Siang itu terik matahari sangat panas membuat seorang gadis berusia 19 tahun itu ingin berada di dalam rumah saja, hanya karna keinginan Pak guru alias pelatih kesayangan nya, ia pun melangkah keluar dari rumah. Sebut saja nama gadis itu Sisi, dan nama Pak guru nya adalah Fauzan.
***
Sisi's POV
Hi.. nama ku Sisi, nama lengkapku Sisi Pricilia Rahayu. Aku adalah anak tunggal, tak mempunyai kakak atau pun adik. Ibu ku adalah seorang ibu rumah tangga, ayahku hanya seorang wiraswasta.
Usia ku sendiri sudah menginjak 19 tahun, pekerjaan ku adalah menyanyi. Ya, aku suka bernyanyi. Kebetulan aku adalah vokali dari sebuah band indie yg cukup dikenal disini. Menurut orang - orang hidupku terlihat sangat bahagia, itu memang benar adanya. Namun yang mereka tidak tahu dari hidupku adalah aku ini sebenarnya kesepian. Aku tidak mempunyai pacar seperti teman - temanku yg mungkin tiap bulan gonta ganti pacar, itu alasan nya aku mual pacaran kalo ujung - ujungnya putus terus ganti lagi.. mending nunggu waktu yang tepat aja deh sampe udah bener - bener serius.
Siang ini aku harus ke rumah guru ku, sebenarnya tidak ada kepentingan apapun hanya kumpul biasa. Namun guru ku meminta ku hadir. Ia adalah guru ku sekaligus pelatih sewaktu SMA.
Aku berjalan sendirian menuju rumah Pak Fauzan, karena rumahnya dekat dengan rumahku.
16.00 PM
Mama : Si, pulang..
dan aku berpamitan kepada Pak Fauzan untuk segera pulang, karena mama sudah sms.
Ketika aku berjalan pulang, aku mampir dulu di bengkel milik kakak sepupuku. Disitu aku bertemu banyak teman - teman kakak sepupuku. Sebetulnya aku sedikit malu, mereka terus men'CIE CIE'ku dengan salah satu teman sepupuku namanya Roni. Entah darimana gosip itu datang yang jelas setiap mereka bertemu denganku mereka akan selalu bilang 'CIEE RONI' hmmm aku tak habis fikir..
sampai salah satu teman sepupuku yg menarik perhatianku, ia juga terus meledekku seperti yang lainnya, Namanya Ahtar dan sepertinya aku sudah tidak asing lagi dengan nya. Aku kenal dia bahkan dari kecil, hanya tampilan nya sekarang agak sedikit berbeda. Yang ku tahu, usianya sekarang menginjak 26 tahun. Wah dewasa nih, udah mateng. Ahtar sendiri masih bersaudara dengan sepupuku, berarti Ahtar denganku ya memang masih ada ikatan saudara, tapi caqep dan aku suka.. Ya ampun sisi, maklum ya aku ini jomblo udah lama..
Aku langsung bergegas kerumah, dan tangan mungilku ini mulai mengetikan nama 'Ahtar' di kolom pencarian di salah satu social media.. Ahaaaa, ada nih.. disitu tertera nama 'Ahtar26' dan dengan kekuatan stalking yang sudah sangat handal, aku sedikit stalk tentang Ahtar ini, wah tapi tak ada tanda - tanda dia punya pacar. Ini kesempatanku ckckckck.
Ku mulai men'Dm Ahtar, sedikit penasaran aku mencari cara agar terus chat dengan nya. Mulai dari minta Follback, minta nomor sebulan setelah nya. Ya ampun aku murahan sekali. Hahaha
Hari - hari berlalu, sekarang sudah memasuki bulan Juli. Aku dan Ahtar terus berkomunikasi tanpa henti, bahkan saat kemarin hari lebaran. Aku sempatkan untuk selfie dengan Ahtar di rumahnya. Eits jangan salah paham dulu, itu hanya acara silaturahmi keluarga.
Hari ini kebetulan keluarga sepupuku akan pergi karena ada urusan mendadak. Aku di tugaskan jaga rumah, namun jika aku sendiri aku takut. Lalu aku menghubungi teman sepupuku yang bernama Idan, dan tentu saja aku menghubungi Ahtar.
Malam itu aku senang sekali, bisa ngobrol sedekat dan selama itu dengan Ahtar. Ahhh indahnya, aku jadi membayangkan menjadi kekasih Ahtar.. haduuu, apa - apaan si pikiranku.. hahahahaha..
Keesokan harinya, aku menjalani hari - hari biasa yaaaa membosankan sekali.. tapi beda jika sudah ada Ahtar.. huhu.. ku begitu mengaguminya..
"Ma, mama tau ahtar kan?" tanya ku kepada mama.
"Ya, kenapa emang?" jawaban mama dengan tatapan curiga. "Jangan bilang, kamu suka ya." tanya mama..
"kalo iya gimana ma" jawabku malu.
"Ya gak apa - apa sebenernya, cuma kan dia masih ada ikatan saudara dengan kita. Emang gak malu?" Tanya mama. "Malu? kenapa harus malu. Yang penting bukan saudara kandung." Jawabku percaya diri sekali, 'kaya ahtar mau aja sama aku' haha aku menertawakan diriku sendiri.
Ketika malam tiba aku masih bertugas jaga rumah, kali ini yang datang hanya Idan, aku bermaksud bertanya Ahtar kemana, idan sudah menjelaskan duluan..
"Maaf ya si, sekarang sendiri nih nemeninnya. " Ujar Idan.
"Emang Ahtar kemana A Idan" aku meng'Aa' kan Idan, karena ia lebih tua dariku.
"Lagi jalan tadi mah liat" Kata Idan.
hatiku langsung sesak mendengar itu, 'jalan' apa maksudnya..
"Jalan ama siapa emang A?" tanyaku dengan penasaran.
"Sama Ceweknya atuh." Jawab A Idan dengan santai tanpa tau perasaanku sedang berkecamuk. Harapan ku ludes, sirna..
Malam itu aku menangis, lagian kenapa coba aku berharap sejauh itu. Aku aja jelas - jelas belum tau pasti status nya Ahtar. Terus arti mereka sering komunikasi, ketemu, itu apa?
'Itu mah normal - normal aja Sisi, kamu nya aja baperan' Otakku berkata seperti itu.
Hari, minggu, bulan sudah berganti..
Aku mulai menjauh dari Ahtar, jarang membalas chat. Ku pikir ia hanya membuatku baper lalu pergi, ia gak beda jauh dengan cowok - cowok yang pernah ku kenal.
Hari - hari ku di sibukan dengan manggung, main, manggung, dan main. Aku bertemu banyak orang, bahkan aku sempat dekat dengan teman satu komunitasku. Namun tak lama, akhirnya aku memilih sendiri lagi. Terus begitu tak pernah menemukan cinta yang seperti aku ke Ahtar. Entah aku ke Ahtar ini cinta atau rasa penasaran saja. Hanya berbulan - bulan aku terus memikirkan Ahtar.
Saat itu hp ku rusak, dan aku baru saja ganti hp. Nomor - nomor di hp sudah hilang, Nomor Ahtar pun hilang.
"Kayaknya aku gak harus hubungi Ahtar, anggap aja move on" Ujarku pada diri sendiri.
Oktober, November. Aku sama sekali tidak kepikiran Ahtar. Aku benar - benar move on, perasaanku sudah biasa saja.
Saat ini, aku dekat bahkan berpacaran dengan seorang drummer band. Dia cakep juga, baik. Kami ya begitu seperti layaknya orang pacaran. Jalan, main, kadang dia ke rumahku. Aku merasa aku sudah bahagia karena aku bisa melupakan Ahtar yang berhasil membuatku galau berbulan - bulan. Ternyata aku salah, ketika kekasih ku yang seorang drummer itu selingkuh. Ternyata selama berpacaran denganku, ia juga memiliki pacar. Hanya saja lebih dulu denganku. Menurutku ini gila.
20.00 PM
Maafin aa ya, aa kayaknya pilih Kia.
itu chat dari kekasihku, maksudku mantan kekasih. Karena aku sudah merelakan dia, biarin aja. Lagi, dan lagi aku ikhlas disakiti.
Kadang aku bertanya kenapa orang begitu jahat, aku tidak pernah menjahati orang ataupun menyakiti orang. Tapi orang selalu menyakitiku.
Memasuki bulan desember aku harus memasuki fase move on lagi. Bosan sebenarnya, selalu seperti ini. Aku sendiri lagi.
Pertengahan bulan Desember, aku mulai menghubungi Ahtar lagi lewat DM. Aku memberi tahu perihal hp ku rusak dan ganti nomor.
Dan sekarang aku sudah seperti biasa berkomunikasi lagi dengan Ahtar, namun sekarang aku sudah menanamkan dalam diriku untuk tidak terlalu bawa perasaan dengan Ahtar karena ia sudah mempunyai seseorang di hidupnya.
Ahtar main lagi ke bengkel milik sepupuku, dan kami bertemu. Jujur, aku senang. Namun ingat ketika ia jalan dengan kekasihnya itu aku tidak begitu senang.
Penasaran dengan kelanjutan cerita Ahtar dan Sisi. Tunggu di chapter berikutnya. See u ^^
Don't forget follow my instagram : _sucirahayu_
YOU ARE READING
TOLONG
RomanceJatuh cinta diam - diam adalah hal yang paling tidak meng'Asyik'an namun percayalah, jika rasa itu terbalas semua akan menjadi Asyik dan rasanya luar biasa. Kalian gak percaya? simak cerita ini yuk.. ga semua cinta pada bayangan akan berakhir menyed...
