Seungyoun. Nama yang telingaku tangkap saat aku melewati jalan setapak menuju kantin.
Temanku yang baru menyebutnya.Lelaki yang dipanggilnyapun menoleh.
Dan aku, terpanah dengan visualnya. Untuk pertama kali
Dengan bucket hat juga kacamata minusnya, kaos oblong sekaligus jeans robeknya.
Ukiran tuhan. Indah sekali.
Lamunanku buyar ketika temanku itu berteriak saat si lelaki kabur tanpa pamit.
"YAKK SEUNGYOUN GILAA!! BAYAR UTANGG WOYY"
Huh ternyata harus di black list dari calon mas crush idaman.
Aku dan temankupum melanjut untuk berjalan ke kantin.Meskipun awalnya temanku berniat mengejar si seungyoun.
"Sasha!! Rora!!" Aku dan temankupun dipanggil Segromblon perempuan yang sudah mengisi meja kantin saat kami baru sampai.
Mereka juga teman-temanku dari fakultas lain.
"Laper nihh mintak dong" rora memang urat malunya hilang. Baru saja sampai tapi dia sudah melahap habis makanan chaca.
" beli sana woyy, sa titip juga dong jus satu" dina titip padaku, padahal aku tidak berniat untuk membeli sesuatu.
"Sa lo aja deh gue titip juga, capek nih adu mulut sama si seungyoun masalah utang" nama itu disebut lagi oleh rora, ingin rasa mencuri info dari dia tentang seungyoun.
"Seungyoun anak teknik? Cho seungyoun? Hahaanjir pasti utang dari sma belom dibayar ya?" Dina membalas.
Apa dina juga kenal??
Bentar-bentar.. hutang dari sma? Berati dina atau rora satu sma dengan seungyoun? Berati aku juga satu sma dengan seungyoun?? Ha?
"Dia sma di pds juga?" Aku tanyakan ke mereka, tentang seungyoun yang juga sekolah di produce d'best school.
"Lah kemana aja?? Dia kan sekelas sama dina?" Saiza.
"Lah sumpa ?? kemana aja aku kok baru tau dia seangkatan ??" Jawabku kaget. Sumpah se ansos itu kah aku.
"Can't relate yang beda sekolah" sindir chaca, yang memang beda sekolah dengan 4 dari kami.
Saat aku berbincang-bincang lagi tentang ke ansos an ku itu. Rora bangkit berdiri menghampiri seseorang.
"Nyebat mulu, bayar utang ga bisa dasar cHO JINGAN SEUNG—" mulut rora di sekap rapat oleh uang dari seungyoun. Tangan satunya tetap ia gunakan memegang lilitan tembakaunya.
"Nih nihh gausa ngegas lu jirr, ganggu bet" kata seungyoun lalu berlalu menuju pojok kantin menghampiri kawannya
"Sekasar itu pantesan ga asing" kata chaca, yang juga mewakili isi pikiranku.
"Ckck dia juga satu kelompok sama aku waktu ospek dulu" kata chaca sambil mengingat-ingat.
Jadi yang paling parah cuma aku disini?? Ansos banget gilaaa..
Selanjutnya obrolan kamipun berlanjut membahas hal lain.
Padahal seisi otakku masih menanyakan si cho itu.
YOU ARE READING
Mari kita rayakan hari ini
FanfictionSorai. Ketika waktu seolah membantu, mendekat kan insan yang tak pernah tahu.
