Hai Kamu,
Sabtu akan datang dengan sendirinya menghampiri minggu. Namun, tidak denganmu yang hadirnya tidak dapat diduga. Sabtu dan kamu memang dua hal yang berbeda. Aku tahu. Analogi di awal sungguh tidak masuk akal. Layaknya aku dan kamu. Begitupun tulisan ini, entah siapa yang akan membaca pasti akan terasa sangat cheesy. Yaa sekali lagi aku tahu.
Aku hanya tak tahu caranya melampiaskan kekesalanku dengan diriku sendiri. Kadang aku merasa sangat bahagia ketika kau membalas pesanku walau hanya sebatas "iyaa". Rasanya aku sudah runtuh dan menjadi remahan rempeyek. Upss, terlalu lebay mungkin wkwkw. Namun kadang aku merasa menjadi orang yang paling bodoh karna telah memimpikanmu untuk ku miliki. Lucu memang ketika aku merasakan rasa yang sama dengan orang-orang yang tak ku kenal. Yaa Twitter sekarang menjadi sahabat ku yang paling setia. Setidaknya aku bisa berkeluh kesah alias sambat dengan leluasa serta mencari pembelaan dengan meretweet hal-hal yang ku anggap mewakili diriku meski tak semuanya.
Jika kamu bertanya apa sebenernya yang membuat ku kesal, jawabanya ada di kata kedua di kalimat ini :))
Aku mungkin sok tau. Aku juga mungkin tidak sadar atas apa yang aku lakukan. Aku juga mungkin lupa aku siapa (*tapi boong). Hiyaa. Sorry kalau nggak lucu. Wkwk. Aku bukan pelawak.
Aku harap suatu saat kamu berkenan membaca ini.
~dalsawol🌙~
