Bumi Pertiwi

18 5 0
                                        

Merah darah terlihat sudah
Ketika Penjajah menginjakkan kaki di Bumi Pertiwi
Matahari menjadi saksi, saat Penjajah mulai beraksi
Aksi kejam. Sulit dibayangkan
Tak ada kata ampun ketika menghajar
Rakyat menjerit dan merintih sepanjang hari
Dimana manusia bagai binatang yang tak berdaya
Dihantam. Dihajar. Disiksa. Tanpa berhenti!!!
Rakyat tak berdaya hanya bisa menangis
Menjatuhkan air mata yang tak bersalah
Suara rintih kesakitan menghiasi Bumi Pertiwi
Tubuh tersayat-sayat. Darah tergenang membasahi Bumi Pertiwi
Siang dan malam hanya dapat menyaksikan saja!
Menantikan hari kebangkitan rakyat untuk melawan Penjajah keji
Kapankah Sang Merah Putih berkibar?
Kapan manusia merdeka?
Kapan Bumi Pertiwi bersorak kemenangan?
Jawabannya hanya ada di tangan rakyat
Untuk bangkit butuh perjuangan!!!
Untuk merdeka butuh persatuan!!!
Hasil Indonesia merdeka
Bumi Pertiwi bersinar-binar

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Sep 16, 2019 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

Bumi PertiwiOnde histórias criam vida. Descubra agora