Chanyeol menarik tangan Sehun dengan sedikit mencengkram, membawanya ke tempat yang lebih sepi untuk berbicara pada kekasihnya. Chanyeol berjalan dengan cepat, bahkan Sehun pun tidak bisa mengikuti langkah kaki panjang namja tersebut.
Sehun menyentakkan tangannya karena tidak bisa lagi ia menahan kebas karena cengkraman Chanyeol
"Kau apa-apaan sih hyung?" Tanya Sehun sembari mengelus pergelangan tangannya.
"Kau yang apa-apaan!" Chanyeol memutar balik pertanyaan Sehun dengan pernyataan. Sehun menaikan sebelah alisnya, ia bingung dengan kalimat kekasihnya
"Aku tidak mengerti" ucapnya, Chanyeol menatap tajam namja manis di depannya. Yang membuat namja manis tersebut sedikit takut melihatnya.
"Kau kemarin hang out dengan Jongin?" Tanyanya dengan ekspresi datar dan dingin. Sehun sekarang tau apa yang membuat kekasihnya tiba-tiba menariknya setelah ia baru menginjakkan kaki di lobby kampus.
"Ya" jawab namja manis itu singkat, ia sudah mengerti apa yang terjadi selanjutnya. Chanyeol akan menuduhnya macam macam seakan ia tidak bisa menjaga cinta yang diberikan kekasih tiangnya itu.
"Apa saja yang kalian lakukan?" Chanyeol sama sekali tidak merubah ekspresi dinginnya. Setiap kalimat yang terlontar dari bibirnya seakan mengintimidasi Sehun
"Dia hanya mengantarku membeli kado untuk eomma, hyung. Tidak lebih!" Sehun berusaha untuk tidak terlihat takut dengan aura yang kian terasa menakutkan pada diri namja tampan di hadapannya ini.
"Oh ya?" Chanyeol tersenyum meremehkan, seolah kata per kata yang keluar dari mulut Sehun adalah sebuah dusta. Menyebalkan memang, entah Chanyeol itu possesif atau dia memang meragukan cinta Sehun padanya.
Sehun menatap Chanyeol tajam, apa perkataannya terdengar seperti kebohongan? Sungguh, ia tidak pernah berbohong. Kecuali pada dirinya sendiri.
"Kenapa kau menatapku seperti itu hyung? Kau tak percaya?"
"Aku tidak mengatakan apapun" ujarnya
"Lalu kenapa? Kau marah?"
"Siapa orang yang tidak marah jika kekasihnya keluar dengan namja lain?!"
Sehun mengepalkan tangannya berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengucapkan kata kata yang sudah ia susun dalam otaknya.
"Kekasih? Dengar ya kekasihku, siapa orang yang tega membiarkan kekasihnya menunggu hampir 2 jam di depan mall tanpa di beri kabar?!" Kini Sehun yang menatap tajam lurus pada mata bulat itu.
Chanyeol tersentak mendengar ucapan Sehun, tiap kata yang terucap seakan ada tekanan yang membuat semuanya jelas ini salah siapa.
"Aku sudah menelfonmu puluhan kali, pesan yang kukirim untuk menanyakan keberadaanmu sama sekali tidak kau lihat Park Chanyeol!"
Ia lupa, sungguh, ia ada janji dengan kekasih manisnya tersebut untuk menemani membeli kado sebagai anniversary eomma dan appanya. Tapi saat itu juga Rose memintanya untuk menemani gadis itu ke perpustakaan kota meminjam buku sebaga referensi makalahnya. Dan Chanyeol setuju saja.
"Kemarin aku sama sekali tidak ingat, karena aku pergi ber-" ucapan Chanyeol terpotong oleh kalimat Sehun
"Kau lupa hyung? Karena dia?" Tanya Sehun. Namja cantik itu menghela napasnya, ini terlalu sering terjadi saat Chanyeol membuat janji dengannya.
"Tidak apa, aku sudah mengirimkan kadonya pada eomma. Jangan lupa lagi lain kali" dan selalu kalimat ini yang akan Sehun katakan.
"Sehun aku-"
KAMU SEDANG MEMBACA
About A Feel [Oneshoot]
Fanfictionkau meragukan cintaku tapi kau sendiri masih terjebak dalam masa lalumu dengan'nya', kau pikir ini adil?
![About A Feel [Oneshoot]](https://img.wattpad.com/cover/206682916-64-k57785.jpg)