1

8 4 0
                                        

Jihan adrestia marcella adalah anak dari pengusaha sukses nomor 1 di korea dan amerika. Seperti namanya, dia memiliki paras yang cantik, matanya berwarna coklat hazel, mempunyai bulu mata yang lentik, rambutnya lurus sebahu. Tetapi di balik itu semua, dia selalu merasa kesepian, karna kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sehingga tidak heran jihan mempunyai sifat nakal. Tapi, sebenarnya jihan itu baik, namun dia merasa gengsi, ingat gengsi, oh ya jangan lupa kalo jihan itu pembully, tapi dia hanya membully seorang pembully ngerti kan maksud author.

*****





"Bi, ayah sama bunda kemana?" Tanya jihan yang baru saja duduk di ruang makan
"Nyonya sama tuan udah berangkat dari tadi pagi non" ucap sang pembantu yang bernama bibi tyas.
Setelah mendengar itu seketika jihan langsung berdiri dan langsung meninggalkan ruang makan.



Sesampainya di kamar
"Kenapa sih yang dipikiran mereka cuma kerja, kerja, kerja, dan kerja, gak ingat apa kalo mereka punya anak" gumam jihan sambil menangis.




Drrtt....drrtttt......drrttt

Tiba-tiba handphone jihan Bergetar, dan jihan langsung mengangkatnya.

" apa "

"Han, lu di rumah kagak? "

"Iya, emang kenapa"

"Ikut balapan yuk"

"Gak ah, gue males"

'Ayolah han, kalo lu menang hadiahnya lumayan nih"

"Yaudah iya-iya gue ikut"

"Ok, gue tunggu ya"

"Hmm"

Setelah itu jihan langsung mengambil jaket dan kunci mobil.

Ketika jihan turun dari tangga tiba-tiba dia melihat orang yang paling ia benci yaitu tantenya.

"Jihan, kamu mau kemana?" Tanya tante dya.
"Bukan urusan lo" jawab jihan ketus dan langsung pergi menuju garasi untuk mengambil mobilnya.







"Han, lu udah siap buat balapan" tanya keyla sahabat jihan
"Hmm" yang hanya dijawab deheman oleh jihan
"Yaudah kalo gitu, lo harus menang ya, fighting" ucap keyla memberi semangat kepada jihan.





Minta vote nta dong sama komen yaaaa

 
 








   
 
   

 

Precious Time Where stories live. Discover now