“Hei, hentikan perbuatan kalian !!!” Sambil menghampiriku dan menjauhi mereka.
Karena gadis itu, anak anak itu pun berhenti mengganggui ku dan pergi. “Hei, kau tidak apa apa?”. Tanya gadis itu saat anak anak yang membully ku menjauh. Aku pun berusaha untuk menjawab tapi isak tangisku tidak bisa ku tahan “... A.. Aku.. Ti..Dak..Papa”. Aku melihat gadis itu , namun tidak bisa melihat jelas wajahnya karena sinar matahari yang sedikit memburamkan wajahnya. Gadis tersebut membantuku untuk berdiri. Setelah membantu, aku pun mengatakan padanya “terima kasih, pasti suatu saat aku yang akan menggantikan posisi untuk melindungimu”. Gadis tersebut berjalan perlahan keluar taman, saat berada di pintu masuk taman ia berteriak “Hei !! aku pergi dulu, tapi ingat ya! Aku tidak akan lupa dengan janjimu,aku akan menunggu saat saat itu”, dan gadis tersebut langsung berlari keluar taman dan menghilang tertutup pepohonan..
“HEII SEBASTIAN KIROO, BAPAK MEMANGGIL MU RIBUAN KALII”.
“Ehhhh..... i.. iya pak kenapa?” jawabku dengan kaget sekaligus bingun.. “Bapak menyuruhmu membacakan hasil kerjamu untuk soal ke 8.. Ayo bacakan!!”.. Tanpa pikir panjang aku langsung membacakan soal ke 8 itu.
Haa.. benar benar kelas yang merepotkan.
Namaku Sebastian Kiro, kelas 3 SMA. Orang biasa memanggil ku Kiro, aku adalah orang yang penyendiri di sekolah. Bagiku sendiri itu adalah saat yang paling menenangkan.. Untuk nilai nilai ku di sekolah bisa dikatakan standard .. hanya saja aku sering melamun saja..
Jam bel sekolah pun berbunyi.. Aku membereskan barang barang ku dan langsung keluar kelas untuk pulang..
“Ya... ini saatnya aku menyelesaikan Quest di rumah.” Teriak ku di jalan dan tidak memperdulikan orang yang lewat. Namun aku mengingat kembali lamunan ku saat di kelas Pak Roy. Saat itu aku dibully karena aku lemah, namun gadis itu menyelamatkanku.. aku bahkan tidak tau namanya , yang kuingat gadis itu berambut Pendek sebahu dengan warna violet.. Sejak saat itu pun aku rajin melatih tubuhku serta ketahanan fisik ku.
Ingin sekalii rasanya bertemu dengan gadis itu kembali.Haha.. tapi ya tidak mungkin juga sepertinya, namamya saja aku tidak tau.. Namun.. karena aku sudah berjanji, takdir pasti mempertemukan.
Tanpa sadar aku sudah sampai di rumah.. wew.. hebat ternyata ngelamun seperti ini bisa memangkas waktu kebosanan di jalan.
“Aku pulang..!” Teriak ku dengan nada agak berat.
“Selamat datang Kiro, kamu capek kan? Ayo sana ganti baju dulu, Ibu masak sup merah kesukaan mu..” Balas Ibu ku.
“Nanti saja Bu, aku ada tugas nih, mungkin baru selesai agak malam..”
“Ooo ya udah deh, Ibu taruh di meja ya sup merahnya, jangan malam malam Kiro makannya”
“Ya.. Bu”
Aku naik ke atas dan masuk ke kamarku. Saat di kamar aku pun langsung menyalakan komputer sambil mengganti baju ku. Saat sudah menyala aku langsung memasuka CD game ke dalam komputer tersebut..
*Tit.. tit.. tit..*
“Uuhh...*melirik ke arah jam* hee...??? Udah jam 2 pagii?? Haduhh quest nya terlewat dongg... tunggu, apa ini? ‘ Apakah anda ingin menguasai sihir?’ hmmm... bukannya ini game memang untuk belajar sihir ya..?? Udah lah bodo amat , yesss aku ingin belajar sihir..”
Aku tidak pernah menduga apa yang terjadi selanjutnya setelah aku menyetujui pertanyaan itu..
Hal pertama setelah aku menyetujui hal tersebut adalah aku tidur..
Aku merasakan hawa yang tidak enak , dan tidur ku masih setengah sadar , seolah olah tubuhku sedang meronta ronta menahan sesuatu dari dalam diriku... sampai aku terbangun dan melihat ada sosok yang berdiri di sebelah tempat tidurku , Oo yang benar saja katakan bahwa ini hanyalah mimpi , sosok tersebut berpenampilan memakai jubah dan kerudung hitam , aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutupi kerudung jubah tersebut , namun saat aku menyadari dia memegang sabit besar , mataku langsung terbuka lebar dan dengan reflex yang cepat aku menarik diriku ke tepi tempat tidur , dan disaat yang bersamaan , sosok tersebut mengayunkan sabit nya ke arahku dan menghancurkan hampir sebagian ruang kamarku dan tembok sampai aku terlempar keluarr rumah.. “Siall , ini bukan mimpi... *ukhh* kakiku , arghhhh kenapa harus di saat seperti inii???”
Aku mencoba merangkak dan berteriak tolong karena kakiku yang patah , tapi ada sesuatu yang aneh , “langit nyaa... merah..” Seketika juga sosok tersebut melompat dan menghadang jalan rangkakanku , aku pun dapat melihat dengan jelas sosok tersebut.. itu adalah Death Reaper salah satu lawan yang tidak ingin di temui di dalam game ku saat level mu masih berada di bawah 40 an.. Ya ya aku tau , namun bukan saat berpikir seperti itu, monster itu kembali mencoba mengayunkan sabit nya kembali ke arahkuu , otak ku dengan cepat berpikir ... dan aku teringat satu kalimat saat pertanyaan sihir itu keluar .. ucapkan mantra untuk sihir yang hendak anda keluarkan.
“Namaku Sebastian Kiroo , aku memerintahkan mu wahai roh api , tunjukkan lah panasnya dirimuu , Bowling Fire”
*Boomm..*
Dan saat itu aku telah berhasil membunuh monster tersebut dengan api dari tangankuu.. “Ini nyata , rasa sakit ini bukan mimpii..”
Bebrapa jam setelah kejadian itu polisi pun datang dan beberapa warga datang mengerumuni , ibuku yang saat itu juga terlihat sudah berada di luar datang dan menghampiri ku , para polisi tidak dapat mengidentifikasi penyebab dari kejadian yang menyebabkan tembok serta kamarku hancur.. aku dilarikan ke Rumah Sakit karena kondisi ku yang benar benar burukk.. tentu saja ibu juga ikut sambil menangis , aku bersyukur memiliki ibu sepertinya, saat di ruang UGD ibu menelpon ayah yang sedang dinas di luar negeri.. tapi ibu menjelaskan dengan cepat bahwa kondisiku sudah membaik dari sebelumnya...
YOU ARE READING
Back to Beginning
FantasyKetika masa lalu menghampiri dan realita menjadi kenyataan , disitulah seluruh hal terungkap , Dunia semakin hancur akibat sebuah kekuatan Gelap , di sini lahirlah sebuah pahlawan yang dipilih untuk menyelamatkan dunia , dengan sihir dan juga pedang...
