Minggu pagi telah tiba,seperti hari minggu biasanya novran selalu bangun pagi sekedar untuk bermain main dengan temen temannya Karena itulah yang di tunggu oleh novran setelah hampir seminggu Novran merasa lelah dengan tugas tugas sekolah.
“Novran main yuuu” suara teman teman novran,mengajak novran bermain
“Bunda novran main dulu ya” pamit novran kepada bunda yang sesang masak di dapur
“Iya hati hati jangan nakal,waktu zuhur pulang ya” balas bunda sambil memotong cabai untuk bahan memasak
Novran pun beranjak ke luar menemui teman teman nya
“Yuk” ajak novran kepada temn teman nya
“Yoo”balas teman teman novran dengan kompak.mereka pun pergi menuju lapangan yang tidak jauh dari rumah mereka ,mereka merencanakan untuk bermain bola, semua asik bermain bersama,tidak merasa lelah walau keringat sudah mengucur membasahi seluruh tubuh
“Vran vran oper vran”teriak dino memberi kode agar novran mengoper bola kepada dirinya
“Ni no siap ya” balas novran kepada dino
Novran pun menendang bola dengan kencang karna terlalu kencang bola nyapun melawang ke sembarang arah, keluar dari garis yang sudah di tentukan
“Vran kemane bola nya?” Kata fatur bertanya kepada novran
“Gatau gua juga,kayak nya si ke arah sana,yaudh gua cari dulu” balas novran,sambil berlari kecil meninggalkan lapangan untuk mencari bola yang hilang enta kemana.
Akhirnya novran menemukan bolanya tepat berada di bawah kaki seorang gadis kecil. Ia pun menyerahkan bolanya pada novran.
“Makasih ya, nama kamu siapa?” Tanya novran kepadanya. Gadis kecil itu tidak menjawab pertanyaan novran ia berlari terburu buru pergi menuju ayah nya yg manggil nama dia
“Kania” panggil sang ayah
Karna itu novran jadi tau siapa nama perempuan imut itu,nama dia kania. Novran kembali lari menuju lapangan karna pasti temantemannya sudah menunggu nya, lebih tepatnya menunggu bola yang dibawa novran, sesapinya di lapangan novran langsung di serbu pertanyaan oleh teman teman nya
“Dari mana aja si van”
“Abis dari mana van”
“Eh udah udah,mending lanjut main,mumpung bole nya udah ada ni?keburu panas nanti”Kata salah seorang teman novran yang kasian melihat novran di serang oleh banyak pertnyaan. Azan zuhur pun terdengar mereka berhenti bermain,
"woi udah dzuhur nih,balik dulu yuk tar kita main lagi"ajak novran kepada teman temannya
"ayu dah,nanti kumpul di sini. Oke"
"oke" balas mereka dengan kompak. novran dan kawan kawan pun menuju pulang untuk sekedar solat, sehabis solat mereka merencanakan untuk lanjut bermain lagi.
Matahari hampir terbenam novran dan kawan kawan pun beranjak pulang,setelah puas bermain berasama.
"assalamualaikum,bunda novran pulang" kata novran saat tiba di rumah,dengan napas yg tergesa lelah sehabis bermain.
"waalaikumsalam, anak bunda sudah pulang,sampe ngosngosan begitu,nih bunda bawakan minum,setelah ini mandi ya bersih bersih" balas bunda dengan lembut khas nya seorang ibu
"siap bunda,novran ke kamar dulu ya"pamit novran setalah selesai menghabiskan segelas air yang bunda berikan untuknya. Novran pun masuk ke kamarnya dan menyiapkan buku pelajaran untuk esok hari. Setelah selesai menyiapkan pelajaran novran pun bergegas tidur di kasur kesayangannya. Ia tidak bisa tidur karena teringat gadis kecil yang menangkap bolanya. ia sangat penasaran kepada sosok gadis kecil itu.
Fajar mulai menjemput sang mentari. novran pun segera bersiap untuk pergi ke sekolah. saat dijalan menuju sekolah ia melihat sosok yang familiar. “bukannya dia cewek yang cantik itu ya?” pikir novran.
***
Setelah bel berbunyi novran pun segera pulang ke rumahnya. Di perjalanan lagi-lagi ia bertemu gadis itu lagi. tapi, mukanya tampak murung tidak seperti anak kecil pada umumnya. Novran sangat ingin mengenal gadis itu lebih jauh.
***
Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa Novran sudah berada di bangku menengah atas. Hari demi hari ia lewati. ia melupakan sosok gadis kecil itu.
“bun, novran pergi sekolah dulu ya.” pamit novran pada bundanya.
“iya, hati-hati di jalan. jangan ngebut bawa motornya.” jawab bundanya.
Novran pergi ke sekolah menggunakan motor merah kesayangannya. saat menaiki motornya ia melihat gadis yang begitu familiar di matanya. tapi, ia tidak bisa mengingatnya. novran pun mengabaikannya dan memilih pergi ke sekolah.
***
Pembelajaran pun selesai. saatnya murid-murid pulang ke rumahnya. begitu juga dengan novran. ia langsung mengendarai motornya menuju ke rumahnya. biasanya anak seumurannya selalu nongkrong bersama teman sepergaulannya. tapi, tidak dengan novran. ia selalu teringat wajah amarah bundannya dan lebih baik pulang. saat diperjalanan, lagi-lagi ia bertemu dengan gadis pagi itu. ia merasa dejavu. tapi, lagi-lagi ia lupa dan berakhir mengabaikannya.
“assalamualaikum bun, novran pulang.” ujar novran saat sampi dirumahnya.
“waalaikum salam, eh anak bunda udah pulang. gimana sekolahnya.” tanya bundanya.
“apa sih bun kayak anak sd aja nanya kayak gitu.” jawabnya sedikit kesal.
“heh, bukannya dijawab malah ngeles.” timpal bundanya tak kalah kesal.
“hmm, biasa aja bun di sekolah. gaada yang patut diceritain.” jawabnya malas. yaudah deh kalo gitu,mandi sana gih bersih bersih,abis itu makan,bunda udah siapin makanan kesukaan kamu"
"iya bun novran ke atas dulu ya"
Saat tiba di kamar novran tidak benar benar langsung mandi, ia letakkan tas di atas meja belajarnya lalu duduk sejenak di kursi santai yang ada di kamarnya, tidak memikirkan apapun hanya sekedar untuk menghilangkan lelah setelah hampir seharian bersekolah. Setelah merasa cukup novran pun bergegas mandi lalu kembali kebawah untuk makan malam bersama dengan keluarganya. Semua sibuk menyatap makanan yang sudah di siapkan bunda, tidak ada bercakap yang begitu serius hanya sekadar percakapan biasa. Selesai makan novran kembali ke kemar untuk belajar, tetapi entah datang darimana tiba tiba novran memikirkan gadis kecil yang membuat novran tidak fokus belajar,ia sangat membenci hal yg mengganggunya belajar, akhirnya novran menyerah ia memilih untuk pergi tidur.
Kring....kring....
Alaram hp novran berbunyi,membuat novran terbangun dari tidur, ia menggegrakkan tangannya mancari hp untuk sekedar mematilan alarm,lalu novran siap siap untuk berangkat sekolah. Suasana hari ini sama dengan sekolah pada hari hari biasa tidak ada yg membedakan. Saat bel pulang berbunyi novran lansung bergegas pulang dengan mengendarai motor merah kesayangan, saat di perjalanan novran bertemu dengan gadis itu,gadis yang bernama kania, tanpa berpikir panjang novran menghampiri kania.
"hai,boleh kenal namamu?" sapa novran sambil menyodorkan tangan untuk berkenalan, tetapi sodoran itu tidak mendapatkan balasan, kania tetap berjalan tidak memedulikan kehadiran novran yang mengajaknya berbicara. Tetapi novran tidak menyerah ia terus mengejar kania ,karna novran menggunakan motor itu membuanya mudah menjangkau kania yang hanya berjalan kaki.
"kamu kenapa?mau ikut bareng dengan ku? janji deh akan ku antar sampai ke depan rumamu" ajak novran kepada kania.
"tidak usah terimakasih" jawab kania kepada novran dengan nada juteknya
"ayolah,sambil kita berkenalan,bolehkan aku menjadi temanmu" ajak novran tidak mau menyerah
"pergi,jangan ganggu aku,aku ingin sendiri" jawab kania sedikit kesal karna telah diganggu oleh novran. Novran pun menyerah mengajak kenalan kania tapi dia tidak menyerah untuk mencari tau adapakah dengan kania,akgirnya novran pun mengikuti kania dari belakang dengan tenang,novran rela menuntun motr nya hanya untuk mencari tau ada apa sebenarnya dengan kania Saat kania sampai di rumah nya novran tidak menemukan keanehan apapaun,dan akhirnya ia pun pergi pulang kerumahnya, hari esok ia merencanakan untuk datang lgi ke rumah kania secara diam diam Minggu pagi telah tiba, sesuai rencana novran kemarin dia akan mendatangi lagi rumah kania secara diam diam untuk mencari tau ada apa sebenarnya dengan kania Saat tiba di depan rumah kania,novran tidak melihat ada hal aneh,hanya saja rumah itu sepi seperti tidak berpenghuni Akhirnya novran nekat melempar batu kecil ke aras salah satu jendela yang ia yakini itu adalah jendela kamar kania Dan benar kania muncul di balik jendela itu Tetapi yang novran lihat keadaan kania sedang tidak baik baik saja,novran melihat mata kania sangat sebab seperti orang habis nangis seharian Novran pun mengajak kania untuk keluar
"aku tau kamu sedang ada masalah,ikut dengan ku yuk,akan ku tunjukkan tempat yang indah yang bisa menenangkan hati kamu.” Akhirnya kania mau,tetapi dia mengurungkan niat nya karna teringat dengan pesan ayah nya yang tidak memperbolehkan kania keluar rumah Novran pun meyakini kania bahwa dia tidak akan kenap napa,dan novran akan bertanggung jawab apabila ayah kania marah.
Setelah selesai siap-siap kania langsung turun ke bawah menemui novran.
“yuk, aku udah siap.” ujar kania. dan novran terpana melihat kecantikan kania.
“naik motor gapapa kan?” tanya novran dengan nada yang lembut.
“gapapa, santai aja.” jawabnya.
“by the way, aku boleh gak panggil darcan.” tanya novran sangat sedang diperjalanan.
“hah? apaan tuh aneh banget. aku baru denger.” jawab kania heran.
“darcan itu bidadari cantik. cocok banget buat kamu.” ujar novran.
“ishh apaan sih kamu. geli tau gak dengernya.” jawab kania.
“geli, tapi kok pipinya merah gitu.” goda novran.
“kok kamu bisa liat si, kan kamu lagi bawa motor.” tanya kania dengan malu.
“kan ada spion, darcan.” jawabnya. novran senang sekali menggoda kania karena ia begitu manis sangat tersipu malu karena ulahnya.
***
Akhirnya mereka sampai di sebuah danau yang sangat indah dan sejuk. mereka berdua terlihar bahagia terutama kania. karena, setelah sekian lama akhirnya ia bisa merasakan ini lagi.
“heyy, naik perahu yuk.” ajak novran saat melihat perahu di pesisir danau.
“ayukkk!” jawab kania dengan senang.
setelah asik bermain di danau akhirnya mereka berdua duduk di pesisir danau.
“novran, terimakasih untuk hari ini. berkat kamu rasa sedih aku hilang. kamu tau? aku sudah lama tidak merasakan hidup sebebas ini. aku lelah berada dirumah. papa selalu melarangku melakukan ini dan itu. rasanya memuakkan.” ujar kania memulai percakapan. hati novran senang dan sedih sekaligus. senang karena ia berhasil membuat kania tersenyum dan sedih karena kehidupan kania sangatlah berbeda dengannya.
“sama-sama cantik. yuk, kita pulang takut papa kamu nyariin.” ajak novran.
“hmmm.” jawab kania sedih. “novran, lihat deh ada senja. asal kamu tau aku seneng banget lihat senja. senja bikin hati aku tenang. tapi sayang, dulu aku cuman bisa lihat senja dari jendela doang. tapi, sekarang aku bisa lihat dia secara langsung. huaaaa aku seneng banget novran.” ujar nya saat sedang diperjalan pulang.
“asal kamu tamu, aku juga seneng lihat kamu bahagia. rasanya kayak ada berjuta kupu-kupu terbang dihati aku.” jawab novran.
“kania, lain kali kamu mau gak pergi ke danau itu lagi.” tanya novran.
“mau bangettt!!” jawab kania
***
Akhirnya mereka sampai dirumah kania. mereka berdua kaget ketika melihat tampang papa kania sedang duduk di halaman rumahnya. tampang kania berubah menjadi ketakutan. novran hanya bisa menenangkan lewat tatapan mata saja.
“kania, kamu kemana aja! papa kelimpungan nyariin kamu.” ujar papa kania marah.
“maafi kania pa.” jawab kania sambil menundukkan kepalanya.
“ini lagi. siapa kamu?! berani-beraninya bawa anak saya pergi. kamu ngapain anak saya hah!” ujar papa kania marah kepada novran.
“saya novran om, maaf saya lancang bawa anak om pergi. maksud hati saya mau menghibur anak om.” jawab novran.
“kamu tahu gak?! kenapa saya melarang keras kania untuk bergaul sejak kecil.”
“karena dulu kakaknya kania terbawa pergaulan bebas sehingga menyebabkan ia hamil dan bunuh diri. pada masa itu saya terlalu acuh terhadap pergaulannya. Keluarga kami hancur. istri saya depresi dan berakhir dengan kematian. oleh karena itu, saya selalu protektif kepada kania. karena saya gak mau peristiwa itu terjadi sama kania juga.” ujar papa kania dengan nada yang sedih.
“maaf om, tapi menurut saya dengan memperlakukan kania seperti itu juga om membuat kania tertekan. dia kesepian om. dia butuh bersosialisasi dengan banyak orang.” jawab novran sambil sedikit menasehati papa kania.
kania kaget mendengar cerita papanya. ia hanya menyimak dan menangis.
“makasih, udah buat om sadar novran. selama ini om terlalu takut kejadian itu terulang.” ujar papa kania.
“kania, sini nak. papa mau minta maaf terlalu mengekang kamu selama belasan tahun ini. papa seneng kamu punya temen sebaik novran. sekali lagi papa minta maaf. sekarang kamu bebas mau ngapain aja. tapi, aku harus bisa menjaga yang ada di diri kamu.” ujar papa kania.
“kania maafin pa, kania sayang sama papa.” jawab kania.
novran terharu melihat kedua orang tersebut. rasanya ikut hadir ditengah-tengah mereka.
***
sekarang novran dan kania sedang duduk di taman komplek rumah mereka.
“novran, terimakasih sudah mengubah hidupku. kamu hebat. aku gatau harus bales budi apa sama kamu.” ujar kania.
“sama-sama, gmn kalau balas budinya kamu jadi pacar aku gimana?” tanya novran.
“hmmm yauda deh.” jawab kania.
akhirnya mereka semua berakhir dengan bahagia. beban di hati kania dan papa nya hilang sudah. sekarang hanya akan ada cerita antara ia dan kania.
TAMAT
