"Tidak semua perasaan akan terbalaskan, terkadang kita juga harus belajar merelakan"
Langit begitu cerah . Para bintang terlihat menawan. Angin berhembus perlahan melewati jendela. Membuat rambut gadis lugu itu bergerak perlahan.
Tangannya mengetuk-ngetuk meja belajarnya beberapa kali. Ia menatap kearah langit. Membayangkan wajah seseorang yang ia cintai.
"Finis" ucapnya senang. Ia memasukan selembar kertas kedalam amplop merah. Memandanginya sesaat lalu meletakannya didalam ranselnya.
Namanya Aini Rosalina Sanjaya. Gadis lugu berwajah imut nan manis. Kalian jangan berpikir bahwa dia adalah gadis yang pintar dan pendiam . hanya nama dan wajahnya saja yang manis. Tetapi tidak dengan prilakukanya.
Waktu menunjukkan pukul 22.00 gadis itu pun terlelap diatas meja belajarnya.
***
Hari ini adalah hari paling ditunggu oleh siswa dan siswi SMA Semesta. Hari dimana seluruh jantung siswa berdegub kencang. Tetapi tidak dengan laki-laki berwajah tampan itu. Ia menatap papan mading dengan sebal. Namanya berada ditingkat teratas. Ia memasukkan kedua tangannya kesaku celana. Lalu meninggalkan mading yang masih dikerumuni para siswa.
"Sial, kenapa gue harus diperingkat teratas?" ucapnya sebal
Namanya Delon Reynand Bagaskara. Putra ketiga dari keluarga Bagaskara. Laki-laki bertubuh jakun dengan iq 200 dikepalanya. Tak heran mengapa ia mendapatkan nilai paling tinggi disekolahnya.
Delon berjalan perlahan. Pandangannya kosong. Sesaat langkahnya terhenti karna ia melihat seorang gadis kecil menyodorkan sepucuk amplop padanya.
"De..de..Delon. Ini buat lo" ucap gadis itu terbatas.
Jantung Aini berdegup kencang. Badannya gemetar. Ia tak berani menatap Delon. Hari ini adalah hari kelulusan. Ia telah membulatkan tekatnya untuk memberikan surat cinta kepada Delon.
Delon tak menggubris uluran tangan Aini. Ia beranjak pergi dari hadapan gadis lugu itu.
Gadis itu membisu. Hatinya terasa sakit. Tidak hanya itu saja. Yang lebih menyebalkan adalah seluruh penjuru sekolah menatap kearahnya. Malu rasanya.
Aini berusaha mengangkat kepalanya, ia tersenyum.
"Semangat Aini Masih ada hari esok" ucapnya lirih.
***
Delon melemparkan tasnya secara kasar ke sofa. Ia menatap laki-laki berkulit sawo matang sedang tersenyum kearahnya.
"Sayang, kamu mau ice cream vanila atau coklat?" ucap seorang gadis sembari menyodorkan kedua ice cream kepada laki-laki didepan Delon .
"Terserah kamu deh sayang. Yang penting kamu suapin" jawabnya menggoda.
"Aaah sayang makin cinta deh" jawab gadis itu tak kalah genit.
Delon bergidik ngeri melihat kelakuan adik perempuan dan pacar adiknya itu. Ia mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kasihan deh lo, jomblo ngenes. Makanya cari pacar biar nggak
lihat kita berdua. Hahaha" kata Nada Putri Bagaskara dengan suara mengejek.
Langkah kaki Delon terhenti. Ia menatap adiknya.
"Sialan lo, liat aja ntar gua nggak kasik uang jajan lagi ke Lo!!" balas Delon kesal. Ia memalikkan wajahnya.
Kakinya kini mulai menaiki anak tangga. Lagi-lagi langkahnya terhenti . seseorang yang membuatnya kembali kesal, yah siapa lagi kalau bukan Ardi. Kakak laki-lakinya.
"Mau kemana lo anak mama? Jangan lupa sebentar lagi lo bakalan nikah."
"Sok tau lo monyet. Kenapa juga gue harus nikah?"
"Lo sendiri yang minta perusahaan mama atas nama Lo. Konsenkuensinya lo harus nikah."
Delon semakin frustasi. Ia berlari meninggalkan kakaknya. Membuka pintu lalu menutupnya secara kasar. Ia merebahkan badannya keatas kasur. Lalu menatap langit-langit kamarnya.
" Andai hal itu tidak pernah terjadi." Ucapnya sembari memejamkan mata
Hallo teman-teman. Ini cerita pertamaku. Semoga kalian penasaran dan suka ya :)
Maaf jika banyak typo. Happy reading. Jangan lupa vont dan comen. Kalian terbaik :)
YOU ARE READING
Don't Touch!!
RomanceBisakah kamu mencintaiku tampa harus menyentuh? Delon, 19 tahun. Laki-laki itu mengutuk dirinya seumur hidup. Pasalnya ia terpaksa menikahi perempuan yang dibencinya sejak lama. Laki-laki yang bahkan tidak bisa disentuh oleh wanita. Banyak rahasia d...
