Hai semuanya, namaku chou tzuyu. Terkadang teman temanku memanggilku tzu.
"Selamat pagi tzu!" mereka berdua sahabat dekatku, sana dan jihyo. Mereka langsung memelukku dan merangkulku menuju kelas.
Aku bukan berasal dari korea, namun aku berasal dari taiwan. Aku pindah ke seoul 3 tahun yang lalu.
"Hai tzu! Kemarilah!" mereka semua adalah twice, nama grupku di sekolah. Setiap pagi inilah yang terjadi, kami berkumpul dan saling bercerita.
Aku juga selalu di sambut ramah oleh semua orang, tidak ada yang pernah iri padaku.
Tapi...
Aku bukanlah orang yang seperti kalian pikirkan.
Aku bukan gadis SMA biasa, aku lebih dari itu. Aku sangat terkenal di seoul, bukan hanya karena keluargaku yang mapan, namun juga karena parasku yang cantik rupawan. Semua laki laki tertarik padaku, tentu saja tak ada yang bisa melewatkanku begitu saja.
Namun tak hanya itu. Aku bukanlah gadis sebaik yang kalian pikirkan.
"Hai guanlin" aku menyapa teman sekelasku yang tergolong pendiam dan kutu buku, dia adalah lai guanlin, kami dari negara yang sama.
"Nee" guanlin masih fokus pada bukunya, masih enggan menatapku sedikit pun.
"Apa kau sudah sarapan?" guanlin hanya menggeleng tanpa menoleh kearahku. Kalian salah jika mengira bahwa guanlin tak tertarik padaku, lebih tepatnya, dia tidak sanggup melihat wajah cantikku. "Lihat aku... Aku akan memberikanmu sarapan" guanlin perlahan mendongak dan menatapku, tentu saja aku langsung mengeluarkan senjata andalanku, smirk.
Chuuupp~
Lagi, lagi dan lagi. Sudah kesekian kalinya aku mencium para laki laki di sekolahku. Itu adalah trikku untuk menarik mereka agar berada diranjang yang sama denganku malam ini.
Tapi hari ini aku menemukan orang yang lebih baik untuk berada satu ranjang denganku dari pada guanlin. Dia seorang pria elegant yang sepertinya kaya, berkulit putih, sepertinya pintar, dan tentunya amat tampan. Aku yakin dia benar benar baik dalam bermain.
Dengan penuh percaya diri aku mendekati pria tampan itu, menyentuh pundaknya dan dia menoleh kearahku.
"Annyeong ahjussi" aku tersenyum penuh hasrat, mencoba untuk menggodanya.
"Anak SMA seperti kamu kenapa keluar di jam seperti ini? Bukankah jam pelajaran belum selesai? Atau kamu tersesat?"
Sial! Aku bukan anak kecil!
~Prolog End~
Maaf cerita ini harus pindah tempat karena suatu alasan😁
YOU ARE READING
I'm Scared
FanfictionDia yang tidak bisa mencintaiku karena ketakutannya pada cinta. Rank #330-tzuyu (22-09-2019) Rank #202-weareone (02-10-2019) Start : 20 September 2019
