"dont touch him anymore or i'll bite u till die" -mark lee
"no one can touch me except u, daddy"-donghyuck lee
.
.
.
🍒-markhyuck oneshoot collection by maeri's mind.
Siapa yang tak kenal dengan Mark? lelaki berusia 21 tahun-ehm ralat 20 tahun, seorang dosen muda dan sekaligus pembimbing akademikku di kampus yaitu UNDIKSHA.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Pertemuan kami memang aneh-singkat cerita, pada saat aku dapat kelas malam yaitu jam MN yaitu jam kuliah yang dimulai dari jam setengah 8 malam. Dimasa itu aku adalah mahasiswa baru yang masih beradaptasi dan juga ya-pastinya suka nyasar kalau mencari ruangan. Aku kebingungan, di dalam benak pikiranku hanya berisi "aku tak boleh terlambat, aku harus sampai tepat waktu di kelas."
Jam di ponselku menunjukkan jam 08.28 P.M, aku mulai berlari kencang mencari kelasku di lantai 3 tanpa mempedulikan pandangan kakak tingkat padaku, kurasa sebentar lagi aku akan tiba di kelas.
BRAKKKK!
Sialan aku terjatuh sementara buku mata kuliahku tercecer di lantai, aku mencoba untuk bangun lalu merapikan buku dan masuk ke kelas. Dari ujung kaki hingga ujung kepala ia terlihat seperti mahasiswa-uhm iya lebih tepatnya kakak tingkat. aku sedikit terpesona saat menatap sekilas.
"Bisakah kau sedikit berhati - hati saat berjalan? dasar maba ceroboh".
"M-maafkan aku, aku tidak sengaja-aku harus bergegas ke kelas kak, sebentar lagi jam kuliahku akan dimulai".
Donghyuck lari meninggalkan Mark yang masih menatapnya dari kejauhan, raut wajahnya berubah ketika ia melihat salah satu buku absen yang berisi foto mahasiswa yang menabraknya tadi. Mark menyeringai lalu pergi ke kelas yang ia akan temui-yaitu kelas B. 3.0.8 yang dimana ia akan bertemu lagi dengan lelaki manis itu.
hey i just met u and this is crazy.
Donghyuck sampai di kelasnya lebih dari 10 menit, untungnya belum ada dosen yang datang ke kelas mereka. Ia pun duduk di sebelah teman masa kecilnya yaitu Nana, laki-laki bersurai pink peach dan memiliki senyum semanis brown sugar. Nana menatap Donghyuck yang menghela nafas panjang lalu bersandar di pundaknya, ia penasaran apa yang membuat sahabatnya selelah itu.
"Apa yang kau lakukan? tak biasanya kau terlihat kelelahan seperti ini"
"Bukan urusanmu Na, seperti biasa aku lupa dengan letak ruang kelas yang akan dipakai jam kuliah, aku benar-benar lelah mencarinya, berlari dan untung saja dosen itu belum sampai di kelas kita" . Celetuk Donghyuck sambil mengusap keringat di dahinya, Nana terkekeh mendengar celoteh sahabatnya.
"Siapa suruh kau telat bangun? aku katakan tadi siang untuk membuat alarm agar kau bisa ke kelas lebih awal, tapi kau tak mendengarkanku ataupun bangun saat aku menjemputmu"
"Baiklah tuan Nana apa kau senang setelah memarahiku? aku kelelahan karena membantu mama di pagi hari, jadi aku tertidur selelap itu"
"Tentu saja aku puas memarahimu Hyuck, kau mirip bayi beruang yang sedang berhibernasi ketika tertidur!" Nana meledeknya sambil tertawa puas, tiba-tiba mereka terdiam setelah seorang dosen muda masuk ke ruang kelas mereka, Donghyuck tersentak dalam hatinya karena orang yang ia tabrak itu. . .
Dosen dan sekaligus Pembimbing Akademiknya......
"Selamat malam, maaf saya sedikit terlambat karena ada sedikit urusan, ekhm-sebelum itu saya ingin memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Mark Lee, disini saya sebagai dosen yang mengajar mata kuliah Vocabullary sekaligus menjadi Pembimbing Akademik dari nomor absen 1 hingga 5, semoga nantinya kalian betah dengan class contract yang telah saya tentukan".
Ekspresi Donghyuck berubah dari yang awalnya biasa lalu pucat pasi saat melihat Mark berada di depan kelasnya, Mark menatapnya sekilas lalu memberi smirk andalan ke Donghyuck.
I got u ma brilliantè, u stole my heart and then u must be mine. - Mark Lee
Saat Mark membaca namanya di absen, entah mengapa Donghyuck gugup dan berusaha menghindari tatapannya yang sedikit mengintimidasi. Ia mulai mengambil buku mata kuliah Vocabulary dan juga Binder di dalam tottebagnya, setelah itu ia berusaha untuk fokus dengan slide presentasi yang ditampilkan di papan. . . . "Baiklah sekian pembelajaran hari ini, untuk minggu depan silahkan kalian cari tentang idioms dan kegunaannya, kalian boleh meninggalkan kelas dan selamat malam". Para mahasiswa pun pergi meninggalkan kelas, hanya sisa Donghyuck yang sedang membereskan buku dan Mark yang sibuk dengan menyimpan ulang file presentasinya,
Setelah selesai Donghyuck bergegas pergi dari kelas, Mark yang menyadari itu langsung menghentikannya.
"Lee Donghyuck". Panggilnya dengan suara yang sedikit serak, Donghyuck berhenti di kursi depan tempat Nana duduk, ia membungkuk lalu mengucapkan selamat malam pada dosennya.
"I-iya pak? Ada yang bisa saya bantu?"
"Tidak, hanya saja saya ingin mengatakan sesuatu". Mark tersenyum dan Donghyuck mulai sedikit gugup menghadapi dosennya yang "ramah"(?) ini.
"Katakan saja pak, tidak perlu sungkan".
"Panggil saja Mark, jika di kelas baru kau harus memanggilku "bapak" karena usia saya hanya berbeda 3 tahun dengan anda"
Donghyuck terkejut ia tak menyangka jika ada dosen muda di kampus ini, menurut pandangannya dosen itu adalah orang tua yang berusia dari umur 30an lebih hingga 60an, tapi semuanya salah disaat bertemu dengan Mark.
"Wah kau hebat dalam menempuh pendidikanmu, aku jadi ingin sepertimu yang bisa menyelesaikannya secepat itu". Donghyuck melontarkan senyumnya dan jantung mark berdetak kencang setelah melihatnya tersenyum.
"Aku hanya mengikuti kelas percepatan dan juga mengasah kemampuanku dengan belajar yang giat, pasti kau juga bisa melakukannya"
'wah begitchu rupanya'
Karena suasana di sekitar keduanya mulai canggung, Donghyuck memutuskan untuk pulang ke rumahnya untuk beristirahat dengan lega, ia pun meminta izin dengan dosennya sebelum pergi dari tempat itu.
"Oh iya pak, saya mau pulang dulu karena masih banyak tugas matkul lain yang belum terselesaikan, selamat malam".
Donghyuck tersenyum ke hadapan Mark lalu meninggalkannya sendirian di lorong, sementara itu Mark harus pergi ke meja kerjanya untuk meletakkan note absen dan bergegas untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di ruang dosen, Mark meletakkan barangnya di meja kerja, tubuhnya sangat lelah karena hari ini ia harus mendampingi beberapa mahasiswa yang harus sidang dan malamnya ia mengajar materi di kampus, dan itu benar-benar membuatnya pusing setengah mati. Ia pun duduk di kursinya lalu mengusap keningnya pelan untuk menghilangkan rasa pening di kepalanya, seketika ia melihat senyuman Donghyuck di pikirannya lalu ia menyadari kebodohan yang ia lakukan hari ini, yaitu lupa untuk meminta nomor ponsel pujaan hatinya.