01. First Meet

159 23 1
                                        

Kim Sihoon,  baru saja keluar dari kelas seorang diri selepas matkul terakhir hari ini selesai.  Bukan apa-apa,  hanya saja dia memang tidak terlalu dekat dengan teman satu kelas Matkul ini. terlebih lagi perutnya yang berteriak minta di isi, membuat dia mau tidak mau harus melangkahkan kakinya menuju kantin Fakultas. 

Cukup ramai,  mengingat saat ini waktu bubaran hampir semua Jurusan di Fakultas ini,  FISIP.  Tidak mau menunggu lama,  kaki mungil dan pendek itu berjalan menuju stan makanan yang sudah dia pikirkan sejak tadi di dalam kelas.  Ya emang gitu Sihoon kalau laper nggak bakal fokus,  makanan adalah segalanya bagi dia. 

"Buk, Mie Ayamnya 1 porsi ya. Minumnya emmm es Jeruk deh."

"Iya dek Sihoon,  tunggu sebentar ya. "

"Siap buk,  saya tunggu di meja itu ya, " kata Sihoon menunjuk meja yang tidak jauh dari stan Mie Ayam milik wanita paruh baya dan langsung di sanggupi oleh beliau. 

Sembari menunggu pesannya datang,  matanya mengedar setiap penjuru kantin sembari jari-jari mungilnya mengetuk meja.  

"Kak Sihoon!"

Sontak dirinya menengok ke sumber suara,  tepat di belakang berjarak agak jauh. 

"Loh Minhee?" Pupil milik Sihoon agak membelak setengah terkejut dan berbinar.  "Kok di sini?"

Tanpa meminta izin,  Minhee lelaki yang tadi memanggil dia duduk di sebelahnya seolah ada yang ingin dia sampaikan pada Kakak Tingkatnya itu.  "Kak mau cari Yunseong,  tapi nggak nemu...  Kakak tau dia dimana??? "

Ah...  Yunseong,  pacar Minhee.  Pantas saja adik tingkatnya ini rela jauh-jauh kemari.  "Mmm.." Sihoon menggaruk telungkupnya yang tidak gatal,  bingung juga mau jawab apa. "Tadi dia nggak ada di kelas tuh, " jawab Sihoon akhirnya. 

"Ha?  Yang bener kak? Tapi tadi dia bilang ada di sini kok. "

"Yun—"

"Dek Sihoon,  ini Mie sama Es Tehnya sudah jadi."

"Ah...  Iya buk Terimakasih ya." Tak lupa senyum menawan nan manis milik Sihoon tersugih untuk sang wanita paruh baya sebagai bentuk rasa Terimakasihnya. 

"Yunseong lagi kumpulan UKM, tadi dia izin ke kelas gitu," lanjut Sihoon begitu wanita paru baya pemilik stan Mie Ayam itu pergi.  "Ngumpulin Maba gitu,  katanya dia bakal jadi Ketua Panita Diksar tahun ini."

"Emang iya?  Aku nggak tau, " jawab Minhee melemah,  membuat Sihoon sedikit iba. 

"Mmmm nanti aku anter ke sana ya?  Sekarang makan dulu yuk!"

Nggak tau,  Minhee nurut aja sama omongan Sihoon.  Dia langsung ngangguk setuju dan beranjak pesan makanan sama seperti milik Sihoon. 

———

Perkumpulan UKM Argopala Fakultas FISIP belum selesai,  membuat dua laki-laki manis ini duduk ngemper di luar kelas anak Komunikasi yang sudah kosong sejak tadi. 

"Emang dia nggak ada chat sama kamu gitu dek?" tanya Sihoon sambil fokus pada handphonenya sesekali. 

"Nggak ada,  chat aku cuman dia read aja!" kata Minhee sedikit ngegas,  wajahnya juga memelas.  Ini yang membuat Sihoon tidak tega dan memilih mengantar Minhee kemari.

"Eh, jangan sedih gitu dek. Dia kan lagi sibuk,  maklum lah Ketua Panitia." Tangan Sihoon terulur penepuk-nepuk pundak Minhee pelan.  "Jangan marah dulu ya,  dengerin dulu penjelasan dia.  Oke?"

Emang ucapan Sihoon itu yang paling di denger sama Minhee kali ya,  dia langsung ngangguk setuju. 

15 menit lamanya mereka berdua duduk di tangga Fakultas.  Nggak cuman diem aja sih,  kadang di isi Sihoon atau Minhee ngelawak,  kadang juga si Minhee edisi curhat soal Yunseong atau perkuliahannya. 

Hingga akhirnya,  pintu kelas yang sejak tadi mereka tunggui terbuka dengan segerombolan Maba keluar berbondong-bondong,  tapi tidak membuat mereka berdua bangkit padahal udah jelas memperlambat para Maba turun. 

"Permisi kak."

"Permisi kak."

"Permisi kak."

"Punten."

Sihoon cuman melongo aja,  masih loading otak dia itu sangking kagetnya kayak diserbu pasukan.

"Kak,  udah bubar.  Yuk!" ajak Minhee,  semangat.  Dia yang pertama kali berdiri bangkit,  baru Sihoon ikut menyusul dan memilih berdiri agak jauh dari tempat tadi. 

"Nanti dulu,  tunggu sepi.  Masih ada panitia lain,  malu aku hehe."

Tapi nggak begitu lama setelah Sihoon ngomong gitu,  sosok yang ditunggu-tunggu ada di hadapan mereka bersama segerombolan panitia lainnya. "Eh Seong, dicariin uke lu noh." sahut Yuvin.  Oh, Sihoon kenal banget sama Yuvin ini, sama-sama masuk BEM U mereka.

Mendengar itu Minhee langsung bersembunyi di balik badan Sihoon yang udah jelas-jelas lebih kecil daripada dirinya.  Malu kali ya,  semua mata terarah pada mereka. 

Sihoon juga malu,  tapi dia mau biasa aja soalnya banyak kenalan juga dia di sana.  "Seong,  dicariin Minhee nih nangis nangis ke—"

"Aku nggak nangis kak Sihoonnnnn."

Sihoon yang lebih mungil dari Minhee meringis pelan mendapat pukulan bertubi-tubi dari si bongsor ini.  Hmm.  "Eh iya-iya.  Seong, pacar lu nih."

Yunseong yang peka langsung menghampiri mereka berdua,  ah lebih tepatnya menghampiri Minhee. "Hey,  maaf ya."

Minhee langsung manyun lucu gitu,  Sihoon jadi gemes sendiri kan. "Udah ketemu kan,  aku pamit ya dek,  Seong gue pamit!"

"Makasih kak Sihoon."

"Hati-hati Hoon."

Sihoon cuman senyum aja dan segera beranjak dari sana. Tapi...  Baru saja beberapa langkah meninggalkan pasangan itu,  matanya bertemu dengan seorang lelaki asing dengan mata elangnya menatap Sihoon tidak biasa,  entah Sihoon juga tidak tau maksudnya apa. 

Ah,  sepertinya itu salah satu teman Yunseong di UKM Argopala. 

Merasa diperhatikan seperti itu Sihoon hanya mengernyit heran dan segera beranjak dari sana secepat mungkin.  Bagaimana bisa tatapan lelaki itu mengikuti setiap langkahnya hingga tubuh lelaki itu tidak terlihat lagi,  termakan oleh jarak.  Uh sungguh menyeramkan.

Rollercoaster | GyulhoonWaar verhalen tot leven komen. Ontdek het nu