Namaku diksi dan aku ingin mnceritakan kisah ku sendiri.
berawal pada hari disaat ku sedang bermimpi.
Aku melihat keindahan alam yang sangat asri dengan bermacam satwa yang sangat cantik.
dihadapan ku pemandangan gunung yang sangat besar seolah memperlihatkan kegagahannya kepadaku. tidak mau berhenti sampai disitu aku mulai memanjat batu besar dengan keinginan ada keindahan apalagi yang bisa aku lihat dari atas.
Tidaklah seperti diawal penglihatan ku, Kali ini aku terkejut melihat kakek tua yang sedang mengusir sekelompok singa yang berada disekeliling nya.
Tidak berfikir lama akupun lompat turun ingin melihat nya dari dekat, Namun pada saat itu juga pandangan ku terhalang oleh pohon besar , sehingga membuat ku berlari lagi menghampiri apa yang barusan tidak nampak dipenglihatan ku.
aku rasa sudah dekat, aku mulai mengendap endap dibalik pepohonan. namun ,lagi lagi ada yang aneh ketika aku mengintip dari balik pepohonan yang menutupi setengah tubuhku.
Kali ini aku melihat kakek itu sedang duduk bersandar di batu besar tanpa ada singa yang terlihat ingin memangsa nya tadi. rasa pnasaran ku semakin memberanikan ku untuk menghampiri, ku tegur dengan salam" assalamualaikum "
kakek itu melihat ke arah ku dan langsung menggoreskan tongkat nya ketanah yang membentuk ucapan kembali salam kepadaku."Waalaikumsalam"
kakek itu tidak berbicara hanya dengan tongkat itulah aku mengerti bahwa dia mengunakan nya untuk berkomunikasi dengan ku. lalu dia mulai memainkan tongkatya lagi dan menggoreskan sebuah Kata, ("apa yang sedang kamu lakukan disini nak? kembali lah kamu, cari jalan menuju pulang".
membaca goresan itu aku makin tak mngerti ,Dari apa yang dia tulis mengapa aku disuruh kembali mencari jalan pulang,
hal itu tidaklah menghentikan kmauan ku. aku tetap bertanya apa yang sedang terjadi dengan singa yang aku lihat tadi? mengapa setelah aku mendekatinya tidak terlihat singa -singa itu kek? tolong jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?
apa kakek berhasil mengusir nya, Dan hanya dengan tongkat itu kakek melakukan nya?
kakek itu tiba-tiba tertawa terbahak -bahak mendengar tanya ku barusan, aku makin tidak mengerti mengapa,apa yang salah dengan pertanyaan ku .
jelas itu yang aku lihat . lalu kakek yang tadinya hanya terdiam dan menggoreskan tongkat nya untuk menulis tiba -tiba berdiri dan berteriak didekat telinga ku. " aku adalah kamu yang tersesat sampai kamu melihat aku setua ini " oleh sebab itu ketika aku melihat mu aku langsung menyuruhmu kembali carilah jalan pulang" bangun dari tidur mu diksi dan lupakan kesepian yang saat ini kamu lihat di diri ku "diri mu sendiri" aku semakin tidak mengerti dengan apa yang dimaksud, kalimat yang diucapkan nya sangat asing namun terasa sangat hangat dan seolah aku ingin terus mendengar nya. lalu aku bertanya dimana singa -singa yang ku lihat tadi kek? kakek itu tersenyum dan melanjutkan ucapan nya, hey diriku diksi apa yang kamu lihat dari kejauhan berupa hal yang bahaya itu tidak lah benar -benar nyata.
hanya tipuan mata.
maka jangan lah sesekali mendekati bahaya yang kau lihat dari jauh, karna itu adalah kemasan masalah yang semenarik mungkin menarik mu. dan disaat kamu sudah mendekat kamu dibingungkan dengan masalah apa yang terjadi sebenarnya sehingga kamu terus menanyakan dimana bahaya itu. dan saat kamu sibuk bertanya -tanya pada dirimu sendiri apa yang terjadi, kamu tidak sadar bahwa bahaya itu sedang bersembunyi dan sudah siap menerkam mu dari arah mana saja. meskipun kamu sadar akan masalah nya tapi kamu akan berlari terus untuk menghindari bahaya nya. Kamu bisa saja berhasil menghindari nya ,namun kamu akan tersesat sampai kamu menua .
kamu terus mencari jalan menuju pulang sama seperti apa yang sedang kamu lihat dihadapan mu yang melainkan ialah diri kamu sendiri.
"Dari kejauhan , banyak hal menyenangkan untuk di pelajari,bahkan didalam mimpimu sendiri.tampak menakutkan."
VOCÊ ESTÁ LENDO
ingga cinta diksi luka, 1 teleskop.
AventuraBercerita tentang visi- misi diksi yang ingin berlayar ke samudra ide, Namun tedampar ke sebuah pulau sahabat. bersama ingga penuh kesal kesan dengan perjuangan yang berubah haluan kearah penyelamatan kasih sayang dan ke dalam isi hati bertemankan c...
