Resensi Cerita Novel

13 0 0
                                        

Judul: INESTABLE
Penulis : Eko Ivano Winata
Penerbit : Pastel books

   "Nakula, tunggu!"
Aluna mempercepat langkahnya, mengejar cowok beragam cowok putih abu abu di depannya . Ekspresinya sangat datar dan dingin . Nakula sama sekali tidak menghiraukannya .

   "Nakula!kamu kenapa, sih !" Aluna berhasil menyamai langakah nakula dan menarik legannya . Namun, cowok itu tidak melirik Aluna sama sekali .
  
     "Nakula!aku lagi nomomong sama kamu. Kamu kenapa ?"
   Nakula tidak menjawab.
   Aluna mengigat kembali apa yang dia lakukan ,mungkinkah ada sikap yang salah ?

   "Kamu kenapa , sih ? Kalo aku salah ngomong kasih tau . Kalo begini aku malah binggung dan kamunya tamabah kesal". Aluna mengerucutkan bibirnya.
  "Ke mana ?" Tanya Nakula.
    "Kemana ? Ke mana apa ?"
     "Kemaren" Aluna mencoba mengingat -ingat . "Kemarin aku pergi ke toko musik buat beli mikrofon baru "
  "Sama?" Tanya Nakula lagi
    "Hah ? Sama? Sama apanya ?!"
    "Lupain". Nakula berjalan lagi meninggalkan Aluna.

Aluna teringat Arjuna yang membuat Nakula sedikit sensitif beberapa hari ini. "Kamu marah karena aku pergi sama Arjuna?"

  Wajah Nakula memerah. Dia berhenti berjalan . Rasanya dia ingin memukul atau menendang apa pun yang ada di sekitarnya .
 
  "kamu cemburu?" Tanya Aluna . "Aku sama kak Arjuna engga ada apa apa , kok , Nakula . Aku cuman temenin beli mic baru . Udah itu aja".

    "Harus berdua, yah ? "  tanya Nakula ketus
  Aluna mengeryit . "Nakula ,kamu...."
  "Harus sama  kamu,  yah ? Emangnya engga ada anggota lain selain kamu ?"

  Aluna sudah hafal dengan sifat Nakula tidak berani menjawab apa pun karena bisa bisa Nakula semakin marah padanya .

Nakula semakin emosi melihat Aluna hanya diam saja. Dia memilih meninggalkan Aluna lagi.

"Nakula , tunggu !" Aluna berusaha meraih tangan Nakula kembali . Tapi , dengan refleks Nakula menepis tangan Aluna .

"Auch!" ringis Aluna sambil memegang tangannya. Nakula berbalik dan menghampiri Aluna. "Maaf, maksudku ..."

"Engga usah!" Aluna balas menepis tangan Nakula.

Mata belonya menatap dengan sedikit berkaca kaca. Alisnya menekuk tajam. Kemudian membalikan tubuhnya dan pergi meninggal kan Nakula .

"Shiit!" Umpat Nakula.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 10, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Resensi Novel Where stories live. Discover now