Gerbang yang besar berkarat yang sudah termakan oleh usia. Atap genting yang sudah berlumut menambah kesan special di susana villa tersebut. Beberapa baris genting yang sedikit mulai melorot. Jika hujan pastilah villa itu bocor.
Warna putih yang bercampur dengan debu jalanan, membuatnya pesan tersendiri. Bahkan dari lantai yang bertajuk mewah kini menjadi gersang dan membuat mata hambar.
Mereka belum tahu isi villa tersebut. Sebuah misteri besar yang terdapat Villa di Perempatan Jalan yang meninggalkan cerita seram. Dari rumah dan villa villa lain disekitar daerah sini , villa ini yang paling berbeda. Yang lain ada beberapa yang meninggalkan retakan retakan kerusakan akibat gempa 10 tahun yang lalu, Mulai dari dinding retak sampai lantai yang lepas.
Dafa melongo memandangi teman temannya yaitu Erna, Salwa, dan Febri. Rasanya mereka tidak percaya kalau harus mendiami villa tersebut sebagai tempat istirahat liburan akhir tahun ini. Mendiami villa yang sudah tua rasa rasa yang sudah tidak layak huni. Lingkungan juga tidak kalah menorehkan pesan seram di halamannya. Semak belukar yang ada di pohon tinggi bahkan lebih tinggi dari villa itu. Tetangga jauh, villa ini terletak di Perempatan Jalan. Lalu tak jauh dari pemakaman umum. Pepohonan yang besar dan tinggi masih mengelilingi villa ini. Termasuk pohon tinggi yang di halaman villa. Bulu kuduk mereka mulai berdiri.
" Daf, ayo daf! Kita cari villa lain saja " rengek Salwa pada Dafa.
" Kemana? Tempat terdekat dari tujuan liburan kita ya villa ini gimana si! " Sahut lemah ( empat saudara itu saling menatap satu sama lain dan susana terdiam sejenak )
Mereka pun menghela nafas, untuk memberanikan untuk tinggal di villa itu.
" Ayo kita masuk " nada ketakutan yang di lontarkan Dafa untuk saudaranya.
Mereka melangkah , mendahulukan kaki kanan yang agak gemetaran. Saat telapak mereka menginjak lantai . Sensasi merinding yang ga karuan menghampiri.
Erna dan Salwa mengemas villa perlahan lahan. Dafa dan Febri membantu menebas rumput di sekeliling halaman villa. Sebelumnya villa ini lama kosong dan belum boleh di tinggali , akan tetapi masalah keadaan yang mendesak ke empat saudara tersebut boleh meninggali villa itu.
" Er , kita udah selesai " Febri meneguk sebotol air di teras.
Melihat rumput yang sudah tidak ada dan juga lantai yang sudah tertambal sempurna.
" Ya, oke " Erna menyaut dengan nada senang .
Ada kolam kecil didekat pintu dapur. Setelah dibersihkan villa ini begitu sangat layak dipakai dan bagus . Hanya beberapa cat tembok yang mengelupas dan perlu di cat ulang agar terlihat indah. Selebihnya tidak terlihat buruk.
Bahkan dibelakang villa ada penampung air hujan yang sudah terisi semua. Tetapi mereka tidak menggunakan . Villa ini sejak lama kosong tidak menutup kemungkinan kalau airnya tidak sehat untuk di pakai.
Febri naik ke lantai dua dan mengangkut beberapa ember untuk dia mandi. Sedangkan Dafa masih duduk istirahat sembari menunggu Febri selesai mandi. Saat naik beberapa anak tangga Febri mulai mendengar rintihan anak kecil yang meminta tidak naik ke atas.
" Jangan! Jangan! Kamu tidak boleh kesana " Suara samar yang terdengar Febri.
" Siapa Itu? Siapa? Kok aneh kayak aku mendengar suara anak kecil , ah bodo! Yang penting aku mandi dulu " sahut febri yang berani.
Sebelum masuk ke kamar mandi febri melihat foto lama yang sudah bersarang laba laba foto itu ada seorang anak kecil perempuan dan nenek. Setelah melihat foto itu dia tidak ambil pusing untuk mandi. Febri berbalik badan dan masuk kamar mandi , sebelum menutup pintu foto itu mengedipkan mata dan terjatuh pecah .
Febri teriak dan ketakutan meninggalkan dengan cepat kamar mandi serta membanting pintu dengan keras.
YOU ARE READING
VILLA DI PEREMPATAN JALAN [ PART 1 ]
HorrorHai Nama ku Lana , aku mengusung cerita tersebut karena aku sedikit tertarik sama cerita cerita horor kayak ada sensasi tersendiri gitu hahaha 😂 oke next !! Dalam cerita tersebut ada beberapa tokoh yang hendak pergi liburan akan tetapi saat mencar...
![VILLA DI PEREMPATAN JALAN [ PART 1 ]](https://img.wattpad.com/cover/206373222-64-k80965.jpg)