Sahyina merasa bahwa akhir-akhir ini tingkah laku suaminya semakin mencurigakan, pasalnya setelah ia mengalami kecelakaan dan menewaskan putra kecilnya, Raymond menjadi cuek dan pendiam terhadap dirinya. Berbeda dengan dulu yang sangat perhatian dan romantis.
Ia tahu diri, Raymond kecewa dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya, Vigo telah meninggal dunia. Sahyina juga menyalahkan dirinya sendiri namun perbuatan itu sia-sia. Kecurigaannya selama ini akhirnya terungkap saat Raymond asik bermesraan dengan seorang wanita di sebuah kafe.
Malam itu, Sahyina sangat lelah dan stress dengan semua permasalahan yang menimpa hubungan pernikahannya. Ia memutuskan untuk merelaksasikan diri di sebuah kafe baru yang cukup dekat dari rumahnya. Tanpa sengaja, ia melihat Raymond berduaan dengan seorang wanita cantik nan seksi ditambah mereka berbicara dilengkapi dengan kata sayang.
Sahyina merasa jatuh dan sangat sedih, ia lebih memilih memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ia menceritakan itu semua kepada Ayah dan Ibunya yang sangat terkejut dengan sikap Raymond yang berubah drastis setelah kematian Virgo. Esok paginya, suara gedoran pintu terdengar nyaring dari dalam. Sahyina sudah menduga bahwa itu adalah Raymond dan memang ternyata benar.
Raymond menyusul dan memarahi Sahyina karena tidak izin untuk meninggalkan rumah. Sahyina pun tidak mau kalau hanya ia yang disalahkan, ia pun mengungkit apa yang ia lihat semalam.
"Kamu keluar rumah tanpa izin, aku itu panik cari kamu kesana kemari, di telpon juga tidak diangkat!" ucapnya dengan nada tinggi, Raymond masih di ambang pintu tanpa masuk terlebih dahulu.
"Mas, aku terpaksa melakukan ini semua karena aku sakit hati melihat kamu bermesraan dengan wanita lain semalam!" balas Sahyina membela diri.
"Kamu itu salah paham, dia itu rekan kerjaku di kantor, kamu jadi Istri jangan terlalu pencemburu seperti ini!" seru Raymond mengelak.
"Kamu pikir aku percaya sama kamu? Ada kata panggilan sayang saat kamu dan dia berbicara, apa itu pantas dilakukan oleh sepasang rekan kerja?" tanya Sahyina membuat Raymond terdiam sejenak.
"Aku lelah sama sikap kamu, dari detik ini, kamu aku talak!" ucap Raymond menyayat hati Sahyina yang sudah menangis.
"Raymond, dasar suami tidak tahu diri!" bentak Danar, Ayah Sahyina.
"Kamu berjiwa lemah, berselingkuh karena tidak bisa menerima kenyataan kalau anak kamu telah tewas dan malah menyalahkan Istri kamu sendiri!" lanjutnya penuh emosi.
"Terserah, memang pada dasarnya Sahyina bersalah dalam peristiwa kecelakaan itu!" Raymond segera membalikan diri menuju mobilnya.
"Seharusnya saya menyesal telah merestui hubungan kamu dengan anak saya, dasar anak dari wanita pelacur!"perkataan Danar sontak membuat Raymond memberhentikan langkah cepatnya dan kembali ke rumah Sahyina dengan penuh emosi seraya mengepalkan tangannya.
"Jangan pernah menghina Ibu saya atau anda akan dapat akibatnya!" dengan langkah kaki cepat, ia bersiap untuk menghantam wajah mertuanya dengan kepalan tangannya yang sudah mengeras.
"Cukup!" Sahyina menghalangi jalan Raymond. Wanita berkerudung krem itu mencegah suaminya untuk menghajar ayahnya.
Raymond menunjuk Danar dengan melontarkan kata-kata kasar beserta sumpah serapah lalu pergi dari perkarangan rumah istrinya. Mobil hitam itu melesat dengan cepat. Beberapa tetangga menyaksikan kejadian 'istri di talak tersebut' dan itu semua semakin menambah penderitaan Sahyina.
Lina segera membawa putrinya masuk ke dalam rumah, sementara para tetangga juga ikut bubar dan juga ada yang membicarakan hubungan Sahyina dan Raymond yang sudah renggang.
Malamnya, Sahyina dan kedua orang tuanya datang ke rumah Raymond untuk membereskan barang-barang Sahyina. Wanita itu sudah bulat untuk bercerai dengan Raymond karena sangat sakit hati telah ditalak.
"Akhirnya saya bisa mencari menantu baru lagi yang tidak lalai dalam menjaga anaknya," sindir Mona. Sama seperti Raymond, Mona juga bersikap kasar dan angkuh terhadap Sahyina semenjak Vigo tewas dalam kecelakaan mobil.
Sahyina menyeret kopernya keluar dari rumah, tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya, Sahyina merasa bahwa malam itu adalah malam terburuk kedua di dalam hidupnya setelah malam dimana vigo telah dinyatakan meninggal.
Mencoba menahan tangisan, Sahyina semakin sakit hati ketika Suaminya dan mertuanya hanya diam melihat kepergian dirinya dari ambang pintu. Danar dan Lina yang juga ikut membawakan barang-barang anaknya tidak habis pikir dengan perubahan sikap drastis mereka berdua.
1 bulan kemudian...
Sahyina membantu Ayah dan Ibunya yang berjualan soto di pinggir jalan, semenjak ia berpisah dengan Raymond, Sahyina memang lebih pendiam dan jarang tersenyum. Ekonominya pun kembali menurun, hingga Sahyina memilih mendirikan sebuah usaha yaitu berdagang nasi padang dengan menyewa sebuah ruko di pinggir jalan.
Keputusan itu justru membawanya kembali membuka luka lama yang ia simpan, Raymond dan Istri barunya datang ke tempat makannya. Entah kebetulan atau memang sengaja, mereka berdua mengumbar kemesraan di hadapan Sahyina.
"Perkenalkan, ini teman lama aku, Sahyina," ucap Raymond memperkenalkan mantan Istrinya itu sebagai teman lama.
Sahyina terkejut mendengar itu semua, Raymond tidak mengakui ia sebagai mantan Istrinya.
"Perkenalkan, aku Istrinya mas Raymond, Diandra," seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Sahyina dengan berat hati menerima jabatan tangan itu tanpa berkata, dan hanya tersenyum tipis menahan sakit hati yang terbuka lagi.
Bersambung...
ESTÁS LEYENDO
Seorang Wanita yang Dicemooh(Tamat)
RomanceSahyina digugat cerai oleh Suaminya karena insiden kecelakaan yang menewaskan putra kecil mereka. Dengan rasa sakit hati yang luar biasa, Sahyina menerima dirinya ditalak karena memang hubungan pernikahan mereka sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Sem...
