Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Alarm berdering memekakkan telinga, membuat seorang lelaki muda yang sedang meringkuk nyaman dalam selimut tebal menggeliat malas. Ia harus bangun untuk memenuhi jadwalnya pagi ini. Jam menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh menit.
"Jaehyun! Kau sudah bangun?"
Seorang lelaki lainnya yang lebih tua dari Jaehyun menghampirinya.
"Hyung~"
"Bersiap-siaplah!" perintahnya.
Pemuda itu menarik tirai hingga sinar matahari pagi masuk ke dalam kamar. Dengan tubuh limbung Jaehyun berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya sebelum akhirnya ikut sarapan dengan Kim Doyoung.
Doyoung selalu bersamanya sejak ia masih di LA dan sekarang setelah menjadi manajernya, mereka tinggal di rumah yang sama.
"Hyung, apa jadwal ku hari ini?"
"Eummm..."
Doyoung membuka tab-nya lalu memeriksa jadwal Jaehyun.
"Jam 11 ada pemotretan, lalu jam 13 mengikuti acara radio. Setelah makan siang kau akan melakukan fansign jam 17." Jelas Doyoung.
"Ah.., jadwal hari ini tidak terlalu padat."
Jaehyun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Setelah acara fansign kau memiliki jam bebas sampai jam 10 malam, lalu kita akan berlatih untuk lagu baru dan koreografinya."
"Baiklah." Jaehyun menyuapkan sarapannya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
***
Sementara itu, di daerah yang jauh dari Seoul yaitu Gwangju. Sebuah kota yang indah dan asri, pemandangan alamnya hijau dikelilingi perbukitan. 3 Tahun lalu, Ibunda Jihye memutuskan untuk pindah ke kota Gwangju karena alasan pribadi.
Setelah lulus kuliah, Jihye memutuskan untuk meneruskan bisnis keluarga yaitu mengembangkan toko bunga milik neneknya karena neneknya mulai sakit-sakitan dan tidak bisa datang ke toko dengan rutin.
"Seo Jihye!!!"
Sang bunda meneriaki nama Jihye dari arah dapur.
"Bagaimana bisa kau memanggil putrimu seperti itu." Omel sang nenek.