Akhir akhir ini dunia seakan dihiasi oleh banyaknya tabir kepalsuan yang dipertontonkan. Banyak hal hal bodoh yang menjadi konsumsi publik.
Ingin terkenal dengan jalan instan yaitu dengan membuat sensasi dan kontroversi demi ketenaran.
seakan akan manusia manusia. dizaman digital sudah tak peduli lagi dengan karya yang menginspirasi. Pansos bertebaran didunia maya. Pikiran kita sudah terpasung dengan internet sehingga kita lupa dengan dunia nyata. Internet adalah candu yang lebih berbahaya dari narkotik. Kita lihat saja sekarang maraknya kejadian remaja yang masuk Rumah sakit jiwa karna kecanduan gawai dan internet. Kita sudah teracuni oleh teknologi .Aku berkata seperti ini bukan berarti aku adalah manusia yang purba yang anti teknologi akupun memang punya gawai punya media sosial aku juga senang menonton acara kesayanganku diyoutube tapi aku menikmati internet secukupnya kok karna sesuatu yang berlebihan itu bukan sesuatu yang indah malahan merusak.
Aku berkata seperti ini bukan berati aku adalah manusia yang paling kompeten bukan kok tapi aku cuma mengutarakan keresahanku tentang manusia yang seakan akan diperbudak teknologi.
Teknologi itu baik asal digunakan dengan takaran yang pas oke
YOU ARE READING
Waralaba
PoetryKemarau yang panjang Sungguh nelangsa para petani Suka cita penikmat senja akupun mengembara Jauhkan langkah dari hiruk pikuk masa lalu Berhembuslah angin sejuk Kembang itu pun merekah Aku nikmati saja harumnya Namun naas mata teduhmu mencuri...
