Terlempar dari masa lalu yang gelap pekat.
Dipukuli penyesalan hingga lebam membiru.
Lantas haruskah diri memohon pengampunan?
Berharap waktu sungkan memberi kesempatan?
Atas segala kesalahan yang terbayar untuk sebuah kata bertahan?
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sedari awal gue gak pernah diberi kesempatan untuk memperjuangkan hidup gue sendiri. Atau bahkan memperjuangkan hidup mereka. Gue hanya seseorang yang diselamati oleh takdir di masa lalu demi untuk menanggung kemalangan hidup gue di masa sekarang. Bertumbuh dan berkembang tanpa pujian, "wah anak ibu hebat sudah bisa jalan," atau dengan dorongan, "ayah akan belikan ini kalau kamu bisa itu." Nggak pernah sekalipun, terpikirkan pun tidak. Bagaimana rasanya, gue gak pernah berandai-andai. Untuk apa membayangkan sesuatu yang jelas-jelas gak akan pernah bisa gue dapat? Ini bukan sesuatu yang bisa gue usahakan untuk terjadi. Bukan.
Yang bisa gue usahakan sekarang, adalah hidup gue. Yang jelas-jelas tidak akan pernah lengkap, tapi gue harus mencukupkannya dengan suka rela. Hidup gue ini, bukan hidup lo pada, ya gak? Jadi, begini awalnya.
Cesario Sagara Wildan
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di bagian cerita ini, hanya akan ada gue, gue, dan gue lagi. Kenapa? Ya suka-suka gue, dong.
Karena gue hanya ingin menunjukkan diri gue. Diri gue dibalik tawa palsu guna menutupi kesedihan hidup. Diri gue dibalik kemudahan yang gue ciptakan karena kesusahan rasanya udah begitu membuat gue bosan. Diri gue dibalik semua prasangka orang-orang. Diri gue yang sering tertinggal, terabai, dan dirundung kemalangan. Dan berlagak seolah-olah itu bukan masalah, meskipun sebenarnya itu masalahnya. Gue menutupi sesuatu yang gak akan pernah bisa tertutupi. Sekalipun dengan kepalsuan.
Dibayang-bayangi kemalangan jauh sebelum gue sempat mengerti apa definisi dari kemalangan itu sendiri.
This is me trying to live with my fake life instead of the real one, but ended up living with both. Have a seat, enjoy the story.