“gausah nyari masalah sama gue, bangsat!”
jeno, lelaki berusia 17 tahun yang memiliki rahang tegas serta hidung yang bagaikan perosotan itu, kini, wajah indahnya dipenuhi luka dan memar.
lelaki yang nyaris sempurna itu mengerang saat merasakan keringat membasahi dahi nya yang luka akibat tergores pisau. sakit, perih, namun tidak sebanding dengan tekanan batin yang ia alami.
ia bersandar di dinding lorong samping aula, tempat paling sepi, tenang, dan tentram—walaupun agak angker, namun, ini tetap tempat favorit lelaki itu.
ia mengeluarkan tisu dan plester dari sakunya. bunda nya yang menyiapkan itu semua, ia tahu, pasti anaknya akan mencari masalah lagi. bunda nya tidak bisa mencegah, jadi.. hanya bisa membantu.
jeno membersihkan lukanya dengan tisu dan memakaikan plester ke lukanya perlahan sambil menahan rasa perih karena lukanya masih basah.
lalu,
“eh, kamu, itu pake plesternya salah! lukanya cuma ketutup setengah. mau aku benerin, ga?”
jeno menatap sesosok malaikat—ah, bukan, makhluk bernama wanita didepannya. perempuan itu, seperti seorang ballerina, rok tutu hitam panjangnya serta wangi tubuhnya yang menenangkan membuat jeno mengangkat kepalanya, melihat wajah puan tersebut.
satu kata untuk wajah gadis itu,
mempesona.
🐰🐰🐰
nanasparkling,
2019
YOU ARE READING
enchanter | jeno × siyeon
Fanfictionketika kedua manusia terluka dipertemukan untuk saling menyembuhkan satu sama lain, dengan banyak cobaan menghampiri mereka.
