Disuatu tempat dimana tempat yang hampa nan jauh dari bumi yang berjarak bertahun-tahun cahaya tinggallah seorang dewa dan penasihatnya. Lalu sang dewa melihat hitung mundur seseorang dari catatannya dan memanggil penasihatnya.
Madoka : Sayaka-chan, Bisakah kau kesini sebentar?
Sayaka : Eh, ada apa? Apa ada hal penting?
Madoka : Aku melihat orang yang memiliki hitung waktu mundur yang akan tersisa 1 jam lagi. Jadi, aku ingin kau mencabut nyawa dari orang yang memiliki sisa waktu itu.
Sayaka : Baik, akan ku laksanakan.
Nagisa : Nagisa mau ikut juga dong....
Sayaka : Kau kan lagi ada tugas, jadi tidak usah ikut. Biar aku saja yang melakukan ini
Nagisa : 'Menghela' Baiklah.....
Lalu Sayaka berteleportasi ke bumi dengan sihirnya. saat dia tiba, dia berada di rumah sakit, lalu dia mencari orang yang memiliki sisa hitung waktu mundur itu dari ruang ke ruang hingga bertemu orang itu di sebuah ruang VIP dengan seorang cewek berambut ungu dan anak perempuan dengan rambut nila yang sedang meratapi seorang pasien cowok.
Sayaka : 'Kasihan sekali cewek itu, ajal pacarnya sudah dekat dan dia masih belum bisa untuk merelakan kepergiannya. Tapi hukum tetap hukum. Maafkan aku....'
Cowok : Sudah 11.58....... Kumohon.....
Cewek : 'Tersedu' Baik....
Lalu si Cewek melakukan sebuah ciuman kepada si Cowok dan di saat yang bersamaan, Sayaka berada di sebelah si Cowok dan sudah menyiapkan pedang untuk mencabut nyawanya, lalu dia menusuk si Cowok itu tepat di jantungnya.
Cowok : Terima...... kasih........
Lalu si Cowok itu menutup matanya dan ECG di sebelahnya berbunyi dengan keras yang berarti si Cowok itu sudah meninggal, dan si Cewek itu menangis dengan keras dan anak perempuan itu juga menangis karena kepergian si Cowok itu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Cowok POV
Saat aku bangun, aku berada di luar angkasa dan tiba-tiba ada Cewek kecil dengan ekspresi seramnya di depanku yang membuatku kaget setengah mati.
Cowok : 'Kaget'! Si-Si-Siapa kau!?
Nagisa : 'Kembali ke ekspresi aslinya' Perkenalkan, namaku Nagisa, Momoe Nagisa. Penjaga hukum siklus. Dan kau siapa?
Touya : A-Aku Touya, Jouga Touya.
Nagisa : Kau tau kenapa kau berada di sini?
Touya : ???
Lalu ada suara kepakkan sayap yang tidak jauh dariku dan semakin mendekat.
Madoka : Akhirnya kau sadar juga. Makasih ya sudah membawanya ke sini, Sayaka-chan.
Sayaka : Sebenarnya aku agak kasihan juga sih, tapi hukum tetap hukum.
Madoka : Aku juga tau bahwa hubunganmu dengan Cewek itu sangatlah erat, akan tetapi aku tidak bisa membawamu kembali ke dunia karena kau sudah tiada.
Touya : Apa? Aku sudah tiada? Berarti aku tidak bisa bertemu dengan Rize lagi ya?
Madoka : Akan tetapi ada cara lain agar kau bertemu dengan dia lagi, akan tetapi membutuhkan waktu lama.
YOU ARE READING
[Etowaria Trinity] Draw My Life in Kirara Fantasia {COMPLETED}
FanfictionSekuel dari 'Apakah Pesanannya Cinta?' Setelah Touya tutup usia dia bertemu dengan dewa dengan rambut merah muda dan memintanya untuk memberikan kesempatan agar dia bisa bertemu dengan Rize sekali lagi. Apakah Touya bisa melakukannya agar dia bertem...
![[Etowaria Trinity] Draw My Life in Kirara Fantasia {COMPLETED}](https://img.wattpad.com/cover/205105973-64-k844277.jpg)