"Lihat apa yang papa bawakan untukmu, nak." suara lembut yang keluar dari bibir seorang pria usia 40 tahun. Reino Xaviersa. Ayah dari pria kecil didepan nya. "Apa Pa?" tanya Raka dengan gembira.
Surprise!
"Wah..Terima kasih papa!" Dia sangat senang. Mendapatkan sebuah kotak berisi mainan yang diberikan ayah nya itu. Reino bernafas lega, putranya menyukai pemberian yang ia berikan. "Iya jagoan papa. Kamu jaga mainan ini dengan baik baik ya? Dan rajinlah belajar!"
"Kak." Orang yang merasa dipanggil tersentak kaget dan tersadar dari lamunan nya. Ah, sial. Dia melamunkan ini lagi. Ada rasa sesak dihatinya saat masa lalu nya muncul di lamunan nya. "Hm." Raka hanya berdehem. Mood nya hari ini sedang tidak baik. Tidak. Tidak hari ini saja, bahkan hari hari sebelumnya tidak pernah terlihat baik.
"Lo gak laper kak? Dari tadi pagi, lo cuma diem disini. Duduk. Ngelamun. Lo kangen papa ya?." Tanya adiknya. Rafa Xaviersa. Rafa tahu jika kakaknya seperti ini pasti Raka merindukan papa nya.
Hening.
"Iya. Gue kangen papa."
*****
Aqila sedang sibuk mempersiapkan perlengkapan sekolahnya pagi ini. Karena semalaman dia tertidur lelap di meja belajar akibat menonton drama korea. Aneh.
"AQILA!!!" Teriak Gisel. Mama Aqila. "Cepetan Qil udah mau jam 7 nih!." Lanjutnya. "Iya mah, Qila udah siap kok hehe."
*****
"Buset dah. Puyeng kepala gue dari tadi ngedengerin si botak ngomong terus." Keluh Shelin. Sahabat Aqila. Aqila mempunyai banyak teman tetapi dia hanya mempunyai 2 sahabat, yaitu Shelin dan Adila.
"Awas kedengeran sama si botak, mampus lo." Umpat Aqila. Ketiganya terkekeh geli. "Eh, bodoamat ah. Udah yuk ngantin!."
Kini ketiganya sudah berada dikantin. Shelin dan Adila duduk terlebih dahulu di meja kosong. Sedangkan, Aqila. Ia yang memesankan makanannya.
Brak!
Aqila meringis sakit saat ada yang menabraknya dari belakang. "Awwh, kalau jalan bisa lihat lihat gak sih?" Kesalnya. Tak peduli banyak pasang mata yang memperhatikannya saat ini. Ini bukan salahnya.
"Maaf." Pria itu hanya melengos pergi lalu diikuti oleh teman teman nya. Enteng banget ngomong maaf. Berasa gak berdosa banget sih. Batinnya.
Aqila menghampiri meja sahabatnya dengan wajah cemberut dan membawa makanan yang ia pesan tadi.
"Qil udah sini duduk. Gak usah cemberut lagi, lo makin jelek." Bujuk shelin.
"Iya. Tapi kesel aja gitu. Ah udahlah."
Mereka melanjutkan memakan makanannya sambil bercakap cakap.
*****
Raka dan teman teman nya duduk dimeja kantin paling pojok. Itu memang meja untuk mereka. Geng NAPI. Bukan nara pidana, tapi Naga Api. Geng NAPI adalah geng yang paling populer di SMA PELITA HARAPAN Selain populer, anggota nya juga tampan tampan. Tak heran jika kaum hawa banyak yang tergila gila oleh mereka.
"Ka, lo jahat banget dah. Tadi cewe itu malah lo tinggalin begitu aja." Ujar Vano. Yang dibalas anggukan oleh teman temannya.
"Gue gak peduli. Bukan urusan gue." Dingin Raka. Raka bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kantin.
"Arka selalu aja begitu."
*****
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 15 menit yang lalu. Menunggu jemputannya. Supir Qila tak kunjung datang menjemputnya.
Drrt.
Mama : Qil kamu pulangnya naik taksi ya. Pak Juki izin pulkam istrinya sakit.
Mian kalo ngawur. Gimana ceritanya? Maaf kalo gak asik masih pemula hehe. Kasih aku suara dan komentar biar aku makin semangat update nya><
Salam,
Shelomitaaa
YOU ARE READING
RAKA
RomanceTidak peduli seberapa banyak saingannya. Kalo kamu pilih aku, yang lain bisa apa? Follow me : @lomitee08 Happy reading!
