1

18 0 0
                                        

Setiap hati memiliki kapasitas masing-masing dalam menilai keadaan, bahkan untuk hal-hal yang tak terbayangkan.
Salah satunya adalah hatimu, yang selalu menilai bahwa apa yang aku rasakan adalah hal yang biasa-biasa saja. Tanpa berpikir bahwa sebenarnya aku sudah berusaha menutupi dengan setengah mati tetapi lagi-lagi tangis mu akibat luka yang sengaja di ciptakan orang lain berhasil membangun kan keberanian ku untuk menyuarakan apa yang di inginkan hatiku. Berhentilah, aku tahu apa yang tengah di butuhkan hatimu, rumah yang membuat mu nyaman dan peluk yang membuat segala permasalahan mu menjadi ringan. Itu aku.

Berpikirlah, barangkali luka yang kau rasakan dapat membuat mu sadar bahwa yang kau begitu banggakan di setiap pertemuan kita hanya akan terus mendatangkan tangis yang menyesakan.Sampai kapan kau akan terus mengharapkan rindumu berbalas sedang disini ada aku yang selalu menawarkan obat rindu yang paling ampuh. Sampai kapan kau akan terus menatap kebelakang sedang di samping mu ada tangan yang selalu siap menggenggam. Dengarkan baik-baik ini bukanlah salah satu caraku untuk merebut hatimu, tidak sama sekali,  aku mencintaimu dengan apapun yang menetap pada dirimu, bahagiamu akan ku pupuk dengan bunga-bunga kasih yang ku punya, dan lukamu akan ku kikis dengan  hal-hal kecil yang akan membuatmu perlahan-lahan sembuh dan lupa.

Kemarilah, cobalah sesekali untuk berkenalan dengan hatiku, siapa tahu dia adalah rumah yang paling tepat untuk hatimu yang lelah setelah menempuh perjalanan yang penuh dengan luka. Meski sederhana setidaknya hatiku padat akan kasih sayang, meski kecil setidaknya aku bisa menyuguhkan bahagia daripada belati. Itu pilihanmu aku hanya menawarkan.

Defenisi LukaStories to obsess over. Discover now