Lelap #1

2 2 1
                                        

 "Fyuh...,hari yang melelahkan untukku."sambil mengusap keringat di muka yang kumus-kumus. "aku harus segera pulang lalu menaruh badan ini di kasur dan melepas semua penat di tubuh ini".

 perjalanan yang harusnya singkat menjadi lama karena badan yang semakin melemah kekurangan tenaga karena kegiatan yang seharian penuh tanpa istirahat. kaki pun berhenti Ben kehilangan kendali pada tubuhnya.

 "Sial.....,kenapa tubuh ini berat sekali,aku tidak bisa menahannya lagi." badan pun tergelatak di terotoar jalan yang sepi tidak ada orang satu pun. "Aku lelah dengan hidup ini,kenapa aku harus bekerja keras padahal seharusnya berpesta dengan teman sebayaku? Ah,iya....aku yatim piatu. aku dibuang orang tua ku saat masih kecil,mungkin ini sebab aku tidak bisa menikmati kesenangan dunia ini." dengan tidak sengaja air mata keluar sedikit demi sedikit turun membasahi trotoar jalan itu.

 Tanpa sengaja mata menutup dengan sendirinya, didalam pikiran hanya ada rasa iri, dengki dan jengkel kenapa kehidupanku seberat ini. "akankah aku mengubah takdir dan nasib yang menyedihkan ini?" mata Ben terbuka secara perlahan dan meyadari bahwa dia tidak di trotoar jalan, melainkan di matras tipis yang ada di ruangan yang gelap.

 "Dimana aku? tempat ini gelap aku tidak bisa melihat apapun disini." menoleh ke kiri dan ke kanan dengan ekspresi bingung.

 "Hey apa itu?" mata melirik ke arah titik sinar yang cukup terang yang berada cukup jauh dari tempatnya. "aku harus kesana dan mencari tahu dimana aku ini berada sekarang." dengan cepat tubuh Ben bangun dan berjalan menuju sinar yang dia lihat.

 "sedikit lagi, aku hampir sampai." sinar semakin membesar saat dia mendekat dan menyilaukan Ben sementara

"ah, silau sekali." sambil berdiri dengan posisi punggung sedikit membungkuk. "Tempat ini tidak seperti kota tempat aku tinggal, dimana aku?" dengan raut muka yang aneh karena berada ditempat aneh.

 Tiba-tiba adaseorang berbadan besar yang menggunakan jubah abu- abu mendekati Ben dengan cepat dan menatap mata Ben dengan serius lalu mengajaknya berbicara.

 "Selamat datang Ben Ngalir, saya sudah menunggu anda cukup lama. Mari saya antar anda ke tuan Cosmo." dengan raut muka yang menakutkan menjadi senyuman yang membuat Ben menjadi semakin bingung.

 "Tunggu, siapa kamu? siapa itu Cosmo? kenapa kau bisa mengenalku? dan jelaskan aku dimana? dan  kenapa aku disini?" dengan cara berbicara sedikit terbata bata karena kebingungan.

 Senyum dari orang besar yang mendatangi Ben menghilang dan tatapan dari orang besar itu berubah menjadi kalem menjadikan suasana  perbincangan menjadi syadu menjadikan suasana hati dari Ben Berubah menjadi tenang juga

 "ah maaf, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Trusten pelayan tuan Cosmo, biarkan aku menjawab pertanyaan pertanyaanmu." mengubah intonasi dari yang pertama serak-serak kering menjadi lembut. perubahan suara yang signifikan dari oranng besar yang bernama Trusten. membuat Ben semakin bingung.

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Aug 25, 2019 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

LelapOnde histórias criam vida. Descubra agora