Chapter 1 Begin

9 1 2
                                        

Sudah menjadi suatu kewajaran apabila ada kerabat yang akan mengadakan prosesi pernikahan, maka kerabat yang lain akan membantu. Entah membantu secara fisik maupun materil..

Begitu pula yang dilakukan oleh pasangan Kang Jiyoung dan Kang Minhyuk, mereka terlihat sedang membantu kerabat yang akan melangsungkan pernikahan. Mereka tidak hanya berdua, mereka juga mengajak putri semata wayangnya yang bernama Kang Seulgi. Gadis kecil yang masih berusia 5 tahun.

Dilihat dari tampilannya dia seperti anak kecil biasanya, terlihat imut dengan kepangan rambut dengan jepitan yang lucu, ditambah pipi tembem yang membuat siapapun disekitarnya ingin mencubitnya.

Namun kalau diperhatikan lagi sepertinya gadis itu sangat pemalu, terlihat bagiamana dia yang selalu sembunyi dibalik tubuh eomanya. Terlebih ini memang pertama kalinya berada dilingkungan ini.

Dia hanya akan merespon semua kerabat yang menyapanya dengan senyuman.

"Jiyong ini anakmu?"
Dibalas anggukan oleh yang punya nama.

"Gadis kecil yang cantik ini siapa namanya?"
Gadis itu hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari bibi tersebut.
Eomanya yang sudah tau karakter anaknya, langsung menimpali pertanyaan sahabatnya ini.

"Kang seulgi, Ahjuma"
"Sepertinya putrimu sangat pemalu jiyoung?"
"Ya begitulah, dia sulit beradaptasi dengan orang baru. Tapi ketika sudah nyaman dia akan menjadi gadis yang bawel" jelas jiyoung

"Seulgi, ini sahabat eommaNamanya bibi Park Min Young, ayo salaman"
Gadis itu langsung menuruti kata-kata ibunya.
Bibi park pun langsung menyambut slaman itu.
"Anak yang manis dan penurut"
Sambil mencubit pipi seulgi yang menggemaskan.

Setelah itu, kedua sahabat yang masih kerabat jauh ini asyik membicarakan kehidupan mereka saat ini.
"Kamu kesini sendirian? Mana suami dan anakmu?
"Aku datang bersama mereka, suamiku langsung ngobrol bersama teman-temannya diluar. Putraku sedang bermain dengan sepupu2nya"
"Oh ya, siapa nama putramu? Berapa usianya?
"Namanya park Jimin dia satu tahun lebih muda dari seulgi. Usianya baru 4 tahun"

Sekedar informasi kerabat yang akan menikah ini adalah adik dari ayah Jimin. Ini merupakan kediaman neneknya Jimin. Seulgi sendiri bisa dibilang tetangga neneknya Jimin. Tapi masih ada ikatan kekerabatan walaupun lumayan jauh. Sementara Jinyoung dan park minyoung merupakan teman sekolah. Keluarga Jimin sendiri tinggal didesa sebelah.

Mereka berdua asyik mengobrol dan mengabaikan  gadis kecil itu. Si gadis mulai bosan dan mengajak ibunya pulang.
Mendengar hal itu tentu eomanya Seulgi menolak ajakan putrinya itu, bukan apa-apa karena jiyoung baru datang membantu dan masih banyak yang harus dikerjakan disini. Tidak enak apabila langsung pergi.

Melihat hal itu bibi park mun memanggil anaknya yang berada diluar.
"Jimin, kesini dulu"
Jimin yang sedang bermain dengan sepupunya yang lebih kecil darinya pun. Langsung menghampiri eomanya.
"ada apa eomma?"
"Ikut eomma sebentar yuk kedalam, nanti kamu ajak anak teman eomma ya! Kasian dia didalam sendirian"
"Iya eomma"
Jawab sang anak sambil mengekori eommanya kedalam.

Sesampainya didalam, eomma jimin langsung memperkenalkan anaknya pada sahabatnya itu.
"Jiyoung ini anakku, park Jimin dan Jimin ini bibi Jiyoung sahabat eomma."
"Hallo jimin, wah kamu sangat tampan dan lucu" seru eomma Seulgi
"Terimakasih bibi" Manik mata Jimin memperhatikan gadis kecil yang ada dibelakang bibi jiyoung, Jimin menyunggingkan senyuman manisnya.

Sementara gadis yang ditatap, menjadi tambah malu dan semakin menyembunyikan badannya dibelakang eomanya
"Seulgi daripada pulang, mending maen sama Jimin gih diluar" suara itu berasal dari eomanya jimin.
Sementara eommanya seulgi menyetujui usulan dari eomma Jimin.
"Iya seulgi maen sama Jimin dulu ya, eomma masih masih harus bantu2 disini, naanti kalau eomma selesai kita langsung pulang"

Sebenarnya Seulgi merasa ragu, tapi dia juga tidak boleh egois sementara kalau dia pulang sendiri. Di rumahnya tidak ada siapa-siapa
"Seulgi ayo kita main diluar, ada sepupuku juga yuk!"
Jimin dengan ramahnya dan masih dengan senyum manisnya mengajak Seulgi main bersama
Gadis itu akhirnya mengangguk setuju.

Tanpa pikir panjang Jimin langsung meraih tangan Seulgi menggenggamnya dan menarik seulgi keluar.

Sementara objek yang ditarik hanya diam menuruti anak laki-laki itu. Ada perasaan aneh dalam hatinya, jantungnya berdegup lebih kencang, di tambah senyum anak itu yang  sangat manis membuatnya tidak lepas dari memandangi anak itu...
Sementara anak lelaki itu trus mengajaknya beralari sambil sesekali melirik anak gadis itu..."lucu..." Dalam hatinya dan terus mengembangkan senyumnya

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Sep 09, 2019 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

First LOVEDes histoires addictives. Découvrez maintenant