Kenalin namaku aisyah putri atau bisa di panggil dengan nama aisyah, aku lahir dari keluarga yang cukup mampu, sehingga apa yang aku mau selalu aku dapatkan, aku merupakan mahasiswa dari perguruan negeri UIN alauddin makassar dan jurusan PIAUD alasan aku ambil jurusan piaud karena aku sangat suka dengan anak-anak, karena tingkah mereka sangat lucu dan gemas!
Pada suatu hari aku duduk, di bangku taman, lagi baca buku-buku kuliahku, tiba-tiba ada seorang yang memangilku,
“hai aisyah kamu lagi apa?”ucap sesorang yang berjalan mendekatin diriku
aku menolek ke arah suara yang memanggilku, dan aku mendapati sahabatku yang bernama rehan, rehan merupakan sahabat kecilku sampai sekarang, aku dan rehan sama-sama lulus di UIN, tetapi, kami berbeda jurusan dia anak FISIKA maklum rehan sangat jago hitung-hitungan, makanya tidak heran waktu SMA aku selalu meminta bantuan rehan kalau ada kalau ada tugas mengenai hitungan.
“lagi baca buku , ngomong-ngomong kamu nggak ada jadwal kuliah sekarang rehan?...” ucapku sambil melihat ke arah rehan
“ tidak ada, soalnya dosen tidak masuk jadi bisa pulang cepat sekarang, kalau kamu bagaimana aisyah? Apakah tidak ada dosen? Kalau tidak ada, kita pulang bareng biarku antara?..” ucap rehan sambil duduk di dekatku
“oohh iya, aku juga nggak ada dosen, kebetulan ini aku mau nunggu teman tapi karena temanku ada dosen jadi aku bisa pulang sama kamu, sebentar dulu aku chat temanku dulu, bilang kalau aku sudah pulang dengan kamu..” ucapku sambil mengambil hp di dalam tasku dan mengirim pesan ke temanku.
***
aku dan rehan menuju tempat motornya rehan disimpan.
Dalam perjalanan pulang aku dan rehan singgah ke tempat yang dulu kami sering datang untuk melihat pelangi dan berharap nanti ada pelangi datang, tapi sayang pelangi yang kami harapkan tidak ada, terpaksa kami duduk menikmati angin sore di tempat itu sambil mengingat masa kecil sampai SMA,
”aisyah kamu ingat nggak waktu kecil dulu kita selalu lihat pelangi sambil makan es cream rasa vanilla?..” ucap rehan sambil melihat ke arahku
“iya aku ingat dulu waktu datang pertama kali datang ketempat ini, kita makan es cream sambil lihat pelangi dan saat itu kita lagi di cari sama ibuku,” ucapku sambil ketawa memikirkan masa keci kami
.”iya, ibumu mencari kamu sampai ke sekolah karena kita pergi waktu pas pulang sekolah” ucap rehan (sambil ketawa).”
“iya betul, pas pulang aku kena marah sama ibu ayah dan kakakku” ucapku dan tiba-tiba suara rehan mulai menujukkan kecewa
”tapi sayang ( wajah rehan berubah) waktu itu aku belum sempat ngomong sesuatu kepada mu” ucap rehan (sambil melihat ke arahku)
belum sempat rehan menyelesaikan perkatanya aku lalu memotong pembicaranya
“ ngomong sesuatu maksudnya apa rehan?..”ucapku( sambil melihat kearah rehan), “ngomong bahwa....(kata rehan berhenti sambil melihat kearahku)..”ucap rehan
“ ngomong apa rehan”ucapku melihatke arah rehan
“ sebenarnya waktu SMA aku suka sama kamu dan sampai sekarang aku masing menyukaimu..”ucap rehan
seketika jantungku berhenti berdetak, ketika mendengar apa yang di utarakan sahabat kecilku....
“te-ta-pi rehan kita ini sahabat, kita pernah berjanji bahwa di antara kita tidak ada yang namanya cinta ”ucapku sambil tidak percaya apa yang diutarakan sahabat kecilku..
” maafkan aku aisyah tapi aku tidak tau kapan cinta ini ada dalam hatiku untukmu, aku sendiri juga bingung”ucap rehan (dengan wajah bersalah)...
”tapi rehan. Maafkan aku aku tidak bisa mencintaimu karena aku anggap dirimu sebagai sahabatku dan tidak ada perasan dalam hatiku untuk dirimu selain sahabat “ ucapku (sambil berdiri)..
” tapi aisyah, aku meanggap perasaan ini lebih dari sahabat, aku tersiksa setiap kali memikirkan perasan ini, aku mohon aisyah, aku tidak mau di bebanin dengan perasan ini”ucap rehan dengan nada bergemetar.....
“ maafkan aku rehan aku tidak bisa menerimamu karena aku sudah meanggap dirimu sebagai sahabatku dan tidak lebih dari itu” ucapku pada rehan sambil berjalan meninggalkan rehan yang masih terdiam dalam kebisuan, aku pergi meninggalkan rehan sendiri dengan seribu pertanyaan yang ada di kepalaku, kenapa bisa rehan bisa bilang seperti sedangkan kami pernah berjanji bahwa dalam persahabat kata tidak ada yang namanya cinta, aku masih bingung dengan perkatan rehan sesampai aku dirumah, aku masuk sambil mebuka pintu dan mengucapkab salam
“ assalamualaikum”ucapku sambil berjalan mendekati mama.
Mama yang ada di ruang tamu menjawab salam ku
“ walaikumsalam, kok baru pulang? Sayang ” ucap mama melihat kearahku
aku berjalan medekati mama sambil mencium tangan mama”.
”iya, soalnya tadi aku dan rehan singgah dulu di tempat yang dulu kami sering pergi waktu kecil untuk melihat pelangi, jadi lama pulangnya mama, kalau begitu aisyah ke kamar dulu mama”ucapku
“ohh iya kalau gitu, sana ke kamar, terus itu mandi setelah mandi kita makan bareng soalnya tadi mama masak makanan kesukaan aisyah.”ucap mama
.”ooh iya kalau begitu aisyah kekamar dulu”ucapku pergi meuju kamar
***.
Skip kamar, aku menjatuhkan diriku di ranjang ku sambil memikirkan setiap kata-kata yang rehan bicarakan tadi, aku tidak habis pikir kok rehan bisa berkata begitu kepadaku sedangkan kita sudah pernah berjanji karena tidak mau terlalu memikirkan perkata rehan aku akhirnya aku memutuskan untuk mandi karena suara mama menmanggilku untuk makan bersamaan, setelah selesai mandi aku dan berganti pakaian, aku pergi keruang makan untuk makan bersama mama dan ayahku, aku duduk dekat mama sambil menikmati makan kesukaku yaitu gurita sambal pedas
***
Ke esok harinya aku bersiap-siap untuk berangkat ke kampus karena hari ini ada jadwal kuliahku, tapi karena, di luar sedang hujan aku mengurungkan niatku untuk berangkat ke kampus dan mencoba menhubungin teman satu kelasku untuk meberitau bahwa aku terlambat datang, belum aku sempat menghubungin temanku tiba-tiba mama memanggilku, “aisyah, ada rehan di bawah yang menjemputmu”. Sambil mebuka pintu kamarku. “ ucap mama”
“iya mama, rehan..(raut wajahku heran).” Sambil berpikir knp rehan datang sedangkan kemarin aku sudah menyaktin hatinya.” Ucapku dalam hati.
“iya aisyah, karena hari ini hujan makanya rehan mau menjemputmu, sana cepat pergi rehan sudah menunggu mu di bawah nanti terlambat ke kampusnya.” Ucap mama
“iya mama, aisyah akan turun sebentar lagi, aisyah siapkan dulu buku-buku yang akan aisyah bawah ke kampus” ucapku, sambil mengambil beberapa buku di atas meja belajarku. Dan pergi ke bawah untuk bertemu dengan rehan.
Setelah aku sampai ke bawah ruang tamu, aku melihat rehan sedang duduk sofa, dan seketika itu rehan melihat ke arahku dan langsung berdiri.
“ ooh itu, aisyah tante, kami pergi dulu tante” ucap rehan sambil berdiri.
“ mama, aisyah pergi dulu kampus nanti terlambat,” ucapku sambil berjalan mendekatin mama dan mencium tangan mama
“ iya hati- hati sayang, nak rehan jaga putri cantik tante” ucap mama sambil senyum
“ iya tante, pasti rehan jaga baik-baik tuan putri” ucap rehan sambil senyum dan mencium tangan mama. “ kalau begitu kami pamit dulu tante” ucap rehan
***
Dalam mobil terlihat hening, aku maupun rehan masing2 tidak mau mebuka pembicaran, tiba-tiba rehan memanggil namaku,
“aisyah “ ucap rehan
“iya ada apa, rehan” ucapku sambil melihat ke arah jendelah mobil, aku tidak berani melihat ke arah rehan.
“aisyah, maafkan aku kemarin, bukan maksud diriku untuk mengikari janji yang sudah kita buat, tapi” ucap rehan di potong olehku
“ tidak perlu di bahas lagi, rehan aku sudah melupakan masalah itu kemarin” ucapku
“ tapi, aisyah apa kau tidak marah padaku” ucap rehan sambil melihat ke arahku.
“ tidak, rehan, aku tidak marah kok kepada dirimu, kita adalah sahabat tidak pantas sahabat saling bertengkar apalagi dengan masalah sepele meurutku” ucapku sambil melihat ke rehan
“ iya juga sih, tapi aku mau bertanya sesuatu tolong kamu jawan dengan jujur aisyah”ucap rehan
“ pertanyaaan apa rehan” ucapku dengan raut wajah heran.
“ aisyah, apa selama 10 tahun ini kita bersahabat, apakah kamu tidak ada perasaan yang sama kepadaku??” ucap rehan
“ mohon maaf rehan, selama ini tidak perasaanku kepadamu hanya sebatas sahabat dan tidak lebih dari itu, aku mohon maaf rehan, karena telah menyaktitin hatimu,” ucapku
“tidak, aisyah, kamu tidak menyakitin hatiku, mungkin aku saja yang terlalu berlebih menaggap persahabat kita lebih dari itu, dan aku minta maaf aisyah telah mengkecewakan dirimu sebagai sahabat aku tidak pantas menjadi sahabatmu” ucap rehan setelah memakripkan mobilnya.
Aku hanya terdiam, dan mencoba menankap setia kata-kata yang di ucap rehan tadi, sambil membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Karena hujan sudah berhenti dan matahari mulai bersinar. Aku dikagetkan dengan ucapak rehan yang membuatku mengarah ke atas langit.
“ aisyah lihat itu, ada pelangi” ucap rehan smbil menunjukan jarinya ke atas lagi.
Aku mengikutin arah jari rehan yang menujukan ada pelangi di atas lagi.
“ iya rehan, cantik sekali pelangi’” ucapku sambil senyum melihat keindahan pelangi
“iya aisyah, andaikan cintaku seperti cinta kamu kepada pelangi itu” ucap rehan sambil melihat ke arahku.
Seketika itu aku menuduk kepalaku tak berani melihat ke arah rehan. Karena aku pikir pasti sakit hati yang dirasakan oleh rehan ketika aku menolak cintanya.
“maafkan aku rehan “ ucapku sambil pergi meninggalkan rehan sendiri yang masing dengan berjuta pertanyaan yang ada di kepalanya.
***
Setelah selesai kuliah, temanku naya mengajak untuk pergi ke kantin
“aisyah, kita pergi makan bakso di kantin tempat biasa?”... ucap naya kepada ku sambil berjalan
“ohh iya, ayo kebetulan aku lapar sekali soalnya tadi aku belum sempat makan pagi karena buru-buru datang ke kampus” ucapku
“ok kalau gitu kita siap pergi ke kantin” ucap naya yang sangat bersemangat, karena naya merupakan sahabatku di kampus setelah rehan dan juga naya merupakan cewe yang paling suka makan tetapi, tubuhnya tetap kurus walaupun tiap hari makan banyak...
Setelah sampai kekantin kami memesan bakso 2 mangkok pedas, setelah kami memesan kami duduk di kursi pojok. Setelah kami duduk untuk menunggu pesanan kami, maklum tempat bakso yang kami makan hari ini merupakan bakso terenak di dalam kampus dan banyak mahasiswa yang suka dengan bakso ini. Sambil menunggu bakso datang aku tidak sengaja melihat rehan dengan seorang cewek sambil bergandengan tangan, sangat mesra memasukin tempat bakso itu dan mereka memesan bakso dan ketika mau melihat meja untuk duduk rehan tidak senjaga melihat kearahku seketika itu rehan melepaskan tangannya sang cewe melihat tingkah aneh rehan lalu bertanya
“kenapa sayang? “ ucap sang gadis
“tidak apa-apa kok, tidak baik kalau kita berpegangan tangan di depan umum, nanti dibilang apa-apa lagi” ucap rehan sambil melihat kearahku
Cewe yang tadi merasa tingkah rehan aneh, kemudian mengikuti arah sudut mata rehan yang mengarah ke arah diriku dan seketika itu cewe itu datang memhampiri aku dan naya yang sedang duduk. Lalu cewe itu bertanya kepada kami....
“ permisi, apakah meja disini kosong?” ucap gadis itu kepada aku dan naya, dan aku dan naya menjawab.
“iya, mejanya kosong kalau mau duduk silahkan!...” ucapku sambil mempersilahkan dia duduk, dan gadis itu memanggil rehan.
“rehan sini, ada meja kosong kita duduk disini saja “ ucapnya kepada rehan yang masih berdiri melihat kami.
“oohh iya, aku kesana” ucap rehan sambil berjalan mendekatin meja kami, dan rehan duduk di sebelahku, dan baru beberapa detik rehan duduk pesanan kami ber-4 sudah datang...
“ini pesanannya” ucap pelayan kepada kami
“ terimah kasih “ ucap kami kepada pelayan itu
“sama-sama, silahkan menikmati makannya” ucap pelayan, pelayan itu meninggalkan meja kami untuk mengantar kembali pesan kemeja yang lain. Sambil menikmati makanan tiba-tiba gadis itu berbicara kepadaku
“ kamu aisyah yah? “ ucapkannya sambil menikmati makannya
Sontak saja aku kaget ketika gadis itu memanggil namaku dan aku pun menjawab pertanyaannya sambil menanyakan kembali dari mana iya tau namaku sedangkan aku baru kali ini melihat dirinya.
“iya, kamu tau dari mana namaku? “ ucapku sambil melihat gadis itu
“kenalkan namaku raina anungrah putri bisa di panggil raina, aku anak fisika satu kelas sama rehan, aku tau nama kamu itu dari rehan, rehan sering cerita tentang kamu ke aku” ucapnya raina sambil melihat ke arah rehan, seketika itu rehan berhenti memasukkan makanan di mulutnya setelah mendengar ucapan raina.
“ohh iya, kenalin aku aisyah putri dan ini sahabatku nurul inayah, aku jurusan piaud, ohh jadi begitu yah” ucapku sambil melihat ke arah rehan dan raina
“iya, ngomong-ngomong kamu dan rehan sudah lama yah berteman” ucap raina
“ iya lumayan lama sih, karena kami sudah berteman dari waktu kelas 6 sdn” ucapku
“berarti lama kalau gitu “ ucap raina
Setelah selesai makan, rehan tidak pernah mengeluarkan satu kata-kata pun selama kami menikmati makan kami, dan tiba- tiba raina berkata kepadaku sehingga membuat rehan dan aku kaget dan termaksud sahabatku naya juga
“ aisyah apakah kamu dan rehan tidak ada hubungan lebih dari sahabat? Apakah kamu tidak ada perasaan kepada rehan? “ ucapan raina seketika itu membuat rehan menatap aku dan berkata
“ raina ada apa-apa sih, aku dan aisyah sudah lama bersahabat dan tidak mungkin ada rasa lebih dari sahabat di antara kami “ ucap rehan
“iya raina, benar kata rehan aku dan rehan sudah seperti abang dan adik, aku anggap rehan sebagai teman dan abangku dan tidak ada perasaan di hatiku hanya untuk rehan “ ucapku kepada raina. Setelah selesai merbincang –bincang kami ber-4 pergi untuk membayar pesanan tadi, tiba-tiba rehan berkata kepada aku dan naya.
“ aisyah, naya tidak perlu membayar biar aku saja yang membayar makanan tadi” ucap rehan sambil mengeluarkan uang dompetnya dan membayar pesanan kami tadi. Setelah membayar aku dan naya mengucapkan terimahkasih kepada rehan
“terimah kasih rehan “ucap kami
“ sama-sama” ucap rehan yang dari tadi kelihatan dingin dan tidak banyak berbicara setelah kejadian tadi, aku dan naya berpamitan kepada rehan dan raina setelah kami keluar dari tempat makan tadi...
“rehan, riana kami permisi dulu, soalnya ada dosen yang ingin masuk kelas jadi, kami harus buru-buru pergi dan sekali lagi kami mengucapkan terimah kasih atas traktiran tadi” ucapku
“ ohh iya hati-hati, sama-sama aisyah” ucap raina dan rehan, setelah selesai mengucapkan terimah kasih kepada rehan dan raina aku dan naya pergi menuju kelas dan tba-tiba naya menanyakan sesuatu kepadaku, dan aku tau dari tadi di dalam kepalanya naya pasti sudah banyak pertanyaan yang akan di tanyakan kepadaku.....
“aisyah kok kamu dan rehan kaya orang baru kenal? aja pada kalian udah lama sahabat? Dan aku melihat tadi rehan terus merasa dingin dan tidak terlalu banyak bberbicara? Dan siapa gadis (riana) tadi? Apakah dia pacarnya rehan atau bukan? Dan apakah rehan pernah bercerita tentang gadis ( riana) tadi kepadamu “ ucap naya, pertanyaan yang terlalu banyak di lontarkan naya membuatku bingung untuk menjawabnya,
“apakah aku harus cerita masalah ini kepada naya atau aku harus merahasikan masalah ini kepada naya “ ucapku dalam hati, aku yang masih termenung memikirkannya tampak aku sadarin bahwa naya dari tadi memanggil namaku
“ aisyah, aisyah, aisyah” ucap naya sambil mengerakan tubuhku dan aku pu tersadar di dalam termenung ku
“ ada apa naya? “ ucapku sambil kaget dan melihat kearah naya,
“ kamu mikir apa si? “ ucap naya dengan wajah kesal
“ maaf naya tadi aku kepikiran,,,,,,,,” ucapku sambil mencari alasan mengapa aku termenung tadi
“ kamu lagi mikir apa?” ucap naya dengan wajah penuh heran,
“ tidak kok, tidak ada mikir apa-apa kok, ayo cepat kelas nanti kita terlambat” ucapku sambil menarik tangannya naya, naya masih tentang kelihatan bingung dengan sikap ku tadi dan pertanyaan yang naya lontarkan tadi tidak terjawab olehku dan itu semakin naya penasaran apa yang terjadi anatara aku dan rehan.
Kami berjalan menuju kelas dan akhirnya kami pu tiba di dalam kelas dan beberapa menit setelah kami masuk akhirnya datanglah dosen kami mengajarkan mata kuliah psikologi perkembangan anak.
***
Setalah selesai mata kuliah aku dan naya pergi, karena aku dan naya ada acara dengan teman-teman satu kelasku untuk membahas tentang kegiatan yang akan kami adakan pada hari rabu tanggal 12 november 2019 yaitu kegiatan piaud expo di warkop depan kampus, setelah sampai ketempat yang kami tuju aku dan naya memcoba mencari keberadaan teman satu kelasku. Dan akhirnya kami melihat mereka...
“assamualaikum” ucapku dan naya kepada teman-temanku yang sudah dari tadi menunggu kami
“ walaikumsalam, dari mana aja kalian kok baru datang?” ucap salah satu temanku yang bernama mifta
“ maaf soalnya tadi, aku dan naya harus pergi keruangan dosen untuk mengumpulkan makalah kalian tadi” ucapku sambil menarik kursi untuk aku dan naya duduk.
“ ohh iya, karena sudah kumpul semuanya sekarang kita mulai mendiskusikan kegiatan apa saja yang akan kita adakan nanti di acara paiud expo dan tema piaud expo kita” ucap salah atu temanku yang bernama rani, kami pu memikirkan semua kegiatan yang akan kami adakan di piaud expo dan tema acara kami nanti, cukup lama kami berdiskusi dan akhirnya kami memutuskan tema piaud expo nanti adalah “ mengalih pontesi anak usia dini dengan seni “ dan adapun kegiatan yang kami adakan nanti adalah “ menyanyi, baca doa, hafal surat pendek, mengambar, mewarnai dan melakukan donor darah “ itu serangkain kegiatan yang akan kami adakan nanti dan untuk mendapatkan dana kami membagi tugas- tugas masing yaitu aku, naya, sri, dan maya yang akan mengumpulkana dana untuk kegiatan ini setelah semua di putuskan aku dan naya pamit untuk pulang karena aku melihat jam 16.23 dan waktunya untuk pulang dan aku naya akhirnya pulang duluan meninggalkan teman-teman yang masih ada di warkop
“ teman-teman aku dan naya permisi dulu soalnya ini mau magrib” ucapku dan ditambah oleh naya
“ ohh iya ni kita pamit dulu soalnya gue buru dan sesuatu yang gue mau kerjain, kita cabut dulu yang gyass” ucap naya sambil berdiri
“oghh iya, kalau gitu hati- hati “ ucap temanku maya , aku dan naya pun pergi meninggalkan teman-teman ku yang masih mengobrol di warkop.
***
Di sebuah kamar rehan sedang duduk sambil memikirkan tentang kata- kata yang akan dia ucapkan kepada aisyah tentang hubungan dia dan raina.
“aduk ( sambil mengacak-acak rambutnya ) apa yang harus jelaskan nanti kepada aisyah tentang hubungan aku dan raina” ucap rehan, lalu rehan mengambil ponselnya dan mencoba mengirim pesan kepada aisyah tetapi, dia takut apa yang akan aisyah ucapkan nanti tentang ini,
“belum selesai masalahku dengan aisyah gara-gara pengakuan cintaku dan sekarang tentang hubungan yang selama ini aku rahasia kepada aisyah” ucap rehan dan akhirnya rehan memtuskanuntuk mengirim pesan kepada aisyah
“ assamualaikum aisyah” pesan rehan dan aisyah pu menjawab salam dari rehan
“ walikumsalam rehan” jawab aisyah
“aisyah apa kamu tidak ada acara hari ini? “ ucap rehan lewat pesan wa
“ tidak ada kok rehan, emang knp rehan? “ sahutku kepada rehan lewat pesan
“ kalau gitu apakah kita bisa bertemu, di depan rumahmu, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu” ucap rehan
“ ohh iya kalau begitu aku tunggu kamu di depan rumahku” ucapku, setelah cukup lama menunggu rehan akhirnya rehan datang dengan mobilnya dan berhenti pas depan rumahku, dan aku pu merjalan mendekati rehan dan rehan keluar dari mobil sambil memanggilku
“ aisyah “ sahut rehan kepadaku
“ iya ada apa rehan, emang kamu mau ngomong sesuatu apa rehan” sahutku kepada rehan, rehan menyuruhku untuk masuk ke mobil
“ ayo masuk dulu ke mobil sambil membukakan pintu mobil untukku, akhirnya aku masuk ke mobil disusun oleh rehan yang masuk ke mobil dan rehan mulai berbicara tentang sesuatu
“ aisyah aku mau ngomong sesuatu kepadamu tetapi pertama aku minta maaf dulu” ucap rehan dengan wajah bersalah aku yang melihat tingkah sabahatku lalu bertanya
“ kok minta maaf rehan kamu nggak ada salah ke aku dan kamu mau ngomong masalah apa?” ucapku dengan wajah heran dan bingung
“ aisyah sebenarnya aku mau membicarakan tentang raina, sebenarnya aku dan raina sudah lama berpacaran tetapi selama aku pacaran sama raina aku tidak ada perasaan sama sekali untuk raina karena hatiku hanya untukmu” ucap rehan hingga membuatku kaget setengah mati tentang pengakuan sahabatku
“rehan kalau masalah itu aku tau kamu dan raina pacaran dan tidak perlu kamu takut kepadaku, emang aku melarang dirimu untuk berpacaran dengan raina, aku tidak melarangnya rehan tapi aku minta sama kamu tolong jaga perasaan raina, dan tolong coba mencintailah raina seperti engkau mencintai pelangi, dulu kamu bilang jika suatu hari nanti aku akan mencintai pasanganku seperti aku mencintai pelangi, jadi aku mohon kepada mu tolong cintai raina sama seperti engkau mencintai pelangi dan buang jauh- jauh perasaan mu kepadaku, aku tidak mau raina kecewa padamu” ucapku, walupun sebenarnya ada rasa sakit hati didalam hati ketika berbicara begitu dan aku juga tidak tau kapan rasa sakit ini ada
“tetapi aisyah” ucap rehan dan di potong olehku
“ rehan, ingatlah sekarang raina yang harus kamu cintai sekarang dan tolong buat jauh- jauh perasaan mu kepadaku “ ucapku dan keluar dari mobil rehan dengan meninggalkan rehan yang masih heran dan kecewa dengan jawaban yang dia dapat dari pertanyaannya
Setelah meninggalkan rehan aku masuk ke kamarku dan aku menangis, aku sendiri tidak tau apa alasanku menangis setelah mendengar ucapan rehan aku merasa sakit sekali didalam hatiku, apakah aku sudah mulai mencintai rehan atau ini hanya rasa sebagai sahabat akupun tidak tau kenapa bisa begitu, akhirnya aku menelfon naya dan airah, aku mengajak mereka untuk datang ke rumahku, aku butuh temanku untuk berbagi cerita
***
Airah dan naya pu sudah sampai kedepan pintu rumahku, aku pun membuka pintu rumah dan mendapati 2 sahabatku.
“ assalamualaiku “ ucap airah dan naya
“ walaikumsalam, silakan masuk airah dan naya “ sahutku kepada 2 sahabatku, airah dan naya pu asuk kerumahku dan kami menuju kamar dan tida lupa aku memerintahkan bibi untuk membawah beberapa camilan ke atas kamarku untuk kami makan
“bibi “ memanggil bibi mirna
“ iya nona” ucap bibi sambil mendekatin diriku dan 2 sahabatku
“ bibi nanti tolong antarakan camilan di atas kamarku “ sahut ku kepada bibi yang di anggukan oleh bibi
Setelah sampai kekamar, airah lalu bertanya
“ aisyah ada apa amu memanggilku kami datang kerumahmu?” ucap airah dan diikuti oleh naya
“ iya aisyah kenapa?” ucap naya dengan wajah binggung, akhirnya aku mulai bercerita tentang masalahku dan rehan dan juga tentang hubungan rehan dan raina dan tidak lupa tentang rasa sakit yang aku alami ketika mengetahui rehan berpacaran dengan raina.
“ itu berarti kamu mulai mencintai rehan aisyah “ ucap maya,
“ aku pu tidak tau, kapan perasaan ini ada may, nay, dan kalian tau bahwa rehan itu sahabatku dan aku tidak mau persahabat kami rusak karena gara-gara ada cinta dalam persahabatan kami” ucapku sambil menangis, maya dan naya melihatku menangis mereka mehiburku
“ aisyah sudah jangan menangis” ucap naya yang kemudian di lanjutkan dengan kata maya
“ iya aisyah, kalau emang rehan nanti jodohmu dia tidak akan pergi ke orang lain kalau dia sudah ditakdirkan untukmu,” ucap maya
“ tapi, may, nay sebenarnya 2 hari ini rehan mengatakana sesuatu kepadaku “ ucapku melihat wajah temanku
“ mengatakan apa” ucap maya dan naya dengan raut muka heran
“ mengatakanan bahwa sebenarnya rehan suka sama aku, tapi aku mikir itu salah karena kami ini sudah sahabat begitu lama dan aku juga tidak mau kehilangan rehan karena masalah cinta dan juga di tambah dengan pengakuan rehan bahwa dia sudah pacaran dengan raina dan itu semakin membuatku untuk tidak mencintai rehan” ucapku
“ teurs bagaimana ini?” ucap maya dan naya
“ aku pun tidak tau nay may “ucapku, cukup lama kami berbincang tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku dan aku pu membuka pintu kamar dan mendapati bibi sedang membahwa camilan untuk kami dan aku pun mengambil napak berisi makan di atas tangan bibi
“ permisi nona, ini camilanya” ucap bibi
“ ohh iya bibi, makasih bibi” ucapku sambil mengambil napak di atas tangan bibi
“ sama-sama nona, kalau begitu bibi permisi dulu soalnya ada beberapa perkerjan yang harus bibi kerjakan” ucap bibi
“ ohh iya bibi, makasih “ ucapku sambil menutup pintu setealh bibi pergi dari kamarku.
Aku pu mulai menaruh napak yang berisi camilan di dekat sahabatku, dan nay yang melihat makan lansung mengambil beberapa makan, aku dan maya yang melihat tingkat lakunya pun tertawa
“ wow ada makan, ini yang dari tadi gue tunggu “ ucap naya yang mengambil beberapa makan dan langsung memasukannya di mulutnya,
“ berarti dari tadi kamu duduk hanya Cuma menunggu makan saja dn tidak mau mendengarkan ceritaku ? “ ucapku sambil ketawa
“ iya betul itu aisyah, pantasan dari tadi dia duduk nggak nyaman ternyata di lagi menunggu makan” sahut maya yang ketawa melihat tingkah laku sahabatnya.
***
Setelah teman-temanku pulang aku membuka buku diary ku mulai menulis kata-kata, karena aku sendiri suka menulis atau mencoret-coret buku dengna kata-kata menurutku bagus, beberapa menit kemudian mama dan papa pulang dari bandara menjemput kakakku yang baru pulang dari singapura, sebenarnya tadik aku mau ikut menjemputnya tetapi, karena hari ini aku ada kuliah jadi tidak bisa. Kakakku mengentuk pintu kamarku
“ tok tok tok “ ketukan pintu dari luar, akhirnya aku membuka pintu
“ tunggu sebentar ” sahutku sambil berjalan membuka pintu kamarku, dan aku kaget melihat abang irfan sudah ada di depan pintu kamarku, sontak saja aku langsung memeluknya karena sudah lama aku dan abangku tidak bertemu semenjak abangku pergi kerja disana.
“abangku irfan (sambil memeluknya) aisyah kangen sama abang irfan” sahupku sambil memeluknya
“ iya abang juga kangen sama kamu, bagaimana kuliahnya aisyah” sahut abang irfan, sambil au melepaskan pelukaknku kepadanya
“ allahmdullilah baik kok bang,kalau abang bagaimana dengan perkerjaannya?, dan apakah sudah ada calon kakak ipar buat aisyah?,” ucapku sambil mengoda abangku sontak saja abangku menjawab dengan sgaya coolnya yang bisa wanita meleleh kalau melihatnya
“ kau kira abang mu ini tidak laku, ( menujukan muka masam), jangan salah loh banyak cewe di luar sana sedang mengejar abangmu yang tampan ini” ucapnya dengan pede sekali.
***
Pagi jam 08.25 aku pergi kekampus di antar oleh abang kesayangku , di dalam mobil abang mulai mengodaku hingga mebuatku semakin kesal sekali terhadapnya.
“ asiyah, apa kamu sudah punya pacar” ucapnya kepada ku
“ blm, emang knp bang? “ ucapku dengan muka bingung
“ohh, kirain punya pacar,knp nggk pacaran “ ucapnya
“aisyah mau fokus sama kuliah saja abang, tidak mau kepikiran pacaran “ ucapku dengan nada kesal
“ohhh iya, hmmm, bagaimana kabar rehan? Kdari kemarin abang tidak lihat rehan datang kerumah biasanya kalau abang pulang rehan selalu datang, emang kmu dan rehan ada masalah” ucap abang irfan, sontak saja aku salah tingkat, ketika abang irfan sebut nama rehan
“ aduh bagaimana ini? Apa yang harus aku kata sama abang irfan kalau aku dan rehan sekarang nggk kaya dulu lagi” ucapku di dalam hati, melamun memikirkan apa yang harus di katakan sama abang rehan
“ aisyah, aisyah, aisyah “ ucap abang rehanku sambil memengan bahuku, sontak saja aku kangen dan melihat ke arah abangku
“ ada apa abang?” ucapku seketika
“ kamu mikir apa sih, pertanyaan abang nggak di jawab tapi malah melamun ini anak” ucap abangku dengan muka bingung
“ aisyah tidak tau abang, emang rehan suaminya aisyah yang harus aisyah tau gitu” ucapku dengan nada ketus
“yang tidak juga kali, dan siapa juga yang bilang kmu istri rehan, emang kamu mau jadi istrinya rehan gitu? “ ucap abangku dengan nada mengodaku
“ siapa juga yang mau istrinya rehan,,,,” ucapku
Setelah sampai ke kampus abangku memakrikkan mobilnya di tempat aku akan turng dan iya keluar dari mobil dan membuka kan pintu mobilku dengan gaya coolnya sontak Saja teman-temanku yang melihat itu semakin baper di buatnya
“ selamat turun putriku” ucapnya mengodaku
“ lebayyyyy sekali “ ucapku saat turun dari mobil
“iya elah, di manjain nggak mau terus mau nya apa coba? Pasti dia maunya rehan “ ucap abangku sontak saja muka makin memerah
“ ihhh, siapa juga si yang mau rehan, pergi sana- sanaa” ucapku dengan mendorong tubuh kekal nya
“ oky, oky, oky guee pergi bye” ucapnya sambil masuk mobil, aku menlambaikan tangan ketika mobil abang kesayanganku pergi meninggalkan kampus, tiba-tiba temanku datang dan berkata
“ aisyah itu pacarmu kah? “ ucap salah satu temanku bernama aulia
“bukan, itu abangku dia baru pulang dari singapura “ ucapku dengan santai
“ what, apa aisyah abangmu kok ganteng sekali si aisyah emang dia blm punya pacar atau istri” ucap aulia yang tidak percaya lebih baik aku kerjain aulia saja
“ mass ganteng si, menurut aku si biasa aja, dan dia itu sudah punya istri terus anaknya 10 lagi “ ucapnya dengan senyum-senyum
“ what 10 anak, kuat sekali itu abangmu,
YOU ARE READING
cinta pelangi
Romancekisah seorang gadis yang harus memilih mencinta sahabatnya dengan sebutan sahabat atau iya harus mencintai sahabatnya dengan cinta pelangi yang selalu dia impiam lana untuk terus bersamaa. akakan mereka bisa saling mencintai seperti mereka mencinta...
