Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Jemari

1.3K 76 22
                                        

Kalau di stage, mungkin Jimin akan bersikap selayaknya angel yang manis, menyukai skinship dan memeluk pada member tanpa ragu, menunjukkan kasih sayangnya dengan manis. Menari dengan indah dan seksi seolah menggoda dan menarik perhatian semua orang dengan tatapan dan gerakan sensualnya. Menimbulkan kesimpulan bahwa Jimin adalah seorang pria feminim yang ingin dikuasai.

Seperti sekarang ini, fans berlomba lomba memasangkan member lain dengan Jimin sebagai posisi 'bawah' hanya karena mereka menilai tubuh Jimin lebih kecil dibanding member lain, atau jemari nya yang pendek dan buntal, dan lain sebagainya.

Mungkin Jimin memang sebaik angel, seperti yang dikatakan semua orang, tapi mereka pun tidak boleh mengabaikan aura dominasi yang kuat dari seorang Park Jimin. Dominan yang lembut? Mungkin. Seseorang yang bisa jadi sangat baik setiap saat dan bisa jadi sangat amat mengerikan bila marah. Dan member pun lebih memilih tidak mengusik beruang yang sedang tidur. Jangan memancing emosi seorang Park Jimin bila kalian ingin tetap hidup.

.

" 'Kasihan Jimin'

'Kasihan Jimin'

Kasihan kenapa?" Tanya Jimin pada diri sendiri. Ia terus menggulirkan layar ponselnya, membaca komentar komentar para fans yang nyeleneh.

'fingering?' batinnya. Apa hubungannya dengan fingering? Jimin menautkan alisnya dan terus membaca kata demi kata. Pandangannya berubah datar ketika ia menemukan maksud dari kalimat 'kasihan Jimin' itu. Jujur Jimin kesal dan ya sedikit marah. Maksudnya mereka berkhayal jika Jemari panjang member itu melakukan fingering pada dirinya? Itu sedikit tidak masuk akal bukan?

"Yah sesuka mereka lah" ucap Jimin santai dan terus menggulirkan layar ponselnya malas. Moodnya sedikit memburuk saat membaca komentar yang nyeleneh. Apa yang mereka pikirkan? Kenapa bisa menempatkan Jimin di posisi bawah?

'apa karena aku terlalu lembut?' batinnya. Ia melihat Jungkook yang sedang berjalan kearah dapur dan mengikutinya.

"Jungkook-ah" Jungkook menoleh dan mengangkat dagu sedikit, merespon panggilan Jimin. Ia sedang memasak air panas untuk membuat ramyeon saat tiba-tiba Jimin mengangkat tangan Jungkook

"Coba lihat tanganmu"

"Untuk apa?"

"Sudah cepat" Jungkook membuka telapak tangannya. Jimin menempelkan telapak tangannya pada Jungkook dan dibalas kekehan kecil dari Jungkook

"Hyung mau apa? Mengukur panjang jari?" Tanya Jungkook. Jimin sedikit jengkel saat menyadari bahwa jemarinya memang pendek. Iya dia sepenuhnya sadar akan hal itu, tak perlu diingatkan.

Jimin menepis tangan Jungkook dan berlalu meninggalkan Jungkook yang melanjutkan memasak ramyeon.

"Hyung mau ramyeon?" Pekik Jungkook dari arah dapur

"Tidak, aku mau ke kamar Taehyung" ucap Jimin yang dibalas anggukan dari Jungkook. Jungkook mengernyitkan alisnya, sedikit heran dengan sifat Hyungnya saat ini

'kenapa dia?'

.

"Taehyung-ah, berikan tanganmu" Jimin berdiri didepan Taehyung yang sedang sibuk bermain game konsol di kamarnya

"Apa? Aku sedang sibuk, sebentar lagi" Jimin duduk disebelahnya, setia menunggu Taehyung menyelesaikan gamenya sambil menatap Taehyung lekat

'Bocah ini, bagaimana bisa dia jadi dominan? Memang tampan sih, tapi apa mereka tidak melihat bahwa ia juga cantik disaat bersamaan? Kenapa aku yang di posisi bawah? Kalau Taehyung di posisi atas bagaimana ya? Kalau Jungkook gimana ya? Kalau aku melakukan fingering pada Taehyung apa dia bahagia? Kalau Jungkook apa dia bisa merasakan jariku? Dia kan kuat' sementara Jimin berkutat dalam pikirannya, Taehyung yang sudah selesai bermain melambaikan tangannya didepan wajah Jimin.

JemariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang