1. The Interview

16 0 0
                                        

Sebagai fans berat motogp sejak 10 tahun lalu. Aku sudah punya banyak referensi kisah hidup para pembalap keren itu. Sebenarnya cerita ini dibuat sedikit mirip sama kisahnya salah satu pembalap sebagai referensi. Kalau sesama fans motogp pasti tahu siapa doi. Walaupun ada referensi orang nyata dan semua backgrousnd nya sama tapi isi cerita disini semuanya hanya fiktif dan murni khayalan aku.

Tulisan ini bisa dibilang fanfiction buat yang suka motogp atau kalaupun yang belum tahu aku pengen ngenalin. Ada loh jalan hidup seperti ini. Semoga ada yang sukaaaa...

Selamat membaca!!!

***

"Ini lah dia juara dunia motogp 2019.... Mathiaaaas Alentaaaaa"

Suara tepuk tangan dan berbagai siulan bergemuruh menyambut kemunculan Mathias diatas panggung. Mathias tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang putih dan rapi, tak lupa ia juga melambaikan tanganya pada penonton.

"Hai Math, apa kabar?" Sapa seorang pria yang sudah menunggunya di tengah panggung. Pria bernama Jack itu mengulurkan tanganya menyambut kedatangan Mathias.

"Baik" Mathias menyambut uluran tangan sang pembawa acara, masih dengan senyuman di wajahnya.

"Silahkan duduk Math," Jack menunjuk pada sofa ditengah panggung yang sudah disiapkan.

Mereka berdua duduk menghadap ke penonton, acara talkshow ini memang dibuat sedikit santai.

"Senang sekali bisa mendapat kehormatan bertemu dengan 8 kali juara dunia motogp"

"Aku juga senang bertemu denganmu lagi" Mathias merujuk pada betapa seringnya ia berada dalam acara ini. Setiap kali ia meraih gelar juara dunia, ia pasti diundang sebagai bintang tamu. Artinya ini sudah ke-8 kalinya ia disini.

"Jangan bosan datang kemari" Sang pembawa acara pun menanggapi lelucon Mathias.

"Sekali lagi selamat atas kemenanganmu yang menakjubkan tahun ini. Eight ball ya"

Eight ball seperti pada permainan bola billiard, simbol itu tahun ini digunakan Mathias sebagai bentuk perayaan kemenanganya. 8 kali juara dunia motogp.

"Terima kasih, terima kasih" Mathias tampak sangat santai dan bahagia.

"Aku masih sangat ingat 6 tahun yang lalu kau menjadi pembalap termuda yang meraih gelar juara dunia motogp dan lihatlah sekarang Mathias juara dunia 4 kali berturut-turut. Aku fikir hidupmu sangat bahagia ya sekarang?"

"Ya tentu saja aku bahagia, Repsol Honda sangat membantu dalam olahraga ini. Aku berada disini menjalani passionku dan semuanya berjalan lancar sampai saat ini. Semua berjalan lancar di track balapan dan semuanya berjalan lancar juga dalam kehidupan." Mathias tersenyum menampakan deretan giginya yang rapi, bahagia sepertinya adalah kata yang pas menggambarkan situasinya sekarang tanpa perlu ia tutup-tutupi.

"Aku rasa tahun ini kamu menang relatif mudah ya. Apa rahasiamu untuk bisa sangat konsisten? Maksudku kau selalu podium 1 atau paling jelekpun di podium 2. Apa rahasianya hah?" Tanya Jack sambil menaik-naikan alisnya.

"Ya aku rasa musim ini aku berusaha untuk sedikit lebih tenang. Tapi sesungguhnya itu tak semudah yang orang-orang fikirkan. Kau tahu kan dengan semua tekanan itu. Semua orang menungguku jatuh, itu tidak mudah dan aku rasa ketenanganku menghadapi ini semua sudah berhasil untuk musim ini"

"Ya aku rasa kau menghadapinya dengan sangat baik musim ini. Bicara soal persaingan, menurutmu tahun ini siapa pesaing yang paling berat?"

"Hmmm secara posisi klasemen sampai akhir tentu saja Ducati, Dovi adalah pesaing yang cukup konsisten 3 tahun belakangan ini. Tapi Yamaha di paruh musim terakhir kemarin benar-benar mengalami kemajuan. Kau tahu kan Fabio dan Maverick."

MotoGP RiderHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin