Saya membuat cerita ini karna terinspirasi dari sebuah lagu, so, enjoy it!
***
Rachellia Leonard, berumur 17 tahun, gadis yang bisa melihat sosok yang tidak bisa dilihat oleh orang awam. Bersekolah di sekolah yang lumayan elit, namun seperti neraka bagi Rachel.
***
Rachel berjalan melewati gedung-gedung bertingkat di sebuah kota, ia mengeratkan mantel bulunya agar tetap hangat.
Kupikir akan turun salju lagi, batin Rachel.
Sembari melanjutkan perjalanannya menuju rumah, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan itu membuat Rachel sedikit takut.
Rachel melewati lorong gelap, ditengah-tengah gedung. Ia merasa ada seseorang didalam lorong tersebut, ia semakin mempercepat jalannya.
Dia mendekat, batin Rachel.
Aura itu begitu pekat dan membuat bulu kuduk Rachel berdiri, karna merasakan aura itu semakin mendekat, Rachel semakin berlari tak karuan, beberapa orang yang masih berada diluar melihat Rachel bingung. Pasalnya, Rachel berlari seperti sedang dikejar. Ya, dia sedang dikejar.
Brukk
Tubuh Rachel kehilangan keseimbangan, dan berakhir dengan terjatuh. Rachel mengusap bokongnya yang terasa sakit setelah mencium jalanan dingin bersalju dengan keras.
Rachel mendongak, menatap seseorang yang baru saja ia tabrak. Laki-laki bermata biru dengan rambut pirangnya, sempat terpesona beberapa detik setelah itu ia langsung berdiri dan berucap,
"Ah, maafkan aku, aku tidak berhati-hati," laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Rachel, menatap Rachel lekat. Mata birunya seperti menyiratkan sesuatu.
"Tak apa, berhati-hatilah lain kali" laki-laki itu memiliki sirat mata yang terlihat dingin tak tersentuh.
Rachel menggangguk pelan lalu sedetik kemudian badannya mematung, tubuhnya panas dingin, 'I got You'.
Bisikan itu membuat wajah Rachel memucat, laki-laki didepan nya menatap Rachel bingung.
Didalam penglihatan Rachel, kini seluruh tubuhnya seperti di lingkupi asap hitam pekat, nafasnya tercekat, sebuah tangan hitam muncul dari samping kanan bahunya.
"Ada apa denganmu?" laki-laki itu menatap Rachel yang semakin memucat, setelah itu, Rachel pingsan. Tentu saja laki-laki di depannya terkejut, ia kebingungan, dan langsung meraih ponselnya, dan langsung menelpon ambulance.
***
Flashback on
Tepat di hari ulang tahun Rachel yang ke 17 tahun, ia mulai melihat hal-hal aneh yang menurutnya tak masuk di akal, dia tentu tahu bahwa hantu itu ada, namun, ia semakin tidak biasa dengan bentuk dan wujud asli mereka, yang tidak seperti di film-film yang pernah ia tonton.
Semakin hari, Rachel semakin dihantui dengan penglihatannya, ia sangat ketakutan, apa lagi dengan wujud aneh merangkak di halaman rumahnya setiap jam 10 malam saat ia terbangun karna mendengar suara-suara aneh dari luar.
Dan dari lantai 2 kamarnya, ia melihat makhluk aneh merangkak, bentuk absurd yang tidak bisa dijelaskan, dengan banyak mata yang dimiliki makhluk itu, menatap Rachel dengan pandangan seperti 'I wanna kill you...'
Nafas Rachel seperti terhenti saat melihat mata-mata itu, setelah itu, Rachel berlari masuk kekamar kakak laki-lakinya, dan menceritakan hal itu pada kakak laki-lakinya. Namun, yang Rachel dapat hanya ucapan kakaknya yang mengatakan bahwa ia sudah gila.
Setelah itu, Rachel tak pernah menceritakan apa yang ia lihat pada kakak maupun orang tuanya, ia menjadi pribadi yang tertutup.
Flashback off
***
Mark menatap Rachel yang kini mulai membuka matanya, dokter mengatakan bahwa Rachel hanya terkena serangan panik.
Ntah apa yang terjadi pada Mark, sisi baiknya terbangun saat melihat gadis didepannya ini pingsan begitu saja didepan matanya.
Rachel mengedarkan pandangannya, "Apa aku ada di rumah sakit?" ucap Rachel dengan suara seraknya.
"Ya, kau pingsan dan aku membawamu kemari, dokter bilang kau terkena serangan panik,"
Rachel terdiam, suara laki-laki didepannya terdengar serak, entah kenapa setelah mendengar suara itu nyali nya seperti menciut.
"Dokter bilang setelah kau bangun, kau bisa langsung pulang, aku sudah mengurus administrasi nya,"
Rachel menatap Mark tak enak, "Aku akan mentransfer uang-"
"Jangan mentransfer uang padaku." potong mark dengan tatapan tajamnya.
"Benarkah? Tapi aku-"
"Sudahlah, aku harus segera pulang," Rachel menatap Mark yang berdiri dari duduknya.
"Terima kasih." ucap Rachel setelah Mark keluar dari kamar rawatnya.
***
Setelah beberapa menit ia diperjalanan menuju rumah, akhirnya ia sampai tanpa gangguan aneh yang ia dapat, namun ia kini bertatapan dengan makhluk merangkak didepan rumahnya, Rachel sudah cukup terbiasa dengan kehadiran makhluk itu, dan makhluk itu juga mulai terbiasa dengan Rachel yang bisa melihatnya.
"Rachel pulang,"
Kedua orang tua Rachel dan kakaknya itu menatap Rachel yang pulang lebih dari batasan yang Ayahnya buat.
"Dari mana saja kau?" ucapan Ayahnya membuat Rachel membeku seketika.
"Aku baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok dirumah Selline," memang benar, ia pulang larut karna ada tugas kelompok. Namun, waktunya semakin terbuang karna ia pingsan.
Untungnya jarak rumah sakit tidak terlalu jauh dari rumahnya, saat Rachel berjalan menaiki tangga menuju kamar, suara Ayahnya langsung mengintrupsi pendengarannya.
"Ayah Selline bilang, kau sudah pulang sebelum jam 9, Rachel, mencoba berbohong?"
Tubuh Rachel membeku, "Aku kelelahan, jadi, Aku mampir ke caffe untuk makan dan minum sebentar disana," ia langsung berlari kekamarnya, lalu mengunci pintu, mencoba menetralisir detak jantungnya, Rachel terdiam sambil mengeratkan mantel bulunya.
Ia sudah cukup tertekan dengan drama dirumah ini, tidak ada yang berpihak padanya, Rachel berjalan ke wastafel kamar mandinya, mencuci muka dan sikat gigi, setelah itu ia mengganti baju dengan dress tidur kesukaannya.
Naik ketempat tidur lalu memejamkan matanya. Ia merasa lelah hari ini.
BERSAMBUNG!
29 Nov 19
Mulmed; cast > Mark Miller
BINABASA MO ANG
SECRET
HorrorRachellia Leonard, jika ku beritahu rahasiaku, apa kamu akan tetap tinggal bersamaku? Mark Miller, gadis itu, mengingatkanku pada seseorang, ku pikir aku ingin memilikinya. 2 hati yang bertemu dengan ketidaksengajaan, membuat salah satu diantara ny...
