ii

1.5K 270 78
                                                  

Hampir seminggu Seungyoun tidak masuk kantor. Dan seminggu pula, kerjaannya di rumah hanya tidur, makan, dan balik tidur lagi. Masa bodoh dengan nilai dan laporannya, ia bisa minta bantuan Jinhyuk nanti.

Yang ia lakukan sekarang justru membuka ponselnya, menjadi silent reader di grup kantornya. Bukan grup yang terdiri dari para staff, hanya grup gabungan anak-anak magang. Karena bagaimana pun, mereka butuh wadah obrolan mereka sendiri.

"Bu, kalau mama nanyain kaki aku gimana, bilang aja ya, masih sakit," celetuk Seungyoun pada sosok wanita yang masuk ke dalam kamarnya.

Bu Yuri memutar matanya malas, hapal dengan kebiasaan anak asuhnya. "Udah bisa jalan, Ibu nggak mau bohong," katanya sambil menepuk kaki kanan Seungyoun.

Demi apa pun, Seungyoun hanya terkilir saat main futsal dengan anak kompleknya, keadaanya sudah membaik dari kemarin. Bahkan tadi siang, Bu Yuri bisa melihat anak itu joget-joget di dalam kamar.

Seungyoun memanyunkan bibirnya, pura-pura merajuk. "Biar aku dikirimin duit tambahan lagi.."

Astaga. Anak ini.

Bu Yuri tertawa. Sudah berapa tahun ia bersama anak ini? 5? 10? atau 20 tahun? yang jelas dari Seungyoun masih suka nangis ditinggal Ibunya kerja sampai sekarang bisa bikin nangis anak orang. Waktu berjalan secepat itu.

Membuat Ibu Cho yang kerja di luar negeri percaya sepenuhnya dengan Bu Yuri. Sedangkan wanita itu sudah menganggap Cho Seungyoun seperti anak kandungnya, begitu juga sebaliknya. Seungyoun lebih dekat dengan wanita itu, sampai-sampai memanggilnya dengan sebutan Ibu, bukan Bibi lagi.

"Tadi Byungchan main kesini, tapi Ibu bilang, kamu lagi tidur.."

Seungyoun bangkit dari tidurnya, "Tuh anak pengangguran apa ya ngajakin aku main terus..."

"Sembarangan," Bu Yuri menjitak kepala Seungyoun. "Ngingetin kamu buat dateng ke sidangnya nanti, cepet juga ya berarti dia mau wisuda? kamu kapan?"

Pertanyaan Bu Yuri bikin Seungyoun mengacak rambut, "Beda lah, dia ambil vokasi. Lulusnya juga pasti lebih cepet," ucap Seungyoun tak terima.

Bu Yuri bangkit. "Ya udah kamu juga cepet, kelarin magangnya terus skripsi terus wisuda deh," katanya.

Semudah itu memang kalau ngomong, beda sama yang jalaninnya harus jungkir balik dulu.

"Ibu mau pergi ke pasar dulu, ada yang lupa dibeli tadi. Kamu juga cepet cari pacar biar tambah semangat dikit," kata Bu Yuri sambil tertawa. Setelah itu sosoknya menghilang dari balik pintu.

"Kalo nemu pacar di pasar, aku mau pesen satu."

••••••••••

Seminggu Seungyoun rehat dari game-nya, dan sekarang ia baru login kembali.

Jadi, selain Seungyoun sakit, wifi dirumahnya sempat bermasalah. Iya sesial itu dia.

Seungyoun melihat layar laptopnya, sudah banyak notif masuk di dalam kotak quest-nya. Lalu dirinya membuka obrolan pemain guild-nya, dan ramai membahas pertemuan.

woodz96: ngerundingin apaan nih? hasil linggarjati?

blackwolf12: baca dari atas bgst

Hans94: zzzzzzzz

xHoneyx: tuh orang baru muncul minta ditempeleng ya, kemana aja bigbrot?

woodz96: sakit gue hehehe

xHoneyx: Biasanya paling hobi bala di mari

maxed outTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang