Rindu.

32 4 0
                                        

Cuiiittt..cuiitt..cuitt.
Pagi itu kicauan twitter, eh kicauan burung terdengar sangat merdu.

"Anggun Amalia Putriiiiii bangoooonnn...
Kamu ga liat sekarang jam berapa hah???"

Begitulah mamaku ketika marah, memanggil nama anak anaknya dengan sangat lengkap. Dia memang sangat bawel, tetapi aku tau, itu semua dia lakukan karna dia menyayangiku.

Pagi ini aku segera bersiap siap untuk pergi bersekolah, dengan niat agar mendapat uang jajan tambahan.

"Pagi sobat miskin kuuu.."
Ngapain ini kok pada ngumpul, tanyaku.
Tugas mtk b*go. Jawab Tiara, teman sebangku ku, yang tukang ghibah.

"PUBG terooooss.."
Lanjut tiyur, salah satu sahabatku yang tukang nyeletuk.

"Yaelah orang mau nerima rapot masih aja ada tugas" ucapku menggerutu.

"Hello gais," Sapa icha yg sering datang terlambat.

"Telat lagi ya lo janda?" Ucapku.
"B*cot" sahut icha.

"Gaes dengerin gw deh, minggu depan bebeb gue mau dateng dari batam buat nemuin gue, gue sama dia udah ga tahan buat nahan kerinduan yang menumpuk dah kek gunung everest iniii.."

"Alay lo bucin." sahut tiara.
"Iri aja lo jomblo," kataku.

"Apa bedanya ama lu yang pacaran online cuma ketemu di hp, situ pacaran sama hp ya?".

"Udah woeeee, gelut teroooos.." kata icha dan tiyur berbarengan.

"Ya maap." ucapku dan juga tiara.

*Teeeettt *teeeettttt *tetttt. Bel pulang pun akhirnya berbunyi.

"Baybay ciwi ciwi quu, si yuu egen, selamat libur panjaaang mwahh." Kata icha.

"Jiji bangs*t." Ucap kami bertiga kompak.

Akhirnya waktu sekolah pun sudah berakhir, aku pun segera kembali pulang kerumahku agar mama tidak mencari cari ku. Karna kalau aku tidak sampai kerumah tepat waktu, mama akan menceramahiku dengan kecepatan omongan nya melebihi The Flash.

MAPALAStories to obsess over. Discover now