Chapter1-5
"Enggak mau bu, aku masih SMA. Ngapain nikah muda? Aku juga pengen bantu ibu sama bapak, nanti setelah SMA aku kerja."ucap seorang gadis menatap wajah Ibu nya memelas.
Wanita paruh baya itu menatap anak gadisnya dengan tatapan sendu.
Dirinya tidak kuasa untuk mempertahankan tangisan, hingga akhirnya air mata itu pun menetes.
Anak gadisnya itu bernama Aliana Nur Azahra, biasa di panggil Lia, usianya masih terbilang cukup muda, karena masih duduk di bangku SMA kelas 11.
"Ibu sama bapak gak bisa Sekolahin kamu lagi Li"ucap sang Bapak dengan ragu
Mendegar itu Lia langsung menatap bapak nya sendu, dirinya tidak bisa menyalahkan kedua orang tuanya.
Keterbatasan Ekonomi menjadi masalah utamanya, sang Ibu hanya seorang buruh bagitu pun juga Bapak nya Lia.
"Maafin Bapak Li, kamu tau sendiri kan. Kedua adek kamu juga membutuhkan biyaya untuk sekolah, alangkah baiknya kamu sebagai anak pertama mengalah saja yah nak."ucap sang Bapak mencoba menjelaskan dengan berhati-hati.
"Lalu kenapa Lia harus menikah? Lia bisa kerja jadi pembantu pak, buk."ucap Lia memandang kedua orang tuanya bergantian.
Sang Ibu tersenyum menatap anak gadisnya itu, membuat Lia menjadi bingung dengan sikap ibunya.
"Kenapa bu? Apa Lia mau di jodohkan?"ucap Lia mencoba menerka-nerka maksud dari ibunya.
"Ada yang menagih janji Bapak dulu, dia adalah sahabat bapak yang sudah sukses di Jakarta"ucap sang Bapak membuat Lia semakin bingung.
Melihat kebingungan di wajah anak gadisnya, Rahman selaku Ayah Lia. Langsung menjelaskan semua nya, agar tidak menjadi kesalah pahaman.
"Jadi begini ndok, janji bapak adalah menjodohkan mu dengan anak nya nanti."ucap Rahman membuat Lia sangat terkejut.
Ibu Lia yang bernama Mira hanya menatap anaknya iba, pasalnya dia pun tidak menyetujui perjodohan konyol itu.
Namun, Rahman tetap akan menepati janjinya. Karena bagi Rahman Lia akan berada di keluarga yang berkecukupan dan baik nantinya.
Lia hanya bisa terdiam, dirinya tidak mampu untuk berkata-kata lagi.
Gadis polos nan lugu itu hanya bisa tersenyum, karena dirinya tidak bisa mengecewekan kedua orang tuanya.
"Maafin bapak ya Li, ini semua salah bapak. Bapak gagal menjadi orang tua untuk kamu. Bapak selalu saja menjadi beban untuk mu dan adik-adik mu."ucap Rahman dengan nada penyesalan.
Lia si gadis polos nan lugu itu langsung meraih kedua tangan sang Bapak.
Dirinya nampak tersenyum tulus, kemudian dia berbicara lembut kepada Rahman.
"Bapak gak usah ngomong kaya gitu lagi, bapak adalah pahlawan bagi Lia dan adik-adik. Lagi pula untuk apa Lia melanjutkan Sekolah? Otak Lia juga pas pasan kaya gini."ucap Lia dengan senyuman.
Sang Ibu yang awal nya terharu dengan ucapan Lia, langsung terkejut mendengar ucapan terakhir anak nya.
"Lia, jangan pernah mengatakan dirimu seperti itu. Ibu tidak suka! Semua orang memiliki kemampuan nya sendiri, ibu yakin kamu itu pintar. Jangan selalu menilai dirimu seperti itu,"ucap Mira langsung menatap Lia tajam.
Mendengar ucapan Mira membuat Rahman langsung menyetujui nya.
"Benar yang ibu mu katakan Lia, lagi pula mertua mu nanti sangat baik. Percayalah pada bapak mu ini, karena dia adalah sahabat bapak yang paling baik."ucap Rahman sembari menatap mata anak gadisnya.
Lia pun langsung memeluk erat sang bapak, kemudian ia beralih memeluk ibu nya.
"Lia, bapak akan kasih lihat calon mertua mu. Sebentar biar bapak ambil foto dan surat dari dia."ucap Rahman langsung beranjak pergi, menuju kamar nya.
ESTÁS LEYENDO
Fiko & Lia
Romance"Apakah semua ini akan baik-baik saja? Lia takut, namun Lia percaya Allah sudah menakdirkan ini semua. Lia yakin akan ada hikmah yang paling indah di balik ini semua. Lia harus ikhlas dan tetap bersyukur." Aliana Nur Azzahra "...
