I. I Remember: Twelve Years Ago (1)

303 52 15
                                        

I. I Remember: Twelve Years Ago (1)

Han Seungwoo × Choi Byungchan

"Aku berdoa kepada Tuhan, semoga kamu selalu bahagia."

Hari ini seharusnya menjadi hari yang menyenangkan bagi bocah kecil berwajah manis yang sedang duduk di depan kue ulang tahunnya. Kue ulang tahun berbentuk karakter kesukaannya, kue besar berbentuk wajah pinguin kecil berkacamata. Kue pororo!

Mamanya bilang hari ini mereka akan merayakan ulang tahunnya yang ke-6 bersama dengan paman, bibi dan juga anak laki-lakinya dari luar negeri. Tentu saja ia sangat bersemangat. Apalagi akan ada teman baru. Baru satu kali ini hari ulang tahunnya akan ramai karena biasanya yang merayakan ulang tahunnya hanya ia, mama, dan papanya -keluarga kecilnya.

Namun sepertinya bocah kecil ini harus menunggu sedikit lebih lama karena mama dan papanya harus menjemput tamu mereka.

"Pasti cuma sebentar, mama udah janji jadi aku nggak boleh nangis.." Lirih bocah kecil itu.

Bibir imut bocah manis itu sudah mengerucut sejak tadi, namun matanya seperti menahan tangis. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan mendekati jendela kamarnya, melihat keadaan di luar rumah. Hujan belum juga berhenti.

"Apa mama sama papa nggak bisa pulang gara-gara hujan ya? Ma, aku takut sendirian di rumah..." Bocah kecil itu bergumam kecil sambil menahan air matanya yang sudah di pelupuk mata.

Saat ini sudah menunjukkan pukul tiga sore. Hari sudah semakin gelap, ditambah dengan cuaca mendung di langit yang sejak tadi memang tidak bersahabat. Orang tua bocah manis itu pamit ke bandara pukul sembilan pagi. Sudah enam jam lamanya ia menunggu sendirian di rumah. Ia sudah tidak memedulikan ulang tahunnya lagi, hanya ingin papa dan mamanya cepat pulang.

Karena lelah berdiri, bocah kecil itu pun memutuskan untuk duduk di ranjang kecilnya -masih sambil memerhatikan jalanan di luar. Apa daya kedua matanya menjadi sangat berat. Ia pun membaringkan badannya di tempat tidur -masih sambil menatap jendela. Langit menjadi semakin gelap, sampai akhirnya ia pun terlelap.

☔☔

Bocah kecil itu terbangun karena mendengar suara mobil masuk ke dalam garasi rumahnya. Ia langsung bergegas keluar kamarnya dan menuju pintu depan. Membuka pintu dengan kedua tangan kecilnya.

"Mama! Papa! Kenapa baru pulang? Aku takut sendirian di rumah..."

Bocah kecil itu langsung berlari memeluk pinggang mamanya yang baru saja keluar dari pintu mobil. Air mata yang sejak tadi ia tahan langsung keluar dengan sendirinya, diiringi dengan isakan kecil dari mulutnya.

"Maafkan mama ya Byungchanie."

Wanita cantik itu memeluk anak semata wayangnya dengan erat. Sesekali mencium pucuk kepala bocah kecil yang ia panggil Byungchanie -nama si bocah manis adalah Choi Byungchan. Lalu menangkup kedua pipi anaknya lama, menghapus air mata yang meleleh dari kedua mata cantik anaknya itu.

"Mama.. abis... nangis?"

Bocah itu bertanya dengan sesegukan pada mamanya, namun langsung dibalas dengan gelengan.

Walking Slowly <seungchan>Stories to obsess over. Discover now