Pada hari sekarang,
Jam sekian,
Masi setia di bumi.
Untuk penghuni Neptunus, kusampaikan salam dari bumi Indonesia,dalam bahasa Nusantara. Semoga kalian mengerti.
Selamat pagi, siang, sore, atau malam ? Atau tidak ada istilah itu disana ?
Hai Neptunus, dewa laut ku, apa kabar ? Aku mau cerita sesuatu nih...tidakkah planet kalian sedang gempar ?
Kurasa ada salah satu bagian dari anggota kalian yang mengasingkan diri atau bahkan justru terdampar sampai disini. Di bumi, tempatku berasal.
Dia betul berasal dari sana kan ? Aku penasaran, karena jika kusebut manusia, kurasa tidak ada yang menyerupainya. Makhluk yang menurutku terlalu menikmati sisa hidupnya di bumi. Dia selalu santai, bahkan saat ada hati yang telah di porandakannya.
Jika betul, berperan apakah dia disana? Pengumpul debu magnet? Atau pengendali tenaga gravitasi? Seperti hidupnya berkecimpungan dalam dunia tarik menarik. Dasarnya, dia sekarang pun sedang begitu. Meski diam, dari dalam tubuhnya seolah memberikan energi magnetik pada manusia. Dan kurasa, aku telah menjadi salah satu besi yang tertarik pada sumber sangat berbahaya di ujung sana. Biru.
Bila kalian telah selesai merakit roket untuk datang kesini, semoga secepatnya. Tolong bawa dia pulang, biarkan jarak memberikan ruang agar aku mampu bernafas bebas. Biarkan hati juga ikut istirahat dan mematikan diri terhadap perasaan. Karena hadirnya, lilin yang berusaha kumatikan tak kunjung padam juga.
Satu hal lagi,
Ku bahagia telah lahir di dunia ini, kau ada diantara miliaran manusia dan kubisa dengan radarku menemukanmu...
Bawa saja dia pulang bila hadirnya hanya sebatas angan.
Bagaimana mungkin dia diciptakan serupa dengan bintang ? Pantas dikagumi tanpa pernah mampu dimiliki. Bawa dia pergi, Neptunus!!! Bawa segala harapan dan doa yang selalu terpanjat dalam diam. Karena dengan hadirnya disini pun akan percuma, realitanya tidak pernah ada yang tau hati itu milik siapa.
Biru,
Pulanglah, jangan buat aku terlarut dalam perasaan ini. Culik dia, bawa dia pergi jauh dari sini. Aku lelah Neptunus, pergilah, buat lah jarak yang hilang agar tidak ada yang tersakiti. Biru.
Jika surat ini telah sampai di Neptunus, aku akan berganti mengabarkan sesuatu lain pada Uranus. Bahwa mungkin, rotasiku akan berusaha kukembalikan kepadanya. Semoga aja.
Sekian..
Terima kasih
Salam aku dengan
Waktu yang terlalu
Pagi untuk merindukan.
