaan kata yang lahir karenamu.
