Pair : kagamine rinto x kagamine len
(Warning : gaje, typo, bhs. Ancur, alur tidak jelas, dll)
#Len pov.
Hai, Hai, nama ku kagamine len. Aku memiliki rambut pirang yg diikat dan mata beriris shappire . D-Dan aku me-mencintai, rinto-kun, dia juga mencintai ku. Dia menyatakan cinta nya padaku saat hari valentine. Dia memberiku kecupan dibibir ku setelah ia memberikan coklat berbentuk hati padaku. Aaah, Romantis nya ia~ dan kami akan merayakan happy anniv. Kita yg pertama besok. Aku berharap ia memberikan ku kecupan lgi seperti saat itu... Saat ini aku sedang mencari coklat dan kue jeruk yg ia sukai. Ah! Itu ada toko kue. Aku masuk kesana saja kali ya~ siapa tau saja disitu ada kue jeruk nyehehe... Well, aku berjalan ke arah toko itu. Dan setelah sampai didepan pintu ia melihat papan nama yg terpampang itu 'Love of Cake' nama yg aneh, tpi aku tak memperdulikan nya. Aku masuk dan betapa kagum nya aku. Saat aku masuk bau harum dari kue-kue itu langsung menyambut penciuman ku. Aku mengelilingi toko itu. Wow, itu dia kue nya. "Ah, mbak." Panggil ku pada pelayan perempuan yg ada disebrang sana, pelayan itu menoleh dan menghampiri ku. "Ya? Ada yg bisa saya bantu, nona?" Tanya pelayan itu. Tu-tunggu, Tunggu! Dia... Memanggil ku dgn... Sebutan... NONA?! WTH?! aku memincingkan mataku. "Mba, klo manggil orang 'nona' itu lihat-lihat dulu dong! Saya itu laki-laki!" Sentak ku. "Gomenasai, Gomenasai." Pelayan itu membungkuk beberapa kali dan Meminta maaf padaku. Sedang kan aku hanya dapat menghela nafas untuk meredakan emosi ku. Setelah itu aku tersenyum dan menatap berbinar ke arah kue yg mempunyai rasa jeruk dan hiasan-hiasan serba jeruk itu "ah, lupakan. Ne, itu kue jeruk kan?" Tanya ku pada pelayan itu masih dgn tatapan berbinar kearah kue itu. Pelayan itu pun sweatdrope ditempat 'apa-apaan orang ini. Sudah jelas-jelas itu kue jeruk, Masih nanya lgi' batin pelayan itu. "Ya, anda mau yg itu?" Um, pelayan itu tau ya~ hehe... "iya, tolong ya. Kue itu satu tambah dgn coklat berbentuk hati." Ah! Rasa nya aku malu untuk memberikan nya pada Rinto-kun besok >\\\<. Pelayan itu hanya mengangguk dan aku menunggu disini. Dan pelayan itu datang lgi dgn sebuah bungkusan yg tdi kupesan. Aku tersenyum lebar dan membayar semua nya. Setelah nya aku pergi ke rumah. ahh! Aku tak sabar menunggu hari esok, oh ya. Aku buat kata-kata untuk nya saja kali ya? Ya sudah deh
#skip_time
.
Setelah sampai dirumah, aku langsung berlari kekamar ku, untung saja saudaraku : Rin sedang tak ada dirumah. Jika dia ada sudah pasti aku mendapat jitakan sayang dari nya. Dan saat sampai kamar aku menaruh semua yg tdi kubeli diranjang ku dan berjalan ke arah meja belajar. Aku mengambil sebuah kertas dan menulis kata-kata untuk rinto-kun tersayang ku :p.
#esoknya
Aku berlari menuju ke halaman belakang sekolah karna rinto-kun sering sekali kesana, dan sesampai nya disana aku terbelalak. Disana. Dua orang sedang berciuman. Seseorang yg sangat kucintai Berciuman dgn wanita yg sangat ku kenal. Ia, Kagamine Rinto berciuman dgn Kagahime Lenka. Rinto menikmati nya. Tanpa sadar air mataku perlahan membasahi pipiku dan menyebutkan nama rinto dgn lirih dan bergetar. "Ri-Rinto-kun....?"
#len_pov_end
#Rinto_pov
Oh, aku tak pernah mengetahui klo lenka mencintaiku. Bahkan dia menggoda ku.
#flashback
Aku sedang menyandar pada pohon yg rindang sambil memejamkan mata. Haaaah~ disini sejuk. Saat aku merasa ada seseorang yg duduk disamping ku. Aku langsung membuka mataku dan menoleh untuk mengetahui siapa yg duduk disampingku. Dan ternyata itu kohai ku. Kagahime Lenka. Teman sekelas len. "U-um, Ri-Rinto-senpai." Tiba-tiba ia memanggilku. Aku tersenyum dan berkata "Ya? Ada apa, lenka-chan?" Dia terlihat blushing saat aku memanggil nya dgn sebutan '-chan', ah! Dia mengingat kan ku pada len. Rambut pirang nya yg ia kuncir kuda dan mata shappire nya, ah ya, jgn lupa dgn rona merah dipipi nya yg putih susu itu membuat nya makin manis. Dia memberiku coklat berbentuk hati padaku. Aku menatap coklat itu dgn bingung. "A-ano, i-itu. C-coklat bu-buatan ku u-untuk Rinto-senpai" setelah ia berkata seperti itu dia langsung menunduk untuk menyembunyikan wajah merah nya. Aku yg melihat itu hanya tersenyum lembut dan menerima coklat pemberian nya. "Arigatou lenka-chan" tentu saja aku harus berterima kasih pada nya, aku masih tau sopan santun tau. "E-etto. . . Rinto-senpai, a-aku mencintaimu . . Ma-maukah menjadi ke-kekasih ku?" Pertanyaan nya membuat ku Terbelalak. Dan perlakuan selanjut nya membuat ku bingung. Ia tiba-tiba menarik ku ke tengah halaman belakang sekolah dan mencium ku dgn sangat sensual. Oh, jgn lupakan dada nya yg terus menerus ia gesekan pada dadaku hingga aku bisa merasakan ada nya tonjolan disana. Nafasku memburu. Jgn lupakan aku juga seorang lelaki! Dan selama ini hubungan ku dgn len tidak pernah sampai lebih. Jdi dgn cepat aku memeluk pinggan nya dan memperdalam ciuman nya.
